Rondeaktual.com – Sedih mengabarkan berita duka atas meninggalnya mantan Humas PP Pertina dua periode, Bapak H. Diapari Sibatangkayu,SE, MSi, 63 tahun.
Sahabat dekat almarhum, Yoyok Budoyo Pracahyo mengabarkan, Diapari yang juga Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, meninggal akibat sakit jantung di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 10.40 WIB. Rumah duka di Jalan Raya Condet 66 Awi Nomor 28, Jakarta Timur.
Diapari Sibatangkayu lahir di Padangsidempuan, Sumatera Utara, 8 Mei 1963. Di sana ia mulai belajar tinju. Karena mengalami cidera tulang, menolak meneruskan karier sebagai petinju.
Baca Juga
Advertisement
Di Jakarta, Diapari menekuni karier menulis sebagai wartawan tanpa putus sampai menghembuskan napas terakhir.
Diapari Sibatangkayu masuk Pertina ketika Setya Novanto memimpin organisasi tinju amatir untuk masa jabatan 2007-2011.
Pada kepengurusan Ketua Umum Reza Ali masa bakti 2012-2016, Diapari meneruskan perhatiannya untuk tinju amatir. Dua periode sebagai Humas PP Pertina, adalah bukti bahwa hatinya tidak pernah jauh dari tinju.
Baca Juga
Advertisement
Salah satu karya indah ketika Diapari menciptakan Mars Pertina “Jayalah Pertina”. Prestasi itu mengantarnya menerima penghargaan pada saat berlangsung Munas ke-19 Pertina di Jakarta. Malam itu PP Pertina hanya memberikan empat penghargaan dan salah satunya kepada Diapari Sibatangkayu, yang dikenal akrab dan seorang pemain musik yang sangat menghormati setiap lawan bicaranya.
Selamat jalan mantan dua kali Humas PP Pertina, Bapak H. Diapari Sibatangkayu.
Baca Juga
Advertisement
PWI Pusat Berduka
Dunia pers nasional berduka. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. “Innalillahi wa inna ilahi raji`un. PWI sangat kehilangan. Almarhum sosok wartawan senior yang memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas tinggi. Kontribusinya di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi,” ujar Akhmad Munir.
Sementara, Sekjen PWI Pusat, M Selamet Susanto, mengenang almarhum sebagai figure hangat dan aktif mengawal roda organisasi. “Beliau bukan hanya jurnalis senior, tetapi organisatoris ulung,” katanya.
Baca Juga
Advertisement
Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S Depari, mengatakan rekam jejak panjang almarhum dalam menjaga marwah profesi. “Kami sangat kehilangan rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Perjalanan karier dan kepemimpinannya menjadi teladan bagi generasi penerus,” ucap Atal S Depari. *