Rondeaktual.com – Tony Yoka, 33 tahun, membawa pulang medali emas kelas berat super Olimpiade Rio 2016. Yoka sekarang sedang bersiap untuk menjalani kontrak pertandingan profesional kelas berat dengan Queensberry Promotions, milik promotor top Frank Warren.
Menurut laporan Fightnews.com, Queensberry akan melanjutkan ekspansi internasionalnya mempersembahkan malam tinju bersejarah di Adidas Arena yang canggih di Paris, Prancis, Sabtu malam, 25 April 2026.
Acara menggelar “Le Double”, sebuah pertunjukan bersama dengan Samake Promotions, yang menampilkan dua bintang tinju terbesar di negara tersebut. Langsung di seluruh dunia di DAZN.
Baca Juga
Advertisement
Laga kelas berat blockbuster yang dijuluki Le Crunch versi tinju, saat Prancis menghadapi Inggris. Peraih medali emas Olimpiade Rio, Tony Yoka (15-3, 12 KO) kembali ke kota asalnya untuk menghadapi mantan juara dunia Lawrence Okolie (22-1, 16 KO) dalam pertarungan yang menjanjikan.
Okolie dari Inggris, berusia 33 tahun, adalah juara dunia dua kelas, setelah memenangkan gelar di kelas penjelajah dan kelas bridger. Sekarang berkampanye di kelas berat, dia saat ini memegang gelar WBC Silver.
Super Heavyweight Olimpiade Rio 2016
- Medali emas: Tony Yoka, Prancis.
- Medali perak: Joe Joyce, Inggris.
- Medali perunggu: Filip Hrgovic, Kroasia.
- Medali perunggu: Ivan Dychko, Kazakhstan.
Semua peraih medali kelas berat super Olimpiade Rio semuanya terjun ke tiju pro. Yoka tentu salah satu yang paling menonjol.
Baca Juga
Advertisement
Partai tambahan menampilkan
- Kelas menengah yunior: Tak terkalahkan Bakary Samake [Prancis] (19-0, 11 KO) menuju eliminator WBC terakhir melawan yang tak terkalahkan Ermal Hadribeaj [Albania, berbasis di Amerika Serikat] (22-0-1, 8 KO).
“Saya sangat senang bisa memperluas jangkauan kami ke ibu kota Prancis,” kata promotor Frank Warren. “Seperti di Jerman dan di Inggris, tinju sangat kuat di Prancis.*