Rondeaktual.com – Suatu hari dalam acara pertemuan mantan petinju di Duren Sawit, Jakarta Timur, Raynold Hursepuny alias Noldy Hursepuny, 59 tahun, mengungkapkan isi hatinya yang penuh dengan rasa kecewa. Ia merasa dilupakan oleh seorang mantan juara Indonesia kelas bantam.
“Dia dulu datang ke rumah. Saya latih dia tanpa bayar. Belakangan dia tidak pernah mau mengakui kalau saya adalah pelatih pertamanya. Dia lupa diri,” kata Raynold Hursepuny.
Di pertemuan itu hadir sejumlah mantan petinju seperti; Ippo Gala, Demianus Ahuluheluw, Agus Ray, John Manusiwa, Syaripudin Lado, Tobias Pattiasina, Ubet Pakpahan, dan masih banyak.
Baca Juga
Advertisement
Hampir satu bulan setelah pertemuan, Rondeaktual.com pura-pura bertanya, seakan tidak mengenalnya sebagai petinju: “Anda betul-betul seorang petinju?”
“Iya. Saya ini asli petinju,” serius sekali menjawabnya. “Saya dulu main di amatir, di kampung saya di Ambon sana. Terus merantau masuk Pertina Bogor, dan masuk tinju pro bersama Tonsco Boxing Camp Jakarta. Di sana saya latihan bersama Jack Siahaya, Yohanes Lewarissa, John Manusiwa, Little Holmes dari Malang, Ryan Toha juga dari Malang. Nico Thomas berlatih dengan abangnya almarhum Charles Thomas.”
Di Bogor, Raynold Hursepuny ditangani petinju legendaris Rudy Siregar, yang merupakan pemegang medali perunggu Asian Games. Rudy masuk tinju pro kemudian menjadi raja kelas menengah. Rudy salah satu kelas menengah terbaik Indonesia. “Saya mengerti kalau Pak Rudy Siregar adalah mantan petinju, setelah dikenalkan oleh pengurus sasana Kemuning di KONI Kota Bogor. Beliau datang memberikan pengalaman bertinjunya. Kalau bertanding, saya lebih sering didampingi coach Udin Solihin dan Kang Den.”
Baca Juga
Advertisement
Setelah lepas dari tangan Rudy Siregar di amatir, Raynold Hursepuny ditangani pelatih spesialis tinju pro yang juga legendaris Vicky van Room.
Raynold Hursepuny tidak sempat bertanding di tingkat Kejuaraan Indonesia. “Saya ingat, pernah main tinju di dalam penjara [Lembaga Pemasyarakatan Cipinang]. Waktu itu promotornya Pak Tinton Soeprapto. Saya main dan menang KO ronde pertama di penjara itu. Lawan dari Borokanda Jakarta,” kata Raynold Hursepuny, pria suka pelihara burung.
Di amatir, Raynold Hursepuny setidaknya menyimpan kenangan paling membanggakan ketika ia berhadapan dengan salah satu petinju terbaik Indonesia, Victor Ramos [sekarang negara Timor Leste].
Baca Juga
Advertisement
“Di amatir, Victor Ramas lawan terbaik saya. Kami main di semifinal. Saya kalah,” katanya.
Tinju amatir pernah memberikan medali perunggu kelas bantam Kejurda Maluku dan medali perak kelas bulu Jawa Barat. Pernah satu tim dengan peraih emas Waris Lestaluhu, emas Gilbert Nanlohy, emas Denny Da Costa, dan emas Ramli Sahibu.
Ketika ditanya, mengapa memilih tinju, bukan cabor lain, ia menjawab begini: “Jujur, saya ini suka bakalai. Suka berantam, sejak kecil dan itulah yang mendorong saya memilih tinju. Olahraga mengajari saya hidup disiplin dan menghormati setiap orang.”
Baca Juga
Advertisement
Orang bilang, tinju bukan olahraga yang enak untuk dipelajari. “Tetapi, asal kita disiplin, semua masalah dapat diatasi. Musuh terbesar dalam tinju adalah ketika kita menjaga berat badan dan yang paling sakit ketika kita kalah di tangan wasit atau para hakim. Makanya, wasit dan hakim itu sangat penting untuk jujur. Kalah tulis saja kalah, jangan dibolak-balik. Kasihan atlet.”
Mantan petinju Noldy Raynold Hursepuny, hidup gembira di usia 59 tahun.
Baca Juga
Advertisement
Tentang Raynold Hursepuny
- Nama: Raynold Hursepuny.
- Nama ring: Noldy Hursepuny.
- Tempat dan tanggal lahir: Ambon, Maluku, 1 Mei 1967.
- Usia: 59 tahun.
- Nama istri: Maria Payer Hursepuny.
- Nama putra-putri:
1. Kenny Chornelis Hursepuny.
2. Debora Costanza Hursepuny.
Baca Juga
Advertisement
3. Michael Junior Hursepuny.
- Domisili: Kampung Grubug, RT 001 RW 004, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten.
- Pekerjaan: Privat boxing di beberapa gym.
- Nama sasana amatir: Nunusaku Boxing Camp Ambon.
- Nama sasana pro: Tonsco Boxing Camp Jakarta. Bertanding untuk kelas bantam yunior dan naik ke kelas bulu yunior.
- Nama pelatih: Max Apono [pelatih pertama amatir di Ambon], Rudy Siregar dan asisten Udin Solihin [di Pertina Kota Bogor], Vicky van Room dan asisten Demi Ahuluhelu [tinju profesional di Tonsco Jakarta].
- Nama lawan pertama di amatir: Poly Terinate [sekarang wasit Pertina].
- Nama lawan terakhir di amatir: Asep Badru dari Arwin Cipanas.
- Nama lawan terakhir di pro: Dari Tugu Muda Semarang, menang KO ronde pertama. [Finon Manullang, foto milik Raynold Hursepuny]