Rondeaktual.com – Asian Games 2026 akan berlangsung di Prefektur Aichi dan Nagoya City, Jepang, pada tanggal 19 September hingga 4 Oktober 2026. Asian Games kali inimengusung slogan “Imagine One Asia”.
Sebelumnya, Jepang pernah menjadi tuan rumah Asia Games, yaitu Asian Games III, di Korakuen Ice Palace, Tokyo, 28-31 Mei 1958, kemudian Asian Games XII, di Hirosima, 4-13 Oktober 1994.
Untuk menghadapi Asian Games 2026, Indonesia telah memilih lima petinju mulai dari Nabila Maharani [putri, asal Lampung], Huswatun Hasanah [putri, asal Nusa Trenggara Barat/DKI Jakarta], Asriudin Tapalaola [putra, asal Maluku Utara/DKI Jakarta], Jill Mandagie [putra, asal Sulawesi Utara/DKI Jakarta, dan Maikel Muskita [putra, asal Maluku/Jawa Barat].
Baca Juga
Advertisement
Kelima petinju sudah menjalani pelatnas di Ciseeng, Jawa Barat. Mereka ditangani pelatih asal Thailand dan pelatih baru Matius Mandiangan [pemegang medali emas PON Riau 2012, medali perunggu PON Jawa Barat 2016, medali emas PON Papua 2021, dan medali emas PON Aceh-Sumatera Utara 2024].
Sumber dari personalia Perbati menyebut, sebelum mengikuti Asian Games, petinju pelatnas akan menjalani latihan selama satu bulan di luar negeri.
Pada awalnya latihan luar negeri memilih Uzbekistan, negara terkaut dan paling maju dalam mengembangkan tinju amatir. Beberapa petinju Uzbekistan berhasil merebut medali emas dari pertandingan besar seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Baca Juga
Advertisement
Masih menurut sumber Perbati, rencana latihan ke Uzbekistan tidak jadi dan digeser ke Vietnam. Petinju Uzbekistan saat ini sedang mengikuti pertandingan di luar negeri. Itulah yang menjadi alasan mengapa latihan bergeser ke Vietnam.
Bila tidak ada lagi perubahan, latihan di Vietnam bisa berjalan selama satu bulan. Latihan di Vietnam adalah latihan terakhir sebelum mengikuti Asian Games.
Kelima petinju Indonesia masih berlatih di Ciseeng. Sampai sekarang, baru tiga petinju Indonesia yang berhasil merebut medali emas dari Asian Games.
Baca Juga
Advertisement
3 MEDALI EMAS ASIAN GAMES
- Wiem Gommies, emas kelas menengah Asian Games Teheran, Iran, tahun 1970.
- Wiem Gommies, emas kelas menengah Asian Games Bangkok, Thailand, tahun 1978.
- Pino Bahari, emas kelas menengah Asian Games Beijing, Tiongkok, tahun 1990. *