Rangkuman Berita Tinju Indonesia Paling Favorit, Sepanjang Pekan [2]

NELSON OIL DAN SONNY RAMBING TOP
Nelson Oil [kiri, juara kelas terbang PON 1985] dan Sonny Rambing [juara kelas welter ringan PON 1996], bertemu di GOR Ragunan, Jakarta Sabtu, 14 Februari 2026.

Rondeaktual.com

NELSON OIL 14 FEBRUARI 2026Nelson Oil, petinju legendaris Nusa Tenggara Timur.

Nelson Oil, Berlatih untuk Tinju Amatir

Nelson Oil adalah mantan juara kelas terbang, baik tingkat Kejuraan Nasional maupun Pekan Olahraga Nasional. Di masa mudanya, Nelson Oil dikenal sebagai pemburu sejati. Bila tidak kuat untuk pertandingan habis-habisan, sebaiknya menghindari.

“Saya datang membawa petinju Nusa Tenggara Timur. Mereka atlet baru dan masih muda. Punya haraan besar, jika disiplin dan mengikuti instruksi pelatih. Tidak boleh malas,” katanya.

Advertisement

Pada acara pemberian medali di dalam GOR Ragunan, Nelson Oil bertemu Sonny Rambing. Dua legenda tiju amatir dari generasi yang berbeda. Nelson adalah pemegang medali emas kelas terbang PON XI/1985 Jakarta.

Kelas terbang PON XI/1985

  • Medali emas: Nelson Oil (Nusa Tenggara Timur).
  • Medali perak: Yunus Tiran (DKI Jakarta).
  • Medali perunggu: Johannes Marthin (Timor Timur, sekarang negara Timor Leste).
  • Medali perunggu: Alex Thomas (Maluku).

“Di Kejurnas Perbati ini kami tidak memperoleh medali emas. Tunggu Kejurnas berikut,” ujarnya, seperti berjanji. *

Advertisement

WELLEM REYK VS FILIPINAPertandingan terakhir Willem Reyk [kiri] versus “Raja KO” Weljon Mindoro. [Foto: Istimewa]

Wellem Reyk Memutuskan Pensiun dari Tinju

Di usia kepala empat, mantan juara Indonesia terbaik yang menyimpan “seribu pengalaman”, Wellem Reyk memutuskan pensiun dari tinju.

Keputusan itu diambil setelah Wellem Reyk [menang-kalah-seri 22-35-4] kembali kalah di tangan raja KO Filipina, Weljon Mindoro [15-0-1, 100% KO]. Berlangsung untuk kelas menengah delapan ronde di Zamboanga City, Filipina, Sabtu, 21 Februari 2026.

Advertisement

“Izin, aku pensiun dari tinju, yang telah membesarkan nama ini selama bertahun-tahun. Aku mungkin akan meneruskan karier sebagai pelatih atau agen tinju. Mengirim petinju ke luar negeri itu uangnya enak,” katanya.

Bisa jadi begitu. Ada yang sampai hati potong uang petinju hampir 40%. Dasar raja tega. *

GEISLER COVERGeisler AP [kanan] dan calon lawannya. [Foto: Istimewa]

Geisler AP, Rencana Menuju World Siam Stadium

Veteran tinju asal Papua Pegunungan, Geisler AP sedang membuat rencana perjalan menuju pertandingan middleweight enam ronde melawan petinju Thailand, Atchariya Wirojanasunobol.

Advertisement

Pertandingan ditangani Noris Boxing Promotions, yang akan dipersembahkan melalui Global Fight Night di World Siam Stadium, Bangkok, Sabtu, 28 Februari 2026.

Geisler yang sangat pengalaman, akan datang membawa rekor menang-kalah-seri 18-18-2. Geisler berusia 42 tahun, kelahiran Jayapura, 20 Desember 1983.

Wirojanasunobol dengan rekor menang-kalah 16-8, sekarang berusia 36 tahun, kelahiran Buriram, Thailand, 28 Agustus 1989.

Advertisement

“Saya akan didampingi oleh manajer Pak Paul Witipo, Ketua Harian KONI Provinsi Papua Pengunungan,” kata Geisler AP. Good luck. *

WONOROYA 15 JUNI 2023Wonoroya, mantan petinju pro terkenal. [Foto: Istimewa]

Wonoroya Mengurus Tinju Amatir Pacitan

Mantan contenders kelas terbang ringan terbaik Wonoroya tetap memberikan waktunya untuk olahraga tinju. Selain disiplin bekerja di Pemda Pacitan dan rutin berlatih untuk menjaga stamina tubuhnya selalu fit, Wonoroya setia menangani petinju amatir di kotanya.

