Rondeaktual.com – Piala Wali Kota Surabaya 2026 akan diikuti lebih 215 petinju. Pertandingan dipusatkan di Gelora Pancasila, Jalan Indragiri, selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juni 2026.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya menjelaskan, Piala Wali Kota Surabaya menandingkan elite putra dan putri, youth putra dan putri, junior putra dan putri, atlet kategori school, dan atlet usia di bawah 13 tahun. “Peserta yang mendaftar mencapai 215, datang dari berbagai provinsi. Ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Petinju Nasional di Piala Wali Kota Surabaya
Dari daftar petinju yang sudah membayar uang peserta Rp 200.000, terdapat petinju Indonesia yang pernah mengikuti SEA Games Kamboja dan SEA Games Thailand, serta sejumlah petinju yang sudah sering bertanding di Kejuaraan Nasional dan Pekan Olahraga Nasional. “Piala Wali Kota Surabaya menjadi pertandingan tingkat nasional. Banyak juara nasional yang akan bertanding di Gelora Pancasila,” kata Deputi TD, H. Maralli.
Advertisement
Kelas 48 kilogram, akan diikuti Dio Koebanu. Petinju asal Nusa Tenggara Timur yang dilatih Hermensen Ballo ini adalah pemegang medali emas kelas 48 kilogram PON 2024 di Pematangsiantar. Kelas ini terbilang kelas paling ketat dalam persaingan menuju medali emas. Tergantung siapa yang lebih siap.
Dio Koebanu akan mendapat perlawanan ketat dari tuan rumah, Nelson Matulessy, atau Marceilo Surati dari Bekasi.
Kelas 48 kilogram putri terdapat Melania Langobiri dari Bali dan Gity Tatonton, yang sudah berpengalaman di tingkat nasional.
Baca Juga
Advertisement
Kelas 51 kilogram putri, Ayu Pramustika dari Bekasi akan bersaing dengan peserta lainnya. Begitu juga dengan Alfianita Manopo, Jawa Barat, yang sangat pengalaman di kelas terbang, kelas bantam, dan kelas bulu. Ia mendaftar di kelas 54 bantam.
Kelas 57 kilogram putri ada Yuliana Pudidari Jawa Barat. Di kelas ringan, 60 kilogram, salah satunya adalah pemegang medali emas PON XXI/2024 di Pematangsiantar, Sumatera Utara, Reka Mariana Kasibulan dari Kabupaten Bekasi.
Menurut persoalia Pertina Kabupaten Bekasi, Jemi Riswana, Reka Kasibulan akan bergabung dengan Tim Jawa Barat. Kelas welter putra Valentino Atu, juga dari Kabupaten Bekasi, bergabung dengan Tim Jawa Barat.
Baca Juga
Advertisement
Di kelas welter ringan, terdapat petinju kuat yang memiliki pengalaman panjang, Lewi Candra Rupikora. Diikuti Reyhan Haryanto, Kadek Arya Lanang Wiguna, Muhammad Djallah.
Kelas welter, 67 kilgram putra Gilbert Surani harapan Bekasi, disusul Anthonius Obisuru, Valentino Atua remaja berbakat dari Kabupaten Bekasi.
Alfino Caesar Nanlohy dari Jawa Barat adalah pemegang medali perak kelas welter ringan PON Papua 2021, akan turun di kelas menengah.
Baca Juga
Advertisement
Di kelas menengah, 75 kilogram, ada Felix Siregar, yang akan bersaing dengan dua kali pengalaman ikut PON Alfino Caesar Nanlohy dari Jawa Barat. Michael Awuy dan Hadrian Kusuma akan memberikan kejuan.
Alfino Nanlohy yang mengaku sibuk kuliah dan sibuk latihan, menjadi salah satu calon juara kelas menengah.
Di kelas berat ringan, 80 kilogram, diikuti petinju lama Michael Manopo dari Dirgantara Jakarta, Michael Satolom, dan Stevan Soekarno. Terakhir kelas berat, 94 kilogram, diisi oleh Terence Lesmana dan Michael Paulo.
Baca Juga
Advertisement
Kabupaten Badung, Bali, datang dengan 20 petinju putra dan putri. Mereka didampingi tiga pelatih; Antoni Yagiriadi, Sebastianus Pantura, dan Yulius Loyor. Tokoh tinju dari Provinsi Kepulauan Riau, Erzon akan datang dengan petinju terbaiknya. Begitu pula dengan Markus Gea dari Pertina Kota Bekasi, menargetkan membawa pulang medali sebanyak mungkin. *