Rondeaktual.com – Menjelangakhir Juni 2026, penulis tiga hari meliput pertandingan tinju amatir Piala Wali Kota Surabaya, yang dipusatkan di Gelora Pancasila, Jalan Indragiri.
Di sana, penulis bertemu dengan sejumlah mantan petinju, yang kebanyakan sengaja memakai topi untuk menutupi rambut yang terus menipis di makan usia.
Setiap hari penulis bertanya tentang keberadaan Andrian Kaspari, mantan juara amatir dan juara profesional. Seorang mantan pemain Persebaya, Ronald Pieter, menjelaskan bahwa orang yang penulis cari masuk malam.
Baca Juga
Advertisement
Setiap malam penulis bertanya dan mencari Andrian Kaspari. Akhirnya bertemu pada malam ketiga, pas malam final tinju Piala Wali Kota. Andrian Kaspari duduk di bangku tribun dengan posisi menunduk sambil memerika hp.
Andrian Kaspari adalah mantan petinju pro dari Pirih Boxing Camp Surabaya. Dipandang sebagai salah satu “Raja KO”. Dia sangat diharapkan bisa menjadi juara dunia dan sia-sia, menyusul kekalahan KO pada ronde ketiga di tangan juara dunia IBF kelas bantam Tim Austrin [Amerika Serikat], yang berlangsung di Las Vegas Hilton, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 30 Mei 1998.
Tidak bermaksud untuk menyalahkan siapa pun, Andrian Kaspari bicara begini: “Saya ingat, pertandingan itu berlangsung cepat. Pada ronde kedua, saya memiliki peluang tetapi saya jatuh pada ronde ketiga. Kaget dan langsung bangun. Seharusnya tidak begitu. Biarkan saja wasit menghitung sampai enam baru berdiri. Ini tidak, saya langsung berdiri, karena sebelumnya saya tidak pernah mengalami knock down. Waktu langsung berdiri, posisi kaki tidak pas. Wasit melihat seperti oleng dan di situlah wasit langsung menghentikan pertandingan. Tidak ada hitungan, tahu-tahu dihentikan. Menurut saya, Itulah perlunya pengalaman. Saya mungkin terlalu cepat diorbitkan kejuaraan dunia. Seharusnya lawan yang peringkat dulu, biar matang.”
Advertisement
Pada kejuaraan dunia tersebut, Andrian Kaspari didampingi:
- Mario Lumacad, pelatih asal Filipina yang terikat kontrak dengan Pirih Boxing Camp Surabaya.
- Yani Malhendo, seorang petinju yang bertugas sebagai asisten Mario Lumacad.
- Joppy Limahelu, hakim tinju dari Indonesia.
- Kasyan, paman Andrian Kaspari.
- A Seng, promotor Andrian Kaspari, seorang wartawan, dan seorang jenderal.
“Di kejuaraan dunia itu, Andrian Kaspari mendapat bayaran berapa?” tanya penulis.
“Saya dibayar sepuluh ribu dolar. Uangnya dan uang dari hasil tinju sebelumnya saya belikan tanah, rumah, dan mobil bekas. Mobilnya sudah saya jual.”
Baca Juga
Advertisement
Masih tentang kejuaraan dunia di Las Vegas. Menurut Andrian Kaspari, pelatih Mario Lumacad berjanji begini: “Pak Mario bilang, kalau saya punya peluang menjadi juara dunia di Las Vegas. Kalau kamu kalah, saya akan pulang ke Filipina. Lantaran saya kalah, akhirnya Pak Mario Lumacad kembali ke negaranya. Berikutnya saya ditangani pelatih Pak Kuntadi Djajalana. Beberapa tahun kemudian saya pensiun dari tinju.”
Berhenti tinju, Andrian Kaspari sempat tidak memiliki pekerjaan Beberapa tahun terakhir, ia bekerja sebagai satuan pengamanan [satpam] di Gelora Pancasila Surabaya.
“Gaji sebagai satpam saya bawa ke rumah untuk makan dan menyekolahkan anak. Saya tidak seperti teman-teman yang terjun sebagai pelatih. Saya tidak berbakat. Waktu saya habis di pengamanan saja.”
Baca Juga
Advertisement
Kejuaraan Dunia Andrian Kaspari di Las Vegas Hilton
- Andrian Kaspari menderita kekalahan pahit TKO pada ronde ketiga yang sudah berjalan 1 menit dan 57 detik dihantam juara dunia IBF kelas bantam Tim Austin [Amerika Serikat].
