Rondeaktual.com – Benarkah legenda tinju Irlandia, Katie Taylor, 40 tahun, akan pensiun untuk selamanya?
Itu merupakan pertanyaan penting. Selama ini banyak bintang tinju yang “mundur-maju” alias tidak konsisten dengan pernyataan mundurnya.
Taylor –dua kali ikut olimpiade dengan sekali emas dan sekali gagal medali—menegaskan tidak akan seperti kelas berat Inggris, Tyson Fury yang sering mengatakan mundur tetapi kembali naik ring.
Baca Juga
Advertisement
“Menurut saya, penting untuk menyisakan sedikit tenaga saat kita memutuskan untuk mundur,” ujar Taylor. “Hasrat untuk bertanding itu pasti selalu ada, tetapi saya rasa saya bukan tipe petinju seperti yang dilakukan Tyson Fury.”
“Sebenarnya sudah berapa kali dia pensiun? Mungkin lima atau enam kali? Sekarang waktunya bagi saya untuk pensiun. Saya ingin menikmati hasil kerja keras saya,” kata Taylor saat wawancara dengan reporter Sky Sports di dalam ring, setelah menyelesaikan pertandingan terakhirnya dengan menang angka mutlak [unanimous decision] sepuluh ronde melawan juara dunia IBF kelas welter yunior asal Prancis, Flora Pili di Croke Park, Dublin, Irlandia, Sabtu malam, 5 September 2026.
Taylor vs Pili.
Baca Juga
Advertisement
Kemenangan itu mengantar Taylor menjadi tiga kali juara dunia tak terbantahkan [undisputed]. Taylor sekarang menggenggam lima sabuk juara dunia kelas welter yunior; WBA, WBC, IBF, WBO, IBO. Gelar ini akan kosong dan menjadi rebutan bagi petinju lain.
Laga perpisahan legenda tinju Irlandia, Katie Taylor, disaksikan 83.000. Tiket terjual habis. Rekor Taylor sekarang menjadi menang-kalah 26-1, 6 dengan KO.
“Croke Park adalah bagian dari budaya Irlandia. Saya sangat bangga dengan Croke Park.”
Penampilan bersejarah Taylor di Croke Park memang luar biasa. “Mengakhiri karier di Croke Park sungguh melampaui apa pun yang pernah saya bayangkan sebelumnya. Saat masih kecil, saya bermimpi menjadi juara Olimpiade.”
Mimpi itu menjadi kenyataan ketika Taylor merebut medali emas kelas ringan Olimpiade London 2012, setelah dalam final mengalahkan peringkat dua dunia asal Rusia, Sofya Ochigava.
Pada hari kemenangannya, Taylor menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali emas untuk Eira, julukan Irlandia di Olimpiade London. [Finon Manullang, foto tangkapan layar]
Advertisement