Wawancara Daud Yordan: Belajar Promotor dari Raja Sapta Oktohari

daud yordan cover rekor
Daud Yordan, dengan rekor menang-kalah 43-4, 31 KO, akan menghadapi kidal Filipina Ador Torres dengan rekor menang-kalah-seri 15-8-2, 11 KO, di GOR Terpadu Ayani Pontinak, Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Rondeaktual.com – Daud “The Boxing Senator” Yordan, 39 tahun, membuat langkah baru sebagai promotor. Anggota DPD RI, Daud Yordan menjadi orang kedua setelah Thomas Americo sebagai petinju yang mempromotori langsung pertandingannya sendiri.

Dahulu, di GOR legendaris Pulosari, Malang, Jawa Timur, Thomas Americo menjadi petinju pertama yang mempromotori pertandingannya, melawan Supriyo [Sawunggaling Surabaya] dalam kelas welter 10 ronde, yang berakhir seri tanpa pemenang berbau sangat kontroversial menimbulkan suruh sekitar 10 menit di pinggir ring.

Tidak lama lagi, atau dua hari ke depan, di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Kalimantan Barat, Daud Yordan akan maju sebagai promotor. Ini pertama kali Daud sebagai promotor.

Advertisement

“Saya belajar banyak dari promotor Raja Sapta Oktohari [sekarang Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia]. Beliau adalah promotor saya di berbagai pertandingan internasional. Beliau ikut mendampingi saya saat bertanding dari satu negara ke negara lain. Pak Oktohari mengajari saya tentang banyak hal,” kata Daud Yordan menjawab pertanyaan dari siapa belajar promotor. Berikut wawancara Daud Yordan, melalui ponselnya, Rabu, 7 Oktober 2026.

DAUD YORDAN VS OKTOHARIJuara IBA world kelas welter yunior Daud Yordan dan Raja Sapta Oktohari di Batu, Jawa Timur, 17 November 2019.

daud yordan upper cutUpper cut kanan Daud Yordan.

Advertisement

Bagaimana persiapan Anda dalam menghadapi kidal Filipina, Ador Torrres di Pontianak, akhir pekan ini.

Saya sangat siap. Pertandingan ini saya hadapi selama tiga bulan. Saya berlatih di banyak tempat, terutama di Kalimantan Barat dan Jakarta dan sekitarnya. Petinju daerah dan petinju level nasional sangat membantu saya dan terima kasih. Pertandingan sudah dekat. Sekarang fokus menjaga kondisi.

Siapa yang memilih Ador Torres sebagai lawan Daud Yordan?

Advertisement

Nama itu datang dari rekomendasi badan tinju Asia, bukan dari saya. Saya menerimanya sebagai lawan tepat. Rekornya cukup menjanjikan [menang-kalah-seri 15-8-2, 11 dengan KO]. Itu tantangan bagi saya. [Rekor Daud menang-kalah 43-4, 31 dengan KO, 1 no contest].

Bagaimana prediksi Anda, mungkinkah terjadi knockout?

Saya kita begitu. Saya akan tetap menjalankan strategi yang disiapkan oleh tim. Saya akan menyerang sejak bel pertama terdengar. Saya tidak mau menunggu terlalu lama. Di awal ronde saya sudah langsung ambil agar bisa memenangkan pertandingan. Saya tidak mau pertandingan ini terlalu lama.

Advertisement

Setelah pertandingan 10 Oktober, bagaimana berikutnya?

Saya akan terus maju sebagai promotor. Jalan saya [sebagai promotor] masih lama. Saya sangat mencintai tinju. Saya hidup dari tinju. Saya dikenal dari tinju. Saya sudah memulai olahraga ini dari tingkat paling bawah. Saya pernah menjadi penghuni pelatnas panjang di Ragunan, tingkat yunior, era Ketua Umum Pertina, Bapak Nono Sampono, yang terus mendorong saya, sampai sekarang. Om Hengky [Silatang] juga begitu, selalu menyemangati.

Tahun depan akan ada pertandingan tinju yang selama ini belum pernah terjadi di sini. Ini akan menjadi sejarah bagi perjalanan tinju Indonesia.

Advertisement

Tahun depan bisa jadi Daud Yordan Promotions tiga kali menyelenggarakan pertandingan. Kita lihat saja nanti.

Kapan Daud Yordan Promotions mendatangkan bintang tinju Filipina, kidal Manny Pacquiao untuk menghadapi Daud Yordan?

Tunggu saja, akan ada peristiwa besar. Peristiwa yang sangat bersejarah. Siapa yang akan kami datangkan, mohon maaf saya tidak sebut nama. Tunggu saja, pertandingan yang sangat bersejarah akan terjadi.

Advertisement

Sekali lagi, saya tidak sebut nama, tetapi kami sudah mengadakan pertemuan. Sudah ada deal-deal. Sudah membicarakan bagaimana pertandingan itu akan berlangsung, untuk amal atau tinju komersial, atau tinju persahabatan. Peluangnya sangat besar terjadi.

Bagaimana dengan waktu.

Saya disiplin. Lingkungan keluarga sangat mendukung. Saya bisa membagi waktu, sebagai petinju, promotor, DPD RI, Ketua KONI Kalbar, ketua organisasi tokoh masyarakat, ketua organisasi pemuda, tetap bisa mengatur waktu. Saya taat pada jadwal yang sudah tersusun.

Advertisement

Apa keinginan Anda, sementara perjalanan Anda sudah mencapai sukses besar.

Saya ingin menjadi inspirasi bagi banyak orang. Bisa mengatur dengan baik itu sangat penting. Perkara umur tidak terlalu pusing. Umur akan terus naik. Saya pikir banyak cara untuk meningkatkan kemampuan di dalam ring. Floyd Mayweather [juara dunia di lima kelas asal Amerika Serikat] dan Manny Pacquiao [juara dunia di berbagai kelas] mampu melakukannya.

Pada pertandingan 10 Oktober, banyak petinju baru yang naik ring. Ada pendapat?

Advertisement

Mereka kita siapkan dari sekarang. Banyak bertanding sangat bagus. Saya satu-satunya petinju yang menjadi promotor, di era sekarang. Di era sebelumnya mungkin sudah ada. Kehadiran saya sebagai promotor bisa membuka jalan bagi siapa saja yang ingin mengejar prestasi dunia. Kita memiliki banyak calon atlet. Saya sudah keliling Indonesia. Saya melihat, bakat itu harus diorbitkan. Bakat tidak boleh dibiarkan. Kasih kesempatan naik ring. Itulah tantangan bagi saya. Sebab tidak mudah untuk melangkah sebagai promotor.

Terakhir, dijawab terbuka bagus tidak dijawab juga tidak apa-apa. Berapa Anda dibayar untuk menghadapi petinju Filipina di Pontianak?

Minta maaf, soal bayaran tidak saya sebut di sini. Saya fokus kepada pertandingan. Ini yang pertama. Tontonan akhir pekan akan disaksikan banyak tokoh penting. Menteri, gubernur, anggota dewan, tokoh masyarakat, dan masih banyak. Tinju tidak akan berhenti. Saya akan terus jalan. [Finon Manullang, foto milik Daud Yordan]

Advertisement