Coretan Non-M: Ryan Garcia Raja Kelas Welter yang Baru

GARCIA COVER SELASA
Wasit Thomas Taylor menyelamatkan Conor Benn di tali ring dari kemungkinan kalah lebih buruk di tangan Ryan Gracia, T-Mobile Arena, Sabtu, 12 September 2026. [Tangkapan layar]

Rondeaktual.com – Kemenangan Ryan Garcia atas Conor Benn pada ronde kedua yang sudah berjalan 1 menit dan 25 detik, atau hanya dalam 4 menit dan 25 detik, adalah kemenangan yang luar biasa. Ini bukan kemenangan terbaik, tetapi Garcia memukuli Benn sampai habis. Laga direncanakan 12 ronde perebutan gelar dunia WBC kelas welter, di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu, 12 September 2026.

Garcia menyelesaikan perlawanan Benn melalui 27 pukulan tanpa balas. Garcia memulainya dengan hook kanan yang panjang menghantam bagian rusuk Benn. Garcia melepaskan upper cut kanan mengenai dagu dan kembali melepaskan hook kanan menjatuhkan Benn. Petinju Inggris ini merangkak dan bertekuk lutut. Ia membiarkan Thomas Taylor –salah satu yang terbaik saat ini—mengeluarkan hitungan. Benn bangkit perlahan-lahan. Pada hitungan kedelapan, Taylor berhenti menghitung dan menyuruh Benn berjalan ke sebelah kiri untuk memastikan apakah Benn siap atau tidak untuk meneruskan pertandingan. Wasit memanggil dan Benn berjalan sempurna. Pertandingan diteruskan.

Garcia datang dan melepaskan hook kiri dan kanan secara bergantian membuat Benn dalam situasi sangat berbahaya. Serangan Garcia sangat brutal. Wasit masuk ke tengah dan melambai sebagai tanda tidak ada lagi pertandingan, sekaligus menyelamatakan Benn dari kekalahan lebih buruk. Garcia menyudahi perlawanan Benn dengan 27 pukulan, termasuk satu pukulan siku kanan dan setidaknya dua pukulan mengenai bagian belakang kepala.

Kemenangan Garcia dapat mengantarkannya sebagai raja kelas welter yang sedang berkuasa saat ini. Tetapi kemenangan tersebut bukan yang terbaik dalam sejarah kelas welter.

Pertandingan kelas welter terbaik masih tercatat ketika Roberto Duran [Panama] mengalahkan Sugar Ray Leonard [Amerika Serikat] melalui pertandingan 15 ronde kejuaraan dunia WBC kelas welter di Montreal, Kanada, pada Juni 1980.

Advertisement

Lima bulan kemudian dalam tanding ulang langsung, Leonard memaksa Duran menyerah pada ronde 8 di New Orleans, Amerika Serikat, pada November 1980.

Pada era tinju yang banyak mengalami perubahan seperti sekarang, Terence Crawford menghentikan perlawanan Errol Spence pada ronde kesembilan untuk menjadi juara dunia kelas welter tak terbantahkan [undisputed champions], di T-Mobile Arena, Las Vegas, Juli 2023.

Kemenangan Garcia atas Benn akan membuka jalan menuju pertandingan unifikasi. Saat ini gelar juara dunia kelas welter terpisah-pisah, yang diisi oleh Ryan Garcia, Teofimo Lopez, Liam Paro, dan Devin Haney.

Advertisement

GARCIA 12 SEPTEMBER 2026

Juara WBC: Ryan “King Ry” Garcia, Amerika Serikat, 28 tahun, rekor menang-kalah 26-2 [21 KO], 1 NC.

Merebut gelar: Menang UD-12 atas juara Mario Barrios [Amerika Serikat] di T-Mobile Arena, Las Vegas, 21 Februari 2026.

Advertisement

Pertahankan gelar: Menang TKO pada ronde kedua atas Conor Benn [Inggris] di T-Mobile Arena, Las Vegas, 12 September 2026.

Dua kekalahan Garcia datang dari Gervonta Davis {Amerika Serikat] dan dari Rolando Romero [Amerika Serikat] dalam perebutan gelar WBA reguler kelas welter yang sedang kosong. Sementara, kemenangan Garcia atas Devin Haney berubah menjadi “tidak ada pertandingan” [no contest], setelah Garcia gagal tes obat terlarang. Di pertandingan itu, Garcia sampai lima kali menjatuhkan Haney.

Juara WBA Super: Teofimo Lopez [Amerika Serikat], 29 tahun, rekor 23-2 [12 dengan KO].

Advertisement

Rebut gelar: Menang melalui mayoritas dua belas ronde melawan juara Rolando Romero [Amerika Serikat] di Las Vegas, 22 Agustus 2026.

Setelah mengalahkan Benn dan masih di dalam ring, Garcia memanggil Lopez, yang menimbulkan kegaduhan. Lopez merasa tersinggung dan mencoba masuk ke dalam ring. Seorang petugas ring [body guard] menggagalkan usaha Lopez mendekati Garcia di dalam ring. Garcia juga ingin mengejar Lopez, tetapi body guard menahannya.

Juara IBF: Kidal Liam Paro, Australia, 30 tahun, rekor 28-1 [16 dengan KO].

Advertisement

Rebut gelar: Menang UD-12 atas juara Lewis Crocker [Irlandia] di Pat Rafter Arena, Tennyson, Queensland, Australia, 24 Juni 2026. Paro adalah juara yang tidak memiliki popularitas.

Juara WBO: Devin Haney, Amerika Serikat, 27 tahun, rekor 33-0 [15 dengan KO], 1 NC.

Rebut gelar: Menang UD-12 atas juara Brian Normal Jr [Amerika Serikat] di Arab Saudi, 22 November 2025.

Advertisement

Sekarang, Haney satu-satunya juara dunia kelas welter yang belum terkalahkan. Meski pernah bertanding berantakan melawan Garcia, ia masih tetap menjadi salah satu kelas welter terbaik.

Siapa yang akan benar-benar menjadi raja kelas welter, Ryan Garcia atau yang lain? Kita tunggu perkembangan berikutnya.

Non-M adalah Finon Manullang, menulis untuk tinju.

Advertisement