Wawancara Ketua Pertina Ferlix Prasetya: Saya Orang Baru di Tinju

FERLIX PRASETYA COVER 4 JULI 2026
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, ingin tinju Surabaya berprestasi dan lebih tangguh.

Rondeaktual.com – Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, 38 tahun, bilang begini: “Saya orang baru di tinju. Saya mulai aktif Januari tahun ini. Saya ingin berbuat sesuatu, yang baik bagi masa depan tinju. Itulah yang mendorong saya menyelenggarakan pertandingan Piala Wali Kota Surabaya 2026.”

Piala Wali Kota Surabaya dipusatkan di Gelora Pancasila, selama tiga hari, 26 hingga 28 Juni 2026. Tuan rumah Surabaya kehilangan kesempatan untuk merebut gelar juara umum, yang boyong oleh tim dari Jawa Barat. Harus diterima, petinju Jawa Barat terlalu tangguh untuk dikalahkan.

Apa dan bagaimana masa depan tinju amatir Surabaya, berikut petikan wawancara Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya.

Advertisement

FERLIX PRASETYA VS AGUNG SYAMSUL HADIFerlix Prasetya dan senior tinju Jawa Timur, Agung Syamsul Hadi.

FERLIX PRASETYA PIALA

Anda menyebut diri Anda sebagai orang baru dalam tinju. Anda orang baru, tetapi sudah langsung berbuat. Apa yang Anda inginkan, kalau boleh tahu?

Advertisement

Kita tidak tahu berapa lama umur. Saya tidak selamanya sebagai Ketua Pertina Kota Surabaya, jadi saya ingin meningalkan karya yang baik untuk dikenang.

Melalui Piala Wali Kota Surabaya, saya dan pengurus bisa mengukur sekuat apa tinju kami saat ini. Ternyata gelar juara umum tidak bisa kami amankan. Saya bangga tim Jawa Barat juara umum, yang konon datang dengan persiapan setingkat dengan persiapan Kejurnas. Mereka latihan setiap hari. Kami, maaf saja, belum sampai ke sana. Di sini latihan paling tiga kali seminggu. Kalah jauh, tetapi ada petinju Surabaya yang bisa mengalahkan petiju Jawa barat. Itu sebuah prestasi.

Peserta banyak sekali, mengapa?

Advertisement

Terus terang kami kaget. Tidak menyangka. Awalnya akan diisi oleh petinju Jawa Timur. Ternyata kurang berminat. Akhirnya pendaftaran dibuka. Peserta mencapai dua ratus petinju putra dan putri. Tidak terduga, yang datang dari Sulawesi, dari Batam, dari Jakarta. Ini yang menjadikan Piala Wali Kota Surabaya 2026 sebagai pertandingan Semi Kejurnas.

Manopo bersaudara [Wara Letda Alfianita Manopo, Praka Michael Manopo, dan Gabriela Manopo] adalah petinju Nasional. Bahkan yang perempuan [Alfianita] adalah petinju SEA Games. Saya senang mereka datang. Ketiganya juara, meraih medali emas.

Apa manfaat kejuaraan ini bagi tinju amatir Surabaya?

Advertisement

Kami bisa menjaring atlet dan mempersiapkannya untuk menghadapi Porprov 2027, yang akan diselenggarakan di Surabaya. Kami ingin merebut tujuh medali emas.

Mungkinkah itu, mengingat Porprov sebelumnya di Malang, Surabaya hanya merebut satu medali emas.

Mungkin saja, kalau kita memulainya dari sekarang. Atlet yang bisa dibina dan mau diarahkan, akan kami tingkatkan persiapannya, agar bisa merebut medali emas. Banyak petinju Surabaya yang bisa mengimbangi petinju level nasional. Itu modal menuju Porprov 2027.

Advertisement

Berikutnya bagaimana?

Saya tidak mau berhenti di Piala Wali Kota saja. Rencana ke depan Kejurnas di Surabaya. Ini akan menjadi event yang sangat spektakuler. Kemarin kami telah melaksanakan pertandingan Semi Kejurnas. Pertina Kota Surabaya ingin menyelenggarakan Kerjunas asli, yang pesertanya dari seluruh provinsi. Kemarin hanya sebagian provinsi saja, tapi itu telah membuat bangga.

Kalau ada kekurangan kami meminta maaf dan harus diperbaiki. Panitia harus melayani dengan baik, sehingga ketika pulang ke daerahnya bisa bercerita yang baik tentang penyelenggaraan pertandingan.

Advertisement

Kami ingin ada kemajuan. Ingin mejadikan barometer tinju. Harus lebih sering lagi menyelenggarakan pertandingan besar. Semakin sering semakin bagus untuk kemajuan tinju.

Belakangan banyak pertandingan formalitas saja.

Saya tidak mau. Saya ingin pertandingan total. Saya mau atlet bertarung untuk mengejar prestasi. Bertarung untuk nama baik Kota Surabaya.

Advertisement

Kalau kemarin dia menang, saya harap jangan besar kepala. Jauh dari rasa sombong dan teruslah berlatih. Dahulu Jatim ditakuti. Sekarang mungkin tidak. Ke depan tinju Jatim harus lebih tangguh.

Semangat sekali, Anda petinju?

Bukan. Saya sebelumnya tarung derajat. Pernah belajar tinju versi member. Meski bukan petinju, saya ingin tinju di kota ini jauh lebih maju dari sebelumnya.

Advertisement

Pertanyaan terakhir. Berapa biaya untuk pertandingan kemarin dan dari mana sumber uangnya?

Biaya pertandingan tiga hari seratus juta lebih, atau mungkin sekitar seratus dua puluh juta. Cukup hemat. Peserta dua ratus atlet lebih seharusnya lima hari. Ini berlangsung tiga hari dan sukses. Setiap pemenang mendapatkan haknya seperti medali dan gelar juara umum dan petinju terbaik.

Semuanya pakai uang sendiri, tentu tidak mungkin. Kami mendapat dukungan besar dari Dispora, dari sponsor, dan pribadi. Dana pribadi tidak besar dan saya tidak kapok. Saya puas, Pertina Kota Surabaya bisa menyelenggarakan pertandingan Semi Kejurnas. Sebagai orang baru, saya bangga. Kita pejuang harus berani berbuat. *

Advertisement