- Berlangsung di Las Vegas Hilton, Las Vegas, 30 Mei 1998.
- Supervisor: Robert Lee Jr [Amerika Serikat].
- Wasit Mills Lane [Amerika Serikat].
- Hakim A: Bill Graham 18-20, untuk Tim Austin.
- Joppy Limahelu [Indonesia] 19-19.
- Dave Moretti [Amerika Serikat] 18-20, untuk Tim Austin.
Pertandingan Internasional Andrian Kaspari, antara lain:
Juli 1995: Menang angka 10 ronde atas Vadim Safin [Rusia].
Baca Juga
Advertisement
Juli 1996: Menang KO atas Visuth Chuvatana [Thailand].
Desember 1996: Menang KO atas Sairung Suwanasil [Thailand].
Februari 1997: Menang TKO atas Joel Junio [Filipina].
Baca Juga
Advertisement
Maret 1997: Menang KO atas Edgar Maghanoy [Filipina].
April 1997: Menang KO atas Jattinan Banghajaruporn [Thailand].
Agustus 1997: Menang TKO atas Maxim Pugachev [Rusia], kejuaraan IBF Inter-continental kelas bantam.
Baca Juga
Advertisement
November 1997: Menang KO atas Yodeching Akaradet [Thailand].
Desember 1977: Menang angka atas Somchai Thonnangyang [Thailand].
Juli 1999: Menang TKO atas Alexander Yurikov [Rusia].
Baca Juga
Advertisement
Bangkok, Thailand, Desember 1999: Kalah angka melalui pertandingan 12 ronde melawan Prayat Suwaingam [Thailand]. Ini adalah Kejuaraan IBF Inter-continental kelas bulu yunior. Hakim Rustam Hunowu [Indonesia] 117-115 untuk Andrian. Winay Poporn [Thailand] 115-117 dan John Wright [Australia] 115-116, keduanya untuk petinju tuan rumah.
Andrian Kaspari Melawan Petinju Indonesia, antara lain
Mei 1994, Surabaya: Mengalahkan Franky Mamuaya [Sulawesi Utara].
Baca Juga
Advertisement
Surabaya, Juli 1994: Mengalahkan Rudy Lakui [Satria Kinayungan Jakarta].
Jakarta, Januari 1995: Menang KO ronde pertama melawan Agus Ekajaya [Sawunggaling Surabaya]. Andrian merebut sabuk juara Indonesia kelas bantam.
Surabaya, Mei 1995: Mengalahkan Albert Resiley [Jakarta].
Baca Juga
Advertisement
Surabaya, Desember 1995: Mengalahkan Steven Togelang [Benteng AMI/ASMI Jakarta].
Surabaya, Januari 1996: Mengalahkan Amir Hasim [Jakarta].
Surabaya, November 1996: Menang TKO atas Ahmad Fandi [Dhori Malang].
Baca Juga
Advertisement
Jakarta, 17 Mei 2002: Menang angka atas juara Indonesia kelas bulu yunior Virgo Warouw [PP Tangerang]. Banyak penonton meninggalkan tempat duduknya dengan muka tertunduk akibat kalah taruhan.
Baca Juga
Advertisement
Tentang Andrian Kaspari
- Nama: Andrian Kaspari.
- Domisili: Wonorejo, Surabaya.
- Tempat dan tanggal lahir: Simogunung, Surabaya, 17 Juli 1972.
- Usia: 54 tahun.
- Istri: Indah Setianingsih.
- Anak: Muhammad Shandy Andrian 21 tahun, Syifa Aulia Andrian 16 tahun, dan Muhamad Reyhan Andrian.
- Nama sasana amatir: Spir Surabaya.
- Pelatih di amatir: Slamet Mukmin dan manajer Koesnandar.
- Prestasi amatir: Merebut medali emas Kejurnas yunior di Tangerang 1990.
- Nama sasana pro: Pirih Boxing Camp Surabaya.
- Pelatih pro: Mario Lumacad [Filipina], Kuntadi Djajalana.
- Gaya bertinju: Orthodox [tangan kiri di depan dan tangan kanan di belakang].
- Julukan: KO King.
- Prestasi: Juara Indonesia kelas bantam dan kelas bulu yunuior, juara IBF Inter-continental kelas bantam, dan penantang gelar dunia IBF.
- Rekor: Menang-kalah-seri 24-5-1 [21 dengan KO]. [Finon Manullang]