Rondeaktual.com – Pekan lalu, viral berita peresmian Lembata Boxing Camp Lewoleba. Acara berlangsung di Kampung Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Mubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur [NTT].
Sasana tersebut ditangani oleh seorang guru, yang dikenal sebagai Willem Lojor, yang merupakan mantan petinju pro di Jakarta era tinju pasar malam Pekan Raya Jakarta [PRJ].
Willem Lojor, selain mantan petinju, juga seorang pelatih, manajer, dan puncaknya promotor, dengan rekor sudah 21 kali menggelar pertandingan di Jakarta dan NTT. Willem Lojor yang juga “bos sekuriti bank” adalah pendiri Lembata Boxing Camp Jakarta, yang dilengkapi ring tinju dan pernah bertahan di atas lahan kosong di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Baca Juga
Advertisement
Lembata Boxing Camp Jakarta dan Willem Lojor merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan sudah tidak asing lagi bagi penggemar tinju era siaran langsung di berbagai televisi pada awal tahun 2000 sampai pertandingan tinju pro dihapus dan hilang dari tayangan jam malam.
Sekarang Willem Lojor membuka Lembata Boxing Camp di kampung halamannya sendiri. Berdirinya Lembata Boxing Camp akan menjadi wadah pembinaan generasi muda. Lelaki yang memiliki suara khas ini domisili di Rusun Kebon Kacang, Jakarta Pusat, mengatakan: “Setiap tiga bulan, saya pulang kampung. Dari Jakarta ke Kupang kemudian naik pesawat lagi satu jam baru tiba di Lembata. Di sana ada pelatih tetap. Setiap hari menangani 16 calon juara.”
Baca Juga
Advertisement
Willem Lojor, mantan petinju, pelatih, manajer, promotor, dan pendiri Lembata Boxing Camp. Berkarya untuk olahraga tinju.
Lembata Boxing Camp Lewoleba
- Pusat Latihan: RT 10 RW 03, Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Mubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Pelindung: 1. Bupati Lembata, 2. Ketua DPRD Lembata, 3. Kepala Dinas PPO Lembata.
- Pembina: 1. Sulaeman Hamzah, 2. Fransiskus Xaverius Namang, 3. Lorens Keraf.
- Pengarah: 1. Wakil Bupati Lembata, 2. Ketua KONI Lembata, 3. Kapolres Lembata, 4. Donatus Ladjar.
- Manajer: Ignasius Ile Henakin.
- Pelatih: Ellyas Pical Namang, 2. Marsel Nuban alias Amay Cobra, 3. Ano Ikun.
- Penanggung jawab: 1. Willem Lojor, 2. Thimotius Pala Mete, 3. Richard Candra.
- Donatur pembangun sasana: 1. Dr. Suryadi Sasmita, 2. H. Sulaeman Hamzah, 3. Yuyu dan Natalie.
Komentar atas kehadiran Lembata Boxing Camp Lewoleba
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir: “Olahraga tinju merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Tinju memiliki keunikan tersendiri karena menuntut kemampuan mengoordinasikan tangan dan kaki secara bersamaan.”
Wakil Ketua I DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius Namang: “Tinju telah menemukan ruang baru untuk berkembang sebagai olahraga prestasi. Semoga sasana ini bisa melahirkan atlet besar.”
Baca Juga
Advertisement
Ketua KONI Lembata, Yeremias Ronaldy Sunur: “Pengembangan Lembata Boxing Camp membutuhkan dukungan tidak hanya dari pemerintah dan organisasi olahraga, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan.”
Willem Lojor, pendiri sasana: “Saya bangun sasana tinju bukan semata urusan tinju, tetapi untuk ikut membangun karakter generasi muda. Kalau suka berkelahi di jalanan, mending datang ke sasana supaya dilatih menjadi atlet tangguh. Kehadiran sasana ini menjadi impian saya sejak lama dan terima kasih sudah terdengar suara sirene saat peresmian sasana.”
Olahraga tinju memiliki filosofi yang kuat karena mengajarkan keberanian dan daya juang. “Semoga Lembata Boxing Camp Lewoleba bisa menghasilkan petinju besar seperti Ellyas Pical di masa lalu.”
Baca Juga
Advertisement
Sebagai informasi, kidal Ellyas Pical menjadi petinju Indonesia pertama merebut sabuk juara dunia, setelah memukul jatuh pada ronde kedelapan juara IBF kelas bantam yunior asal Korea Selatan, Ju Do Chun, di Jakarta, Jumat malam, 3 Mei 1985. Peristiwa itu sangat bersejarah bagi olahraga Indonesia. [Sumber Lembata Boxing Camp, foto dok lbc]