Rondeaktual.com – Akhir pekan lalu begitu banyak pujian disampaikan kepada bintang tinju Meksiko, Saul “Canelo” Alvarez. Setelah kemenangannya yang luar biasa [unanimous decision] atas “fighter sejati” juara WBC kelas menengah super Christian Mbilli, banyak penggemar menempatkan Canelo sebagai kelas menengah super paling super.
Benarkah begitu? Nanti dulu. Sebab Canelo tidak sendiri. Saat ini ada empat petinju yang menyandang gelar juara dunia kelas menengah super, termasuk juara WBC interim Lester Martinez dari Guatemala dan juara IBO kidal Osleys Iglesias [Kuba].
Untuk saat ini Canelo memang satu-satunya petinju paling pantas dipercaya sebagai kelas menengah super paling super. Terbukti, di usia 36 tahun, Canelo masih mampu meredam pukulan paling mematikan dari Mbilli. Bukan itu saja, kunci kemenangan Canelo ditentukan dari strategi tanding yang berhasil membuang begitu banyak pukulan maut Mbili.
Baca Juga
Advertisement
Canelo memang sulit untuk mencetak KO. Tetapi, gaya bertinjunya masih patut ditiru oleh petinju lain di mana ia berani melakukan serangan balik ketika lawan menyerangnya. Ketika berperang di dalam ring, seorang petinju telah diajarkan bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang, bukan double cover, atau pertahanan ganda melindungi muka dengan kedua sarung tinju.
Tinju era moderen seperti sekarang sudah berubah. Double cover sudah dianggap bukan eranya lagi. Sudah usang. Bahkan kelas berat yang selalu mempertahankan diri dengan double cover sudah menghapusnya dengan cara menyerang.
Larry Holmes mungkin kelas berat generasi terakhir paling berhasil menjalankan strategi double cover. Kelas berat sekarang sudah beda. Hampir semua menyerang. Oleksandr Usyk dan Moses Itauma [yang gagal total dalam kejuaraan dunia IBF melawan underdog Filip Hrgovic] adalah tipikal kelas berat menyerang.
Baca Juga
Advertisement
Kekuatan Kelas Menengah Super
Kembali ke kelas menengah super. Berikut adalah informasi tentang empat kelas menengah super. Penulis memulainya dari juara WBA, diteruskan juara WBC, juara IBF, juara WBO, dan juara IBO. Mengapa dimuali dari WBA, karena WBA adalah badan tinju dunia tertua disusul WBC, dan seterusnya.
Juara WBA
- Jaime Munguia, 30 tahun kelahiran Tijuana, Baja California, Meksiko, adalah pemegang sabuk juara WBA.
- Rebut gelar: Menang unanimous decision dua belas ronde melawan juara Armando Resendiz [Meksiko] di T-Mobile Arena, Paradise, Nevada, 2 Mei 2026.
- Pertahankan gelar: Menang unanimous decision dua belas ronde melawan Nikita Zon [Rusia] di Kingdom Arena, Riyadh, 31 Oktober 2026.
- Rekor: Menang-kalah 47-2, 35 dengan KO. Dua kekalahan Munguia datang dari Canelo [12 ronde kejuaraan dunia WBA Super, WBC, IBF, WBO, kelas menengah super, Mei 2024], dan dari petinju Italia, Bruno Surace [KO pada ronde 6 rencana 10 ronde di Tijuana pada Desember 2024]. Dalam tanding ulang, Munguia menang UD-12 atas Surace di Riyadh pada Mei 2025.
Juara WBC
Baca Juga
Advertisement
- Saul “Canelo” Alvarez, 36 tahun [kelahiran Guadalajara, Jalisco, Meksiko, 18 Juli 1990], adalah pemegang sabuk juara WBC.
- Rebut gelar: Menang unanimous decision dua belas ronde atas juara terdahulu Christian Mbilli [Prancis, kelahiran Kamerun, menetap di Kanada] di Kingdom Arena, Riyadh, 31 Oktober 2026.
- Rekor: Menang-kalah-seri 64-3-2 [39 dengan KO].
Juara WBC Interim
- Lester Martinez, 31 tahun, [kelahiran Guatemala, 17 Oktober 1955]. Martinez cukup berhasil di ring tinju amatir. Ia adalah pemegang medali perak kelas welter ringan kejuaraan dunia remaja [youth] tahun 2012. Martinez adalah penyerang tangguh yang mengandalkan kekuatan tangan kanan.
- Rebut gelar interim: Menang unanimous decision dua belas ronde melawan Immanuwel Aleem di California, 21 Maret 2026.
- Pertahankan gelar interim: Menang TKO-10 atas Luka Platie di Los Angeles 23 Agustus 2026.
- Rekor: Menang-kalah-seri 21-0-1, 17 KO. Hasil seri datang ketika Martinez menghadapi Christian Mbilli dalam kejuaraan WBC interim kelas menengah super sepuluh.
Juara IBF dan IBO
Baca Juga
Advertisement
- Osleys Iglesias seorang kidal asal Kuba, sangat berbahaya dengan rekor yang impresif 16-0, 15 KO. Petinju berusia 28 tahun ini dijuluki Tornado dari Havana. Iglesias beralih menjadi petinju profesional pada tahun 2019 dan mengawali kariernya dengan bertanding di Jerman, di mana ia meraih kemenangan atas Malkhaz Sujashvili, Rafael Bejaran, dan Bernard Donfack.
- Rebut gelar IBF yang sedang kosong: Menghentikan perlawanan Pavel Silyagin pada ronde 8 [menolak meneruskan ronde 9] di Montreal Casino, Montreal, Kanada, 9 April 2026.
- Pertahankan gelar IBF: Menang TKO ronde 7 atas Oliver Zaren di Quebec City, 8 Oktober 2026.
- Rebut gelar IBO: Pada pertandingan pronya yang kedelapan, Iglesias merebut gelar kosong IBO kelas menengah super melalui TKO pada ronde kesepuluh atas Andrii Velikovskyi, yang berlangsung di Polandia, 9 Desember 2022. Ia mungkin kurang terekspos, tetapi berdasarkan data BoxRec, sudah enam kali sukses mempertahankan gelar IBO super middleweight. Semua lawan tumbang KO.
- Rekor: Menang-kalah 16-0 [dengan 15 KO].
Itulah empat juara kelas menengah super. Canelo bisa jadi berada paling atas disusul Iglesias, Martinez, dan Munguia. [Non-M adalah Finon Manullang, menulis untuk tinju]