Rondeaktual.com – Sampai sekarang tidak ada yang mengetahui siapa sebenarnya nama lengkap Nyong Manoppo. Kalau ditanya siapa nama, lelaki berkumis asli berusia 56 tahun, menjawab begini: “Saya Nyong Manoppo. Saya lahir di Biak. Papa Papua. Mama Manado. Saya sekarang tinggal di Bekasi.”
Nyong adalah nama panggilannya, nama yang manis. Manoppo adalah nama belakang ibunya atau marga di Sulawesi Utara.
Nyong Manoppo merupakan mantan petinju amatir yang akhirnya memilih jalan tinju pro. Memulai ring pro di Surabaya, bersama Gani Tala, Udin Sanusi, dan yang lain, kemudian pindah ke Jakarta. Lelaki yang masih lincah memperagakan gerak tinju, tercatat petinju profesional era tinju siaran langsung di sejumlah televisi. Ia pernah terikat kontrak Kejuaraan Indonesia bersama Bianca Tourino Tidar dan promotor Daniel Bahari dari DB Promotion, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Nyong dikenal berbakat dan serangan tangan yang keras. Sering menjatuhkan lawan.
Baca Juga
Advertisement
Namun, nasib tidak selamanya baik, Nyong jatuh persis di pinggir ring Studio Indosiar, Daan Mogot, Jakarta Barat. KO pada ronde keempat akibat serangan brutal fighter sejati Timbul Hutagalung dari Rajawali Medan. Tangan Timbul banyak mengenai kepala membuat lawan terjatuh. Wasit menghitung sampai sepuluh. Nyong Manoppo tidak bangun. Tidak sadarkan diri.
Tubuh Nyong Manoppo dikeluarkan dari dalam ring dengan cara ditandu. Mobil ambulans yang parkir di halaman depan pintu studio, segera membunyikan sirene dan membawa Nyong Manoppo ke Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia [UKI}, Cawang, Jakarta Timur.
Sepanjang perjalanan, Nyong Manoppo dalam kondisi hilang kesadaran. Tidak merespons rangsangan. Ia mengalami gangguan fungsi otak.
Baca Juga
Advertisement
Bucel Deep Menunggu di Luar Kamar Operasi
KO paling mengerikan itu terjadi 25 tahun yang lampau. Nyong Manoppo segera diurus dan didorong masuk ke dalam ruang operasi, setelah seorang pria menandatangani surat perjanjian operasi yang disodorkan pihak rumah sakit.
Selama beberapa jam, tim dokter rumah sakit berhasil menyelamatkan Nyong Manoppo.
Sementara menunggu di luar adalah aktor Bucek Depp, wasit Nus Ririhena, Jonathan Ririhena [manajer Nyong Manoppo dari Fiorentina Boxing Camp Cawang Jakarta Timur].
Advertisement
“Dia kawan saya,” kata Bucek Deep malam itu. Bucek adalah mantan suami penyanyi legendaris Titi DJ dan aktris Unique Priscilla. Unique adalah anak dari mendiang Koesbanu pemilik sasana tinju tempat Nyong Manoppo berlatih. Bucek meneruskan: “Saya sering bersama dia saat latihan.”
Melawan Timbul Hutagalung adalah pertandingan terakhir bagi Nyong Manoppo. Itu kenangan paling getir sepanjang karier tinjunya.
“Bucek teman baik. Kami pernah sparring, pukul pelan-pelan saja. Terakhir jumpa beliau di pemakaman Pak Koesbanu.”
Baca Juga
Advertisement
Nyong Manoppo meneruskan: “Saya tadinya hidup dari hasil keringat bertinju. Tiba-tiba harus berhenti tinju. Setelah menjalani operasi, dokter melarang bertinju. Saya tidak tahu harus hidup dengan cara apa, sementara saya masih terus menjalani kesembuhan. Saya berusaha melupakan tinju tapi tetap bangga dengan olahraga ini. Pelan-pelan saya bangkit. Saya sekarang sudah punya keluarga. Punya pekerjaan. Punya penghasilan. Saya ingin membesarkan anak-anak dan berusaha menyekolahkan mereka setinggi-tingginya. Setiap orang pasti menginginkan pendidikan anaknya bisa lebih tinggi. Anak saya sudah kerja di kapal Jepang. Satu kerja di perusahaan internasional, yang cewek di Cileungsi. Dua lagi masih sekolah, mungkin masuk tentara.”
Baca Juga
Advertisement
Merasa Dibohongi Bengkel Pinggir Jalan
Suatu hari menjelang malam, Nyong Manoppo pulang dari acara pertemuan mantan petinju di Pahlawan Revolusi, Klender, Jakarta Timur. Di tengah jalan, mesin sepeda motor yang ditumpanginya mogok.
Nyong Manoppo menepi dan mendorong sepeda motor. Di sebelah kanan jalan arah pulang Bekasi, ada bengkel motor. Singgah dan berharap sepeda motornya jauh dari masalah.
Seorang anak muda langsung bongkar sana bongkar sini, tanpa pernah bertanya. Sok tahu dia.
Baca Juga
Advertisement
Ketika malam mulai gelap, pihak bengkel menyatakan sepeda motor sudah selesai diperbaiki. Sudah mantap.
“Berapa, Lae,” tanya Nyong Manoppo, setengah marah, lantaran merasa dibohongi. Bayangkan, hampir dua jam menunggu. Semua dibongkar. Kuat dugaan orang yang sok tahu itu memanfaatkan situasi untuk belajar. Parah sekali.
Orang tadi mengarahkan Nyong Manoppo agar menuju kasir. Disuruh bayar Rp65.000.
Baca Juga
Advertisement
Cukup murah. Padahal mengerjakannya hampir dua jam. Semua diutak-atik. Angka itu yang membuat darah Nyong Manoppo tidak jadi mendidih. Jangankan mengamuk, marah saja tidak. Setelah bayar, Nyong Manoppo pergi bersama motor kesayangannya.
Tak sampai 30 menit kemudian, mesin sepeda motor mati total. Rasanya mau marah. Baru saja keluar dari bengkel, eh mogok lagi. Kejadian ini hampir mirip dengan kisah lagu legendaris “Si Jago Mogok” versi Titiek Sandhora era akhir 60-an.
Setelah diperiksa, ternyata motor kehabisan bensin, bukan kerusakan mesin.
Baca Juga
Advertisement
Tentang Nyong Manoppo
- Nama: Nyong Manoppo.
- Tempat dan tanggal lahir: Biak, 11 Februari 1970.
- Usia: 56 tahun.
- Domisili: Bekasi, Jawa Barat.
- Pekerjaan: Satuan pengamanan [Satpam].
- Nama istri: Nur Fitriani.
- Nama anak: Indra Manoppo, Indri Manoppo, Gonzales Manoppo, dan Moralex Manoppo.
- Karier olahraga: Juara tinju pro kelas ringan yunior Indonesia tahun 2001.
- Sasana tinju: Rajawali Surabaya, Fiorentina Jakarta.
Kejuaraan Indonesia Nyong Manoppo
- Merebut gelar kelas ringan yunior yang sedang kosong, mengalahkan Run Tangkilisan di Pekan Raya Jakarta [PRJ].
- Pertahankan gelar, menang KO-4 atas Leo Pasireron di Karangpanjang, Ambon.
- Kehilangan gelar, tumbang KO di tangan Timbul Hutagalung di Studio Indosiar.
Naskah: Finon Manullang
Foto: Milik Nyong Manoppo
Baca Juga
Advertisement