Profil Juara Dunia Tertua Matthysse, 45 Tahun, Menyamai Rekor Foreman

Matthysse
Juara dunia tertua asal Argentina, Edith Soledad Matthysse, 45 tahun, dan pelatihnya Mario Narvaez yang juga suaminya. [Foto: Bob Ryder]

Rondeaktual.com – Jangan pernah menyerah sebelum lonceng terakhir terdengar dari meja time keeper.

Itulah yang dikerjakan oleh mantan juara dunia wanita Edith Soledad Matthysse, 45 tahun, asal Argentina, yang sekarang kembali menjadi juara dunia WBA interim kelas welter yunior. Sebuah pencapaian yang luar biasa, menyamai rekor juara dunia kelas berat tertua George Foreman.

Dalam catatan sejarah tinju, Foreman merebut gelar WBA dan IBF kelas berat melalui KO pada ronde 10 melawan juara kidal Michael Morrer di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, 5 November 1994. Pada malam kemenangannya, Foreman berusia 45 tahun.

Advertisement

Matthysse secara luar biasa merebut gelar WBA interim saat berusia 45 tahun. Hebatnya lagi, Matthysse memukul KO ronde kesembilan favorit kuat Samantha Worthington [Amerika Serikat], dalam partai tambahan kejuaraan dunia wanita kelas berat Claressa Shields melawan Franchon Crews-Dezurn di Little Caesars Arena, Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu, 22 Februari 2026.

Worthington yang menderita KO, dilarikan ke rumah sakit. “Ketika saya kembali ke ruang ganti, saya mulai merasakan sakit kepala yang cukup parah, jadi kami pergi ke UGD hanya untuk memastikan. Ternyata, otak saya mengalami sedikit pendarahan,” kata Worthington. “Tuhan benar-benar menyelamatkan hidup saya,” tambahnya, menurut Boxing Scene.

Edith Soledad Matthysse adalah kakak dari mantan juara dunia WBA kelas welter, Lucas Matthysse, yang kehilangan gelar ketika ia datang ke Kuala Lumpur, Malaysia, menghadapi Manny Pacquiao, tujuh tahun lalu.

Advertisement

Matthysse melakukan debut profesionalnya pada tanggal 18 Mei 2007, mencetak kemenangan empat ronde dengan keputusan bulat melawan Graciela Adriana Becerra di Estadio Socios Fundadores di Comodoro Rivadavia, Argentina. Ia telah bertanding di berbagai kejuaraan dunia; kalah dan menang. Sebelumnya pernah dua kali menjadi juara dunia. Namanya tercatat sebagai juara dunia tertua di Argentina.

Catatan Kejuaraan Dunia Edith Soledad Matthysse

04-02-2013: Gagal merebut gelar IBF kelas bantam, kalah UD-10 melawan Yazmin Rivas [Meksiko] di Rio Bravo, Meksiko.

Meksiko.

Advertisement

13-12-2013: Merebut gelar WBA kelas bulu, menang UD-10 melawan Ogleidis Suarez [Venezuela] di San Martin, Arhentina.

23-08-2014: Gagal merebut gelar WBO kelas bulu yunior, kalah UD-10 melawan Matcela Acuna [Argentina] di Buenos Aires, Argentina.

01-08-2015: Pertahankan gelar WBA kelas bulu dan merebut gelar WBC kelas bulu, menang UD-10 melawan Jelena Mrdjenovic [Kanada] di Caseros, Argentina.

Advertisement

11-03-2016: Kehilangan gelar WBA dan WBC kelas bulu, kalah UD-10 dalam rematch melawan Jelena Mrdjenovic [Kanada] di Shaw Conference Centre, Edmonton, Alberta, Kanada.

04-10-2019: Gagal merebut gelar WBO kelas ringan yunior, kalah SD-10 melawan Ewa Brodnicka di Czestochowa, Polandia.

17-04-2022: Gagal merebut gelar WBC dan IBO kelas ringan yunior melawan Llycia Baumgardner [Amerika Serikat] di Manchester, Inggris.

Advertisement

22-02-2026: Merebut gelar WBA interim kelas welter yunior, menang KO ronde kesembilan melawan wanita yang sebelumnya tidak terkalahkan

Samantha Worthington [Amerika Serikat] di Little Caesars Arena, Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu, 22 Februari 2026.

Matthysse SALITASamantha Worthington dan Edith Soledad Matthysse [kanan] di penimbangan.

Matthysse VS BELT

Advertisement

Tentang Edith Soledad Matthysse

  • Nama: Edith Soledad Matthysse.
  • Kebangsaan: Argentina.
  • Tempat dan tanggal lahir: Santa Fe, Argentina, 6 Agustus 1980.
  • Usia: 45 tahun.
  • Tinggi dan jangkauan: 166 sentimeter dan 169 sentimeter.
  • Kompetisi: Kelas bantam, kelas bulu yunior, kelas bulu, kelas ringan yunior, kelas ringan, kelas welter yunior.
  • Status olahraga: Pemegang sabuk WBA interim kelas welter yunior, 63.503 kilogram.
  • Gaya bertinju: Orthodox [tangan kiri di depan dan tangan kanan di belakang].
  • Hasil pertandingan: Menang-kalah-seri 18-16-1.
  • Pelatih: Mario Narvaez, yang juga suaminya. [Finon Manullang]