Luar Biasa! Boido Simanjuntak Berhasil Membawa Tinju ke SMP 1 Tanjungbalai

BOIDO SIMANJUNTAK VS DEPE BOKIN
Ibu Sito, Boido Simanjuntak, Kepala Sekolah SMP N 1 Tanjungbalai Sri Gunawan Tarigan, S.Pd, Senin, 3 Agustus 2026.

Rondeaktual.com – Entah bagaimana mula ceritanya, tiba-tiba terdengar berita bahwa petinju profesional satu-satunya di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Boido Simanjuntak, berhasil membawa tinju ke SMP 1 Tanjungbalai.

Itu luar biasa. “Bapak Kepala Sekolah [Sri Gunawan Tarigan, S.Pd] sudah buka izin untuk pelatihan boxing di SMP 1 Tanjungbalai,” kata Boido Simanjuntak di Tanjungbalai, dihubungi melalui ponselnya, Senin malam, 3 Agustus 2026.

Boido Simanjuntak, mantan juara Indonesia kelas bantam, meneruskan: “Besok [Selasa, 4 Agustus] pagi, saya disuruh hadir di lapangan untuk perkenalkan diri ke semua siswa-siswi SMP Negeri 1 Tanjungbalai.”

Advertisement

Apakah Anda bisa bangun pagi?

“Saya biasa bangun jam lima pagi. Besok pagi saya sudah di sana. Jumpa para pelajar itu. Saya senang, gagasan untuk memperkenalkan boxing diterima.”

Naik apa ke sana?

Advertisement

“Mobil tak punya, naik motorlah. Nanti dibonceng sama adik ipar Jefril Sitio, dia juga petinju, baru main di Australia.”

Pakai apa besok?

“Saya akan datang dengan pakaian bagus, biar stedi. Pokoknya kerenlah, lengkap sepatu. Saya akan memperkelkan, inilah jab, inilah straight. Kira-kira begitulah pelajaran awal.”

Advertisement

Tahun terakhir Boido Simanjuntak fokus membina tinju Kota Tanjungbalai. Melalui tiga putranya, Boido Simanjuntak mengantar ke berbagai pertandingan dan berhasil membawa pulang begitu banyak medali dan piagam.

Prestasi itu membuat Choky Simanjuntak, putra tertua Boido Simanjuntak, naik daun di SMP Negeri I Tanjungbalai. Kepala Sekolah, Sri Gunawan bangga dan tertarik atas capaian yang diperoleh Choky Simanjuntak.

“Bapak Kepala Sekolah panggil Choky dan tanya soal tinju. Choky bilang, pelatihnya adalah Boido Simanjuntak, ayah Choky. Dari situlah saya masuk memperkenalkan tinju,” katanya.

Advertisement

“Berapa dibayar?”

“Belum. Kami belum bicara uang,” balas Boido Simanjuntak, yang sering naik ring di Jakarta dan kota lainnya, termasuk berkali-kali mengikuti pertandingan di luar negeri.

“Tinju sudah diterima dan mungkin akan menjadi kurikulum baru di sana, ini yang pertama. Kedua, supaya para siswa dan siswi sehat bugar berprestasi. Ketiga, saya kira ini salah satu yang paling penting, supaya jauh dari kenakalan remaja seperti tawuran.”

Advertisement

Rencana latihan tiga kali dalam seminggu. Bisa Senin, Rabu, Jumat, atau Selasa, Kamis, dan Sabtu.

BOIDO SIMANJUNTAK DEPE ANAK

BOIDO DAN SIKKAT RONDEAKTUAL

Boido Simanjuntak Berhenti Jual Nanas

Untuk mengantar ketiga putranya meraih medali emas dan berbagai piagam, Boido Simanjuntak harus menutup sumber kehidupannya dari Pasar TPO Munja [pusat penjualan barang seken].

Advertisement

“Sibuk latihan tinju, saya berhenti jualan nanas di pasar, juga berhenti jualan tas. Nanti kalau waktu sudah ada, saya jualan lagi. Saya jualan di pinggir jalan. Saya tidak punya kios atau toko.”

Kalau ada preman datang mengutip pajak liar, Boido Simanjuntak tidak pernah menolak, atau pura-pura menjauh. “Dari saya sepuluh ribu. Kalau ada minta nanas, saya kasih dua. Gratis. Kalau ada yang datang minta uang cepek misalkan, saya pasti keberatan. Lebih baik ajak betumbuk, pasti dia kalah. Saya petinju dia bukan. Cuma di sini tidak ada preman. Di pasar orangnya baik semua.”

Teruslah berkarya melalui olahraga tinju, Boido Simanjuntak. Semoga Kota Tanjungbalai menghasilkan juara tinju yang hebat. [Finon Manullang, foto milik Boido Simanjuntak]

Advertisement