Berkunjung ke Rumah PW Affandy, Pemenang Lelang Buku George Foreman

AFFANDY VS FOTO FOREMAN
Tokoh tinju Jawa Timur, PW Affandy dan pigura besar, yang terdiri dari Hendropriyono, promotor A Seng, PW Affandy, George Foreman, dan Fadjar Siahaan. [Foto Ronde Aktual]

Rondeaktual.com – Pekan lalu penulis menjalankan liputan tinju ke Surabaya. Rasanya seperti pulang ke kampung halaman sendiri. Penulis pernah lebih satu dekade domisili Surabaya. Enam tahun di Kelurahan Karangmenjangan, menangani Redaksional Majalah Tinju Indonesia bersama juara kelas berat PON VII Setijadi Laksono. Lima tahun di Kelurahan Tegalsari ketika terikat kerja di koran harian pagi, sekaligus mendirikan Non-M Promotion untuk pertama kali menyelenggarakan Lomba Mengisi TTS Piala Wali Kota Surabaya pada tahun 1995.

Setelah meliput pertandingan tinju amatir di Gelora Pancasila Surabaya dan sebelum meneruskan perjalanan ke Solo, penulis mengunjungi kediaman Ketua Komisi Tinju Indonesia [KTI] Jawa Timur, PW Affandy, yang juga dikenal sebagai Wei Fan. Beliau terlihat sehat dan semangat di usia 84. Kami pernah sama-sama saat promotor A Seng menggelar konferensi pers untuk pertandingan Nurhuda, Abdi Pohan, Monod Arema Malang.

Pada era emas tinju pro Tanah Air, PW Affandy memenangkan lelang buku autobiography juara dunia kelas berat tertua George Foreman. PW Afandy menutup lelang dengan angka tertinggi Rp22 juta, di tengah berlangsungnya pertandingan tinju internasional di Gedung Go Skate Surabaya, Selasa, 22 Agustus 1995.

Advertisement

Lelang dipandu oleh Fadjar Siahaan [Ketua Panitia pertandingan tinju yang dipromotori A Seng Herry Sugiarto]. Tonny Soenanto, seorang pengurus KTI Jawa Timur, membuka lelang dengan Rp3.000.000. Hanya bertahan setengah menit, nilai lelang pecah. Penonton yang dikenal sebagai pengusaha kayu menawar Rp10.000.000. Ini juga tidak bertahan lama dan naik menjadi Rp15.000.000, yang datang dari seorang bankir.

Hening sejenak, PW Affandy yang didampingi Bendahara KTI Surabaya Mayor Tan mencoba menutup lelang dengan Rp20.000.000. Namun akhirnya PW Affandy menutupnya dengan tawaran tertinggi Rp22.000.000. Itu sangat fantastis.

Lelang disaksikan antara lain:

Advertisement

  • Gubernur Jawa Timur, H.M. Basofi Soedirman.
  • Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Imam Oetomo.
  • Ketua Umum KTI Pusat, Mayjen TNI Hendropriyono.
  • Ketua Umum PMTI Pusat, Eddy Pirih.
  • George Foreman bersama rombongan besarnya dari Amerika.
  • Setidaknya ada 5 Jenderal TNI aktif ikut menyaksikan jalannya lelang dan pertandingan tinju.

PW Affandy menyerahkan uang hasil lelang langsung kepada Ketua Umum KTI Pusat, Mayjen TNI Hendropriyono. Uang dipergunakan untuk mengisi kekosongan yang masih ada di dalam pertinjuan Indonesia.

Foto kenangan lelang buku di atas ring terpajang indah di ruang kerja PW Affandy. Ia memanggil staf untuk menurunkan foto [lihat gambar].

PW Affandy adalah pelaku olahraga beladiri. Ia berlatih untuk membentuk tubuhnya menjadi berotot dan kuat.

Advertisement

“Sampai sekarang saya masih olahraga,” katanya. “Olahraga ringan di rumah saja. Tubuh kita perlu bergerak,” ia menambahkan.

PW Affandy menjelaskan, dirinya masih terus mengikuti perkembangan tinju. Sangat prihatin dengan kondisi sekarang. Kita tidak lagi memiliki juara dunia.

PW Affandy mulai masuk tinju pro sebagai manajer Inra Boxing Camp Surabaya, pada tahun 1985. Salah satu petinjunya adalah Suwarno, yang menjadi juara Indonesia kelas menengah dan juara OPBF. Ia ikut mendukung pertandingan besar kejuaraan WBC Junior dua hari dua malam yang diselenggarakan promotor Herman Sarens Soediro di Istora GBK Senayan Jakarta dan beberapa pertandingan internasional di Surabaya.

Advertisement

Dari manajer tinju, PW Affandy menjadi Ketua KTI Surabaya. Kemudian Ketua KTI Jawa Timur, sampai sekarang. Ia adalah salah satu tokoh tinju tertua saat ini. Untuk urusan tiju, ia sudah memberikan hidunya selama lebih 40 tahun tanpa putus.

Sekarang PW Affandy lebih banyak menghabiskan waktunya untuk terapi kesehatan.

“Saya susah tidur,” katanya. “Kalau sudah memasuki pagi mulai mengantuk dan tidur. Saya tidak mau minum obat tidur. Saya terapi saja,” ujar PW Affandy, yang memiliki hobi mengoleksi foto. Ruang kerjanya penuh gambar bersama tokoh masyarakat, tokoh olahraga, pejabat, politikus, dan para jenderal. Foto lelang buku George Foreman digantung agak tinggi. Sangat indah. *

Advertisement