Nasib Awie Nepa: Dari Punya Mobil Sampai Pengangguran

MASUDIN ALWI
Awie Nepa, mantan petinju Sawunggaling Boxing Camp Surabaya, sekarang sedang tidak bekerja.

Rondeaktual.com – Masudin Alwi alias Awie Nepa adalah mantan petinju Sawunggaling Boxing Camp Surabaya. Ia bertanding pada era emas tinju pro siaran langsung di berbagai televisi. Terakhir menjalani laga delapan ronde melawan Julius Baga di Studio Indosiar, Jakarta, Mei 2004.

“Sejak kalah melawan Julius Baga, saya pensiun dari tinju,” kata Awie Nepa di Surabaya. “Dari tinju tidak menghasilkan apa-apa, tetapi tetap bangga kalau saya pernah menjadi petinju. Setelah berhenti tinju, saya bekerja sebagai sekuriti. Saya menabung dan bisa membeli mobil. Saya menjadi driver di Bandara Juanda. Menjadi supir taksi selama bertahaun-tahun sampai akhirnya datang musibah,” Awie Nepa berhenti bicara. “Musibah tabrakan membuat saya harus menjual mobil, yang berujung menjadi pengangguran sampai sekarang.”

Awie Nepa selalu berusaha untuk mendapat pekerjaan. Namun selalu kalah dalam bersaing, mengingat usia sudah tidak muda lagi, 45 tahun.

Advertisement

Awie Nepa memiliki kisah unik sebelum menjadi petinju. “Dari kecil saya selalu diajak nonton pertandingan oleh bapak saya, yang memang gila tinju. Ke mana pun, saya diajak beliau nonton   sampai sering diadu dengan orang yang jumpa bapak di jalan. Bapak tidak kenal tapi ditarungkan dengan saya, ha ha ha…!”

Kisah tadi mendorong Awie Nepa belajar olahraga tinju. “Saya latihan di Sawunggaling, sasana tinju terkenal dan terkuat pada eranya. Saya dilatih oleh coach Bagus Dwi Jayanto, mungkin setahun lalu dilatih coach Wiro suwandi.”

“Naik ring pertama melawan Lato Vegas dari Amphibi Sidoarjo. Saya masih sekolah waktu itu dan menang. Lawan terakhir adalah Julius Baga saat main di Indosiar, saya kalah angka.”

Advertisement

AGUS EKAJAYA AWI SAWUNGGALING FBAgus Ekajaya dan Awie Nepa.

Tentang Awie Nepa

Nama: Masudin Alwi.

Nama ring: Awie Nepa.

Advertisement

Tempat dan tanggal lahir: Suraaya, 27 Juli 1981 [sekarang berusia 45 tahun].

Domisili: Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya.

Nama istri: Sri Rahayu.

Advertisement

Anak: Kenaya Bilkiz, Alter Kenanza.

Pekerjaan: Sekuriti [setelah pensiun dari tinju] kemudian driver dan sekarang tidak ada pekerjaan.

Prestasi tinju: Peringkat 1 kelas bulu Indonesia, juara wishu Kejurda Jatim 2003.

Advertisement

Bayaran tertinggi tinju pro: Rp 4.000.000. [Foto milik Awie Nepa Sawunggaling]