Rondeaktual.com – Ketua Umum Komisi Tinju Indonesia [KTI], Anthon Sihombing secara lisan resmi memecat Plt Sekjen Yosua Hamilton. Pemecatan diumumkan di hadapan sedikit pengurus sebuah kafe di Jalan Tawes, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 6 Juli 2026.
Yosua Hamilton mengawali karier sebagai wasit baru KTI, yang pernah membuat keputusan salah ketika menghitung petinju yang berdiri. Tinju pro melarang wasit memberikan hitungan berdiri.
Karier Yosua melejit dengan cepat, setelah menjumpai Anthon Sihombing, yang akhirnya mendapat kepercayaan besar untuk mengatur pertandingan versi KTI.
Baca Juga
Advertisement
Pemecatan Yoshua Hamilton membuat sejumlah wasit senior tertawa terbahak-bahak melampiaskan rasa puas atas keputusan ketua umum menjatuhkan pemecatan.
“Josua Hamilton telah diberhentikan dengan cara tidak hormat,” kata wasit senior dari KTI Jember, H. Dawam Ali. Sementara, wasit senior lainnya Erik Suwarna dan Reinhard Sitompul, menyebut pemecatan Yosua Hamilton terkesan terlambat.
“Keputusan Ketua Umum sangat tepat,” kata wasit senior Prasetya Catur Widodo dari KTI Malang. “Tidak boleh lagi ada orang yang mengacak-acak aturan KTI,” tambah Widodo.
Advertisement
Rondeaktual.com menghubungi Anthon Sihombing dan Yosua Hamilton. “Saya masih di Samosir,” hanya itu yang disampaikan Anthon Sihombing melalui pesan singkat WhatsApp.
“Dia [Anthon Sihombing] tidak pernah menyampaikan pemecatan saya,” kata Yosua Hamilton di Jakarta, melalui ponselnya. “Saya tahu dari teman-teman. Sepahit apa pun, pemecatan itu saya terima. Semoga ke depan KTI bisa lebih maju,” sambungnya.
Ditanya tentang penataran wasit/hakim di sasana Santana Boxing Kepanjen, Malang, Jawa Timur, yang setiap peserta disuruh harus membayar Rp1 juta, Yosua seakan tidak mengerti. “Saya ke sana datang untuk menjalankan tugas,” jawab Yosua Hamilton.
Baca Juga
Advertisement
Wasit Reinhard Sitompul, yang menjadi pendamping dekat Yosua Hamilton ke mana-mana, membantah dirinya terlibat menerima uang dari hasil penataran wasit/hakim di Santana Kepanjen. Penataran diikuti 20 peserta dan tuan rumah Amin Santana mengaku hanya menyediakan tempat.
Pemecatan Yosua Hamilton disampaikan wasit senior Erik Suwarna, mewakili Ketua Umum KTI Pusat, Anthon Sihombing. “Banyak masalah. Yosua Hamilton ngawur. Tidak terbuka. Tidak pernah melapor kepada Ketua Umum. Tidak memakai regulasi KTI,” ujar Erik Suwarna, yang menjadi juru bicara pemecatan Yosua Hamilton. Ia meneruskan: “Ini anak harus diberhentikan dengan tidak hormat. Surat pemecatan akan dikeluarkan dan akan disampaikan ke semua badan tinju.” Indonesia memiliki enam badan tinju pro. Ini dianggap terlalu banyak. Entah apa yang mereka kerjakan.
Menurut Erik Suwarno, KTI akan melakukan perubahan. “Hendra Julio akan ditarik dari tugas wasit dan akan ditempatkan di bidang lain. Sekretariat baru sedang dicari. Pak Anthon bilang, tolong KTI dibenahi. Saya bilang tidak susah, kita pakai aturan yang berlaku. Rules and regulations harus hormati. Banyak yang disampaikan oleh Pak Anthon. Pokoknya Yosua Hamilton tidak boleh ada di KTI. Itu intinya,” tegas Erik Suwarna, pensiunan Marinir.
Baca Juga
Advertisement
Semoga tidak ada lagi wasit “pencuri waktu”. Semoga tidak ada lagi Inspektur Pertandingan yang suka merubah hasil pertandingan dari menang menjadi kalah. *