Rondeaktual.com – Juara dunia WBC light flyweight [48.988 kilogram] asal Venezuela, Carlos Canizales harus membatalkan penerbangannya ke Thailand akibat ketegangan politik antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Tahun lalu, Canizales tampil luar biasa 12 ronde melawan juara sebelumnya Panya Pradabsri di Rajadamnern Stadium, Bangkok. Dua hakim memenangkan petinju tuan rumah.
Kubu Canizales mengadu kepada Presiden WBC, Mouricio Sulaiman, atas perlakuan curang. WBC mendesak tanding ulang, yang dimenangkan Canizales melalui KO di negaranya.
Baca Juga
Advertisement
Canizales telah terikat kontrak untuk mempertahankan gelar WBC melawan mantan juara dunia WBA Thammanoon “Knockout CPF” Niyomtrong, petinju Thailand yang pernah mengalahkan Mochamd Rahcman [Indonesia] dalam kejuaraan WBA Reguler di Bangkok, Maret 2015.
Sayangnya, perjalanan Canizales ke Thailand dibatalkan. Ia sulit mendapat penerbangan keluar dari Venezuela akibat ketegangan politik antara Venezuela dan Amerika Serikat.
Saat ini, sejumlah besar penerbangan masuk dan keluar Venezuela dibatalkan atau jadwalnya terganggu, memaksa Canizales harus tinggal di rumahnya di Caracas.
Baca Juga
Advertisement
Canizales memposting pesan di media sosialnya
“Hari ini saya bahagia karena akhirnya berangkat ke Thailand untuk mempertahankan gelar juara dunia saya. Namun karena masalah penerbangan, kami memutuskan untuk tidak bertarung. Saya dengan tulus meminta maaf kepada semua orang.”
Penerbangan yang dibatalkan membuat semuanya rumit. “Saya meminta maaf kepada Don Mauricio Sulaiman. Saya sangat menyesal, dan saya sangat sedih karena tidak dapat bertanding di Bangkok pada tanggal 4 Desember.”
Kubu Canizales mengaku terlalu jauh untuk melakukan perjalanan darat ke Bogota atau Panama dan terbang ke Thailand dari negara-negara tersebut. “Kami berusaha keras. Itu tidak mungkin. Kami telah mencoba meninggalkan negara sejak Senin, dan kami belum mampu. Saya sangat menyesal. Saya ingin bertarung, tapi itu tidak mungkin.”
Baca Juga
Advertisement
Sejak Senin, telah berjuang dengan maskapai penerbangan. Penerbangan awal dibatalkan dan memberi pilihan lain untuk berangkat melalui Panama.
“Hari ini, saya tiba di bandara empat jam lebih awal, tetapi mereka tidak mengizinkan saya membawa barang bawaan saya, jadi saya tidak bisa naik ke pesawat.”
“Opsi terakhir yang mereka tawarkan adalah perjalanan yang sangat jauh dengan lima penerbangan melalui Kolombia, yang akan membawa saya ke Thailand setelah tiga malam perjalanan, dan tiba pada tanggal 29 sore.” Akhirnya kubu Canizales mengambil keputusan batal ke Thailand.
Lawan Pengganti Datang dari Argentina
Dengan cepat, petinju Argentina, Junior Zarate menjadi lawan pengganti yang akan menghadapi Thammanoon Niyomtrong, 4 Desember, saat Konvensi Tahunan WBC 2025 di Bangkok.
Zarate-Niyimtrong sah untuk perebutan gelar WBC light flyweight. WBC mengosongkan gelar karena situasi, menobatkan Canizales juara dalam masa istirahat.
Baca Juga
Advertisement
Pemenang Zarate-Niyomtrong bisa saja menjadi lawan Canizales, jika masalahnya sudah selesai.
Sumber: Philboxing, Fightnews
Baca Juga
Advertisement