Rondeaktual.com – Pertandingan terakhir legenda tinju Irlandia, Katie Taylor, 40 tahun, melawan juara dunia IBO asal Prancis, Flora Pili, 29 tahun, mencetak rekor baru. Tontonan itu berhasil meraup jumlah penonton yang sangat masif; 82.000.
Seperti diketahui, Taylor menang angka mutlak [unanimous decision] atas Pili, yang berlangsung dalam aturan 10 ronde kali 2 menit di Croke Park Stadium, Dublin, Sabtu malam, 5 September 2026.
Kemenangan Taylor mengantarnya sebagai juara dunia tak terbantahkan [undisputed] untuk ketiga kalinya. Taylor sekarang menyandang lima gelar tinju dunia; WBA, WBC, IBF, WBO, IBO, kelas welter yunior. Kelas ini akan menjadi kosong karena Taylor ingin pensiun dari tinju. Ia belum mengirim surat pengunduran dirinya ke lima badan tinju tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Rekor baru terjadi ketika jutaan orang di seluruh dunia menyaksikan momen-momen emosional dari stadion Croke Park. Pihak penyelenggara, Matchroom Boxing yang bekerja sama dengan Brian Peters Promotions, memastikan tiket terjual habis, 82.000 penggemar. Ini menjadi rekor baru dalam jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah pertandingan tinju wanita.
Fightnews melaporkan, berdasarkan data jumlah penonton yang dirilis hari ini, tercatat angka luar biasa sebanyak 1,6 juta pemirsa di Irlandia yang menyaksikan tayangan tersebut melalui RTÉ. Stasiun televisi ini menyiarkan pertandingan secara gratis [free-to-air] berkat hak siar non-eksklusif yang dibagikan oleh DAZN—yang dikenal sebagai “Rumah Global Tinju” [Global Home of Boxing] yang juga menyiarkan pertandingan tersebut secara langsung ke seluruh dunia.
Pertandingan ini juga mencatatkan tambahan setengah juta tayangan [streaming] melalui platform RTÉ Player. Program siaran tersebut mencatat rata-rata 973.000 pemirsa, yang merepresentasikan 74% pangsa pemirsa yang tersedia saat itu.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, angka impresi media sosial yang fantastis—lebih dari 150 juta—serta hampir 95 juta tayangan video berhasil diraih melalui saluran Matchroom dan DAZN Boxing. Ini adalah sebuah malam yang akan selamanya terukir dalam sejarah dunia olahraga.
Taylor, setelah mengalahkan Pili. [Tangkapan layar]
Baca Juga
Advertisement
Kutipan Komentar Katie Taylor
“Masyarakat Irlandia memberikan akhir impian bagi karier impian saya. Tidak ada yang bisa mengalahkan momen ini. Ini jelas merupakan puncak dari seluruh perjalanan karier saya.”
“Saya tidak menyangka ada yang bisa melampaui pencapaian London 2012, namun kemudian muncul momen di MSG. Saya juga tidak mengira ada yang bisa lebih besar daripada pertarungan pertama melawan [Amanda] Serrano, tetapi kini kita berada di Croke Park. Saya mengakhiri karier di puncak kejayaan, sesuai dengan keinginan saya sendiri, dan saya menutupnya sebagai undisputed champion.”
“Menurut saya, tidak ada negara lain di dunia yang mampu menjual 80.000 tiket untuk pertandingan atlet wanita. Saya yakin Irlandia adalah satu-satunya negara yang benar-benar bisa mewujudkannya. Sungguh cara yang luar biasa untuk mengakhiri perjalanan yang menakjubkan ini.”
“Saat memulai karier ini, saya memiliki impian untuk menjadi juara Olimpiade. Saya berhasil mewujudkannya, namun 10 tahun terakhir ini sungguh melampaui impian terliar saya. Ini adalah 10 tahun yang luar biasa.”
Dengan latar belakang ikonik markas besar GAA—yang belum pernah menggelar pertandingan tinju sejak legenda Muhammad Ali bertarung di sana pada tahun 1972—peraih medali emas Olimpiade London 2012 ini tampil jauh lebih unggul daripada Pili dengan skor 100-90, 100-90, dan 98-92. Taylor mencatat rekor menang-kalah 26-1 [6 KO].
Satu-satunya kekalahan Taylor terjadi ketika ia menantang wanita Inggris, Chantelle Cameron, dan kalah angka sekaligus gagal menjadi juara dunia lima sabuk [WBA, WBC, IBF, WBO, IBO] kelas welter yunior, di Dublin, pada Mei 2025.
Lima bulan kemudian dalam tanding ulang langsung, Taylor mengalahkan Cameron dan menjadi juara dunia undisputed di Dublin, pada November 2025. *