Rondeaktual.com – Kelas pin, 45 kilogram, mulai dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional [PON] ke-11 di Jakarta tahun 1985.
Hasil PON XI/1985 Jakarta, Kelas Pin Putra, 45 Kilogram
- Medali emas: Susiyadi [Jawa Timur].
- Medali perak: Ucok Tanamal [Sumatera Utara].
- Medali perunggu: Husni Ray [DKI Jakarta], semifinal kalah melawan Susiyadi.
- Medali perunggu: Nico Thomas [Maluku], semifinal kalah melawan Ucok Tanamal.
Kelas pin tidak harus 45 kilogram, kadang 46 kilogram. Kadang dipertandingkan kadang dihapus. Sesuka-suka pengurus.
Baca Juga
Advertisement
Pada PON XX tahun 2021 di Papua, kelas pin dengan berat 46 kilogram, masih dipertandingkan, yang menghasilkan empat juara putra dan putri.
Hasil PON XX/2021 Papua, Kelas Pin Putra, 46 Kilogram
- Medali emas: Michael Abas [Sulawesi Utara].
- Medali perak: Syartiel Rumaropen [Papua].
- Medali perunggu: Apriyadi Difinubun [Jawa Barat].
- Medali perunggu: Krispinus Wonda [Bali].
Hasil PON XX/2021 Papua, Kelas Pin Putri, 45 Kilogram
Baca Juga
Advertisement
- Medali emas: Ona Antryni Paays [Papua].
- Medali perak: Anggelina Niis [Nusa Tenggara Timur].
- Medali perunggu: Shinta Agustini [Nusa Tenggara Barat].
- Medali perunggu: Metirina Nenohai [Maluku Utara].
Pada PON terakhir, PON XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024, kelas pin tidak dipertandingkan. PON XXI menandingkan kelas terbang ringan, 48 kilogram, hingga kelas penjelajah, 86 kilogram. Sedangkan putri menandingkan kelas 48 kilogram hingga kelas 71 kilogram.
Sepanjang pertandingan tinju amatir, kelas pin paling terkenal bisa jadi southpaw Nico Thomas [Maluku], Hermensen Ballo [Nusa Tenggara Timur], dan Husni Ray [DKI Jakarta].
Nico Thomas [peraih medali perunggu kelas pin PON Jakarta 1985] terkenal karena berhasil merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang mini. Ia mengikuti jejak Ellyas Pical, yang lebih dahulu menjadi juara dunia.
Baca Juga
Advertisement
Setelah pensiun dari tinju, Nico Thomas meneruskan karier kepelatihan. Pernah menjadi pelatih pelatnas tapi hanya sebentar. Kemudian lama menjadi pelatih member di beberapa klub di Jakarta dan sekitarnya.
Hermensen Ballo [peraih medali emas kelas pin PON Jakarta 1993] terkenal karena hampir seluruh waktunya untuk pelatihan. Ia berkali-kali menjadi pelatih Nusa Tenggara Timur dan terakhir menjadi salah satu pelatih Pelatnas SEA Games Thailand 2025.
Baca Juga
Advertisement
Husni Ray [peraih medali perunggu kelas pin PON Jakarta 1985] terkenal karena selain pernah menjadi penantang bagi juara dunia WBO kelas terbang mini, ia menjadi pelatih amatir PON Papua 2021 [untuk Jawa Tengah] dan PON Aceh-Sumatera Utara 2024 [untuk DKI Jakarta]. Sebagai pelatih, Husni Ray ikut menikmati bonus PON Jawa Tengah dan PON DKI Jakarta.
Agus Maay [Papua], pemegang medali emas kelas pin, 45 kilogram, PON XII Jakarta tahun 1989, termasuk terkenal pada masa kariernya. Selain juara PON, Agus juga salah satu raja kelas pin melalui pertandingan Kerjurnas dan STE.
Denny Ririmase [Jawa Barat] adalah pemegang medali emas kelas pin PON XIV Jakarta tahun 1996. Denny aktif sebagai pelatih amatir di Kabupaten Bogor, sampai sekarang.
Baca Juga
Advertisement
Mohamad Rusli [Sulawesi Selatan] adalah pemegang medali emas kelas pin, 45 kilogram, PON XV Surabaya tahun 2000 dan pemegang medali emas kelas pin, 45 kilogram, PON Palembang tahun 2004. Rusli menjadi salah sau yang terbaik di kelasnya, karena berkali-kali merebut medali emas Kejurnas maupun STE.
Martin Surati [Jawa Barat] tidak kalah hebat. Martin Surati adalah pemegang medali emas kelas pin, 45 kilogram, PON Kalimantan Timur tahun 2008. Martin hampir tidak pernah putus dari tinju. Ia menjadi pelatih andalan Jawa Barat.
PON XVIII Riau tahun 2012 tidak menandingkan kelas pin. Pada PON berikutnya, PON XIX Jawa Barat tahun 2016, kelas pin, 46 kilogram, kembali dipertandingkan, yang menghasilkan pemegang medali sebagai berikut:
Baca Juga
Advertisement
- Medali emas: Jacky Manalu [Riau].
- Medali perak: Valentinus Nahak [Bali].
- Medali perunggu: Andi Wandira [Kalimantan Barat].
- Medali perunggu: Rocep Souhoka [Maluku].
Non-M adalah Finon Manullang, menulis untuk tinju.