Advertisement

Pekan yang lalu, Wonoroya mengirim kabar sedang berlath dengan calon petinju amatir. Mengirim beberapa video, yang memperlihatkan latihan di ruang terbuka. Dari cara melepaskan pukulan, bisa dipastikan murid Wonoroya berbakat. Semangat sekali.

Wonoroya tidak menjelaskan untuk persiapan Proprov atau tryout. “Saya menangani persiapan petinju amatir Pacitan. Jadwal latihan kami geser menjadi malam.”

Wonoroya tidak menyebut untuk pertandingan amatir yang mana. Apakah untuk mengikuti versi lama atau versi baru, tidak juga dijelaskan. Seperti diketahui, sekarang tinju amatir sudah terbelah. Hati-hati, salah ikut bisa kena pecat. *

Advertisement

DAWAM ALI VS ZAINUL HASAN TUBAN 5 OKTOBER 2024Wasit/hakim Dawan Ali.

Dawam Ali, Kaget Tinju di Malang KTI Pusat

Wasit/hakim senior asal Komisi Tinju Indonesia [KTI] Jawa Timur, Dawam Ali mengaku sangat kaget dengan pertandingan tinju di Santana Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Rabu, 18 Februari 2026.

Dawam Ali kaget karena pertandingan di Kepanjen tidak melibatkan KTI Jatim. “Setahu saya, wasit/hakim didatangkan dari Jakarta. Ada Joshua Hamilton, Reinhard Sitompul, dan Hendra Julio. Sementara, KTI Jawa Timur masih memiliki sejumlah wasit/hakim.” *

Advertisement

TEUKU DAFFA WATeuku Daffa, guru dan atlet tinju Aceh. [Foto: Istimewa]

Teuku Daffa, Guru SMA dan Petinju Aceh

Teuku Maulana Daffa adalah seorang guru SMA dan petinju amatir Aceh. Menyimpan segudang perjalanan tinju yang mengagumkan.

Daffa mengirim data pertandingan tinju amatirnya, yang ternyata sudah mencapai lebih 100 kali dengan kalah 27.

Advertisement

Teuku Daffa bertanding di kelas 80 kilogram atau 86 kilogram. Daffa berlatih di DJ Boxing Camp Aceh, bersama pelatih Dien Jauhari.

Daffa pernah dijanjikan seseorang agar bertanding di Padang, Sumatera Barat. Rencana itu kandas sebelum kontrak datang.

Prestasi Tinju Teuku Daffa

Advertisement

Tahun 2018

  • Juara 1 Pora.

Tahun 2019

  • Juara III Porwil.
  • Juara I Kejurda Aceh.

Tahun 2021

Advertisement

  • Juara I Prapora.
  • Juara I Kejurda Aceh.

Tahun 2022

  • Juara II Kejurnas.
  • Juara I Pora.

Tahun 2023

  • Juara III Kejurwil.
  • Juara II International Golden Glova Asia.

Tahun 2024

Advertisement

  • Juara III PON Aceh-Sumatera Utara.

Tahun 2025

  • Juara III International Golden Glova Asia.
  • Juara I F3 Strike Tournament Asia Ampro Boxing.
  • Juara I Prapora.
  • Juara III Seleksi Nasional Piala Menpora Jakarta.

Junior Thomas Americo Mencari Regulasi Tinju yang Baik

Junior Thomas Americo adalah putra mendiang petinju legendaris Thomas Americo. Junior sekarag berusia hampir 30 tahun dan sudah selesai kuliah di Bandung.

Junior sekarang menetap di Dili, ibu kota Timor Leste. Ia bermaksud untuk menghidupkan tinju pro di Timor Leste, meneruskan perjuangan ayahanda tercinta.

Advertisement

“Junior butuh referensi agar bisa diterapkan di negara kami,” katanya.

Sekarang agak membingungkan, terlalu banyak badan tinju pro di Indonesia, sampai enam.

Akhirnya penulis mengarahkan ke satu organisasi tinju, yang mungkin sampai sekarang masih tetap terbaik dan bisa jadi pas diberlakukan di sana. *

Advertisement