Tinggal 2 Hari, IBF Cabut Sanksi Pertarungan Gelar Opetaia-Glanton

OPETAIA TOLAK PINGGANG
Juara dunia IBF kelas penjelajah asal Australia, kidal Jai Opetaia. [Tangkapan layar Stan Sport]

Rondeaktual.com – Kejuaraan dunia IBF kelas penjelajah antara juara kidal Jai Opetaia [Australia] melawan penantang paling bawah IBF nomor 15 tinggal dua hari lagi. Laga dijadwalkan 12 ronde di Meta Apexm Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu malam 8 Maret 2026, atau Senin pagi WIB.

Di saat paling menentukan, Federasi Tinju Internasional (IBF) mencabut sanksi pertandingan.

Sanksi berawal dari diskusi yang dimulai pada 11 Februari, ketika Presiden IBF Daryl Peoples, setelah mengetahui tentang kontes tersebut di media sosial, mengingatkan perwakilan Opetaia tentang Peraturan IBF 5. juara yang mengatur dan pertarungan unifikasi.

Advertisement

Setelah dialog lanjutan, pada tanggal 3 Maret, tim Opetaia mengonfirmasi bahwa pertarungan tersebut tidak akan menjadi pertarungan unifikasi dan bahwa sabuk apa pun yang diberikan oleh Zuffa akan “dianggap sebagai piala atau tanda pengakuan.” IBF belum berdiskusi mengenai pertarungan ini dengan perwakilan langsung dari Zuffa Boxing. Namun, organisasi tersebut menerima jaminan dari perwakilan Opetaia bahwa hal tersebut akan terjadi. IBF menyetujui pertarungan tersebut berdasarkan ketentuan ini karena pertarungan tersebut tidak lagi bertentangan dengan Peraturan IBF 5.E.2 yang sebagian menyatakan – “Untuk tujuan penyatuan gelar, Juara Unggulan dari Asosiasi Tinju Dunia (“WBA”), Dewan Tinju Dunia (“WBC”), dan Organisasi Tinju Dunia (“WBO”) dapat ditetapkan sebagai “pesaing elit” dan diizinkan untuk bertarung memperebutkan gelar juara terpadu.”

Fightnews.com melaporkan, konferensi pers yang diadakan di MGM Grand di Las Vegas, Nevada, hari ini (6 Maret) memperjelas bahwa gelar Zuffa World Cruiserweight masih akan diperebutkan pada 8 Maret. IBF berhak untuk memberikan sanksi perebutan gelar bersama dengan badan pemberi sanksi lainnya yang mematuhi peraturan yang diamanatkan sama yang diikuti oleh organisasi.

Dengan dicabutnya sanksi, pertarungan Opetaia melawan Glanton kini menjadi Kontes Tanpa Izin. Aturan IBF 5.H. menyatakan sebagian – “Kontes Tanpa Izin adalah pertarungan yang sanksinya belum disetujui secara resmi oleh IBF atau yang sanksinya telah ditarik secara resmi. Jika seorang Juara berpartisipasi dalam kontes tanpa izin dalam batas berat yang ditentukan, maka gelar tersebut dicabut dan menjadi kosong, baik sang juara menang atau kalah dalam pertarungan tersebut.” *

Advertisement