Rondeaktual.com – Pengurus Besar Tinju Indonesia [Perbati] berjanji akan meneruskan pemusatan latihan [pelatnas] untuk sejumlah petinju muda Indonesia.
“Kejuaraan Asia di Gedung Basket GBK Senayan, menghasilkan satu medali emas,” kata Sekjen Perbati, Hengky Silatang. “Itu sangat memuaskan. Untuk pertama kali Indonesia merebut medali emas dari tinju putri. Kalau dari tinju putra sudah pernah dan kebanggaan bagi kita semua.”
Seperti diketahui, melalui Kejuaraan Asia U-19 dan U-23 yang berlangsung di Jakarta, 5 hingga 16 Juli 2026, Indonesia berhasil merebut medali melalui:
Baca Juga
Advertisement
- Anggie Intania, putri, asal DKI Jakarta, kelas 48 kilogram, U-19, merebut medali emas.
- Dira Artika, putri, asal Lampung, kelas 57 kilogram, U-19, merebut medali perak.
- Lindasari Maililin, putri, asal DKI Jakarta, kelas 48 kilogram, U-23, merebut medali perunggu.
- Maria Manguntu, putri asal Sulawesi Utara, kelas 65 kilogram, U-23, merebut medali perunggu.
- Joshua Lahindo, putra, asal DKI Jakarta, kelas 60 kilogram, U-19, merebut medali perunggu.
- Viktor Wengkang, putra, asal Sulawesi Utara, kelas 65 kilogram, U-19, merebut medali perunggu.
- Riko Prayogi, putra, asal Lampung, kelas 85 kilogram, U-23, merebut medali perunggu.
Dira Artika [medali perak kelas bulu], Anggie Intania [medali emas kelas terbang ringan], dan Hengky Silatang [Sekjen Perbati].
“Semua petinju yang bertanding di Kejuaraan Asia Jakarta, akan kita pulangkan ke daerah masing-masing. Para atlet akan menikmati hari bahagianya selama sepuluh hari. Setelah itu Perbati akan melakukan pemanggilan untuk menjalani pemusatan latihan,” ujar Hengky Silatang.
Tidak semua petinju dipanggil ulang untuk menjalani pelatnas. “Nanti akan kita lihat, siapa saja yang berpotensi untuk dipanggil,” katanya.
Baca Juga
Advertisement
Pelatnas diperlukan untuk menghadapi pertandingan internasional di luar negeri.
“Di sana begitu banyak pertandingan. Kalau kita ingin lebih baik, kita harus mengikuti pertandingan. Jam terbang sangat penting untuk mendorong petinju mencapai prestasi tinggi. India maju pesat karena mereka disiplin mengirim petinju ke luar negeri. Dalam setahun, India bisa mengikuti lima belas pertandingan luar negeri. Mereka matang di kompetisi. Kalau mau maju memang harus begitu,” tutupnya. *
Baca Juga
Advertisement