Rondeaktual.com – Sedih mengabarkan berita duka atas meninggalnya legenda tinju kelas bulu asal Maluku, Nootje Thomas, 72 tahun.
“Kita kehilangan petinju terbaik kelas bulu, yang selama bertahun-tahun nyaris tidak terkalahkan di Indonesia,” kata pelatih tinju terkenal di Jakarta, Vicky van Room, 67 tahun.
Nootje Thomas [pensiunan Dinas Pendapatan Daerah Kota Ambon] datang dari keluarga tinju yang sangat melegenda dan rendah hati. Tertua adalah:
Baca Juga
Advertisement
- Nyong Thomas.
- Charles Thomas.
- Nootje Thomas.
- Alex Thomas.
- Nico Thomas.
Kidal Nico Thomas satu-satunya yang menyeberang ke profesional dan berhasil menjadi juara dunia IBF kelas terbang mini tahun 1989, setelah dalam tanding ulang langsung dibungkus kasus keuangan yang buruk, mengalahkan juara kidal asal Thailand, Mahasamuth Sithnaruepol.
“Beliau meninggal dunia di Ambon, kemarin [Rabu, 11 Maret 2025], lantaran sakit. Jenazah rencana dimakamkan di Pemakaman BSK di pekuburan Benteng Ambon, Besok pagi [Jumat, 13 Maret 2026]. Semoga almarhum mendapat tempat yang indah,” kata Vicky van Room, putra pelatih tinju legendaris Maluku, Teddy van Room.
Sementara, tokoh tinju amatir Maluku, Brury Nanulaitta, juga menyampaikan berita duka cita yang mendalam. “Kita semua ikut sedih atas meninggalnya eks petinju nasional,” kata Brury Nanulaitta di Ambon, melalui pesan singkat kepada Rondeaktual.com.
Baca Juga
Advertisement
Di masa lalu, semua Thomas bersaudara latihan di Garuda Pattimura, Jalan Rijali, Ambon. “Mereka semua memiliki bakat tinju yang hebat, yang Tuhan berikan. Semua latihan di rumah saya, di sasana Pattimura Ambon,” kenang Vicky van Room. Semua ditangani pelatih yang hebat pula, Teddy van Room.
Selama bertinju, Nootje Thomas yang selalu bersaing dengan nama besar Idwan Anwar [DKI Jakarta], berkali-kali memenangkan medali Kejuaraan Nasional dan Pekan Olahraga Nasional.
Perjalanan Nootje Thomas pada Pertandingan PON
Sumber Non-M Promotion mencatat mencatat, tiga Thomas Bersaudara pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional [PON] secara bersamaan.
Baca Juga
Advertisement
Itu terjadi pada PON VIII di Jakarta, tahun 1973, yang berlangsung di Gedung Basket Senayan, Jakarta, 5-10 Agustus 1973. PON VIII menandingkan 11 kelas, mulai dari kelas terbang ringan [48 kilogram] hingga kelas berat [91 kilogram].
Pada PON VIII, Maluku datang dengan tiga Thomas Bersaudara dan inilah hasilnya:
- Charles Thomas [merebut medali emas kelas 48 kilogram].
- Njong Thomas [merebut medali perunggu kelas 51 kilogram].
- Nootje Thomas [merebut medali perak kelas 57 kilogram]. Dalam final, Nootje kalah melawan RM Sjahri dari Sumatera Utara.
Pada PON VIII, Maluku merebut dua medali emas, setelah raja kelas menengah Wiem Gommies juga merebut medali emas.
Baca Juga
Advertisement
Pada PON berikutnya, PON X Jakarta tahun 1981, Nootje Thomas berhasil merebut medali emas kelas ringan. Ini menjadi PON paling luar biasa dalam sejarah tinju Maluku, yang merebut 10 medali [7 emas, 1 perak, 2 perunggu]. [Finon Manullang]