Jumpa Rahman Priyono dan Atman Wiratman di Gelora Pancasila Surabaya

PIALA WALI KOTA RAHMAN PRIYONO
Dari kiri: Rahman Priyono 64 tahun, Finon Manullang 68 tahun, dan kidal Atman Wiratman 64 tahun. Sekian puluh tahun tidak pernah bertemu, akhirnya jumpa di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu, 27 Juni 2026. [Foto Ronde Aktual]

Rondeaktual.com – Ketika menangani Redaksional Majalah Tinju Indonesia di Surabaya bersama juara kelas berat PON VII Setijadi Laksono, penulis pernah menjalankan liputan spesial Tim Pelatnas ke Mess Atlet KONI di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya. Ketika itu Tim Pelatnas dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Asia di Thailand 1985.

Di sana ada:

  1. Richard Pangkey, manajer timnas, asal Surabaya.
  2. Asriel Gootje Lubis, pelatih pelatnas, asal Medan.
  3. Musmar Sutan, pelatih pelatnas, asal Surabaya.
  4. Herry Maitimu, petinju kelas terbang ringan, asal Maluku, yang kemudian pindah ke Jambi.
  5. Atman Wiratman, kidal kelas terbang, asal Kediri.
  6. Rahman Priyono, kelas bantam, asal Madiun.
  7. Johni Asadoma, kidal kelas bulu, asal Denpasar.
  8. Urbanus Manatar, kelas ringan, asal Semarang.
  9. Sonny Arwam, kelas welter, asal Jayapura.

Itu liputan 41 tahun yang lampau dan tiba-tiba jumpa Atman Wiratman dan Rahman Priyono di tengah berlangsungnya pertandingan tinju amatir di Gelora Pancasila, Jalan Indragiri, Surabaya, Sabtu, 27 Juni 2026.

Advertisement

Di kepala ini tidak pernah membayangkan pertemuan dengan Atman Wiratman dan Rahman Priyono, karena keduanya domisili jauh dari Surabaya. Penulis hanya membayangkan bakal bertemu dengan mantan juara IBF Intercontinental kelas bantam Andrian Kaspari, karena bekerja sebagai pengawas atau keamanan Gelora Pancasila. Andrian bekerja di sana atas usaha Bu Risma atau dikenal sebagai Tri Rismaharini yang pernah menjabat Wali Kota Surabaya dua periode tahun 2010 hingga tahun 2020.


Di masa mudanya, Atman Wiratman dan Rahman Priyono bertanding di Kejuaraan Nasional [Kejurnas] dan Pekan Olahraga Nasional [PON]. Keduanya berkali-kali mewakili Pertina Jawa Timur. Perjalanan karier tinju keduanya sangat membanggakan.

“Saya ikut bertanding di PON tapi tidak mendapat medali,” kata Atman Wiratman, sekarang domisili Gresik. Pada Kejurnas Surabaya 1983 dan Kejurnas Lampung 1984, Atman Wiratman memenangkan medali emas.

Advertisement

Atman adalah kelahiran Kediri, 12 November 1962. Ia berlatih tinju di Sasana Airlangga Kediri dan Bina Satria Surabaya. Sudah mengoleksi lebih 25 medali emas dan sejumlah piala petinju harapan, petinju terbaik, petinju favorit. Atman Wiratman merupakan raja kelas terbang Jawa Timur. Tidak tersamai sampai sekarang.

Di Gresik, Atman tidak memiliki pekerjaan dan sempat mendapat tugas menjaga sudut biru Piala Wali Kota Surabaya 2026. Tugas dua hari dan katanya, sudah cair.

PIALA WALI KOTA RAHMAN VS ATMANDua sahabat dua legenda; Rahman Priyono dan Atman Wiratman.

Advertisement

PIALA WALI KOTA ATMAN BLUE

RAHMAN PRIYONO MINGGU 28 JUNI 2026

Rahman Priyono Pelihara Kambing di Madiun

Rahman Priyono adalah kelahiran Madiun, 23 Oktober 1962. Ia berlatih tinju di Garuda Putih Madiun dan diteruskan di Bina Satria Surabaya milik Richard Pangkey.

Advertisement

Rahman yang berbakat besar adalah peraih medali perunggu kelas bulu PON XI/1985 Jakarta, dalam semifinal kalah melawan juara Apelles Letty [Maluku]. Sebelumnya, pada Pra PON Lampung sekaligus Kejurnas 1984, Rahman merebut medali emas.

“Saya dua kali mengikuti pertandingan Piala Presiden di Jakarta,” kata Rahman Priyono. “Tidak menghasilkan apa-apa, tapi sempat menang dua kali. Setelah itu saya pensiun dari tinju.”

Rahman Priyono mencoba meneruskan karier sebagai pelatih di Madiun. “Sebagai pelatih kecil saja. Tidak sampai melambung,” katanya. “Saya dengan Atman sama, sama-sama pengangguran. Tidak punya pekerjaan tetap. Usaha sana dan sini. Saya di Madiun, Atman sekarang di Gresik.”

Advertisement

Untuk melawan waktu, Rahman Priyono tetap menjalankan aktifitas di Madiun dengan cara memelihara kambing.

“Kambing saya ada tiga, termasuk dua anaknya yang masih kecil, baru dua bulan. Kalau sudah besar dijual biar ada uang masuk,” ujarnya. Rahman harus mencari rumput untuk makan kambing. Luar biasa kemauannya. *

Advertisement