Rondeaktual.com – Mantan juara dunia dua kali asal Afrika Selatan, Zolani Tete, 38 tahun, tewas hari ini di luar rumahnya di Mdantsane, Eastern Cape, Afrika Selatan.
Tete pernah menghentikan petinju Indonesia, kidal Vicky Tahumil pada ronde keempat dalam kejuaraan dunia gelar kosong WBF kelas terbang, di Orient Theatre, East London, Afrika Selatan, 23 September 2007. Setelah menyelesaikan pertandingan empat ronde, Vicky menolak meneruskan ronde kelima. Vicky memilih menyerah karena benturan kepala yang parah.
Pria Memakai Masker Melepaskan Tembakan
Menurut SABC Sport di Afrika Selatan, Tete dengan rekor menang-kalah 29-4, 22 KO, baru saja tiba di rumah dari tempat latihan sekitar pukul 06.30 waktu setempat. Ia tiba di depan gerbang rumahnya bersama seorang penumpang wanita. Saat menunggu gerbang terbuka, sebuah mobil lain yang ditumpangi dua pria bersenjata dengan wajah tertutup masker mendekat dan melepaskan tembakan. Tete sempat mencoba memacu mobilnya masuk ke halaman untuk melarikan diri dari serangan tersebut, namun ia akhirnya meninggal dunia akibat luka-lukanya. Belum ada kabar mengenai kondisi penumpang wanita tersebut.
Baca Juga
Advertisement
Zolani “Last Born” Tete terakhir naik ring menang KO ronde keempat atas petinju Inggris, Jason Cunningham, untuk gelar kelas bulu yunior [super bantamweight] Commonwealth, IBF, dan WBO International, yang sedang kosong, di Wembley Arena, Wembley, Inggris, 2 Juli 2022. Kemenangan Tete dihapus menjadi “tidak ada pertandingan” [no contest], akibat gagal tes doping, menurut Wikipedia.
Sejak kasus no contest, Tete tidak mau lagi berurusan dengan tinju. Namun ia berencana untuk kembali naik ring pada bulan November.
Zolani Tete.
Vicky Tahumil, kanan.
Baca Juga
Advertisement
Komentar Vicky Tahumil dari Sulawesi Utara
“Kasihan.” Kalimat itulah yang pertama kali dilontarkan Vicky Tahumil, setelah Rondeaktual.com menyampaikan berita buruk Zolani Tete tewas ditembak pria tidak dikenal.
“Saya pernah bertanding melawan dia di Afrika Selatan, untuk gelar dunia WBF. Saya menyerah. Mata bagian kanan berdarah akibat benturan. Dia kidal, saya juga kidal. Kita sama-sama kidal. Benturan itu membuat saya tidak mungkin meneruskan pertandingan. Seharusnya draw, tapi karena dia tuan rumah, ya sudah tidak apa-apa.”
Vicky Tahumil, petinju Indonesia satu-satunya yang pernah menduduki peringkat 1 WBA kelas terbang yunior meneruskan: “Saya kasihan mendengar kabar kematian Zolani Tete. Kasihan.” Vicky Tahumil berada di Manado, ketika dihubungi Sabtu siang, 22 Agustus 2026.
Baca Juga
Advertisement
Vicky Tahumil menjelaskan, ia pergi ke Afrika Selatan bersama pelatih Paa Powali. “Kami berdua dari Jakarta menuju Dubai, untuk ganti pesawat. Dari Dubai ke Johannesburg. Kami ganti pesawat meunju East London. Di sanalah kami bertanding. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.”
Tentang Zolani Tete
- Nama: Zolani Tete.
- Julukan: Last Born.
- Kebangsaan: Afrika Selatan.
- Tempat dan tanggal lahir: Mdantsane, Provinsi Cape, Afrika Selatan, 8 Maret 1988.
- Tempat dan tanggal meninggal dunia: Mdantsane, Eastern Cape, Afrika Selatan, 21 Agustus 2026, dalam usia 38 tahun.
- Gaya bertinju: Southpaw [tangan kanan di depan dan tangan kiri di belakang].
- Rekor: Menang-kalah 29-4 [22 dengan KO], 1 NC.
- Pertama naik ring: Menang TKO-1 atas Andile Solami, di East London, Afrika Selatan, pada Mei 2006.
- Terakhir naik ring: Menang KO-4 atas Jason Cunningham, di Wembley Arena, Juli 2022. Kemenangan Tete dihapus menjadi “tidak ada pertandingan” [no contest], akibat gagal tes doping.
- Rebut gelar dunia WBF kelas terbang yang sedang kosong: Menang TKO-4 atas Vicky Tahumil [Indonesia] di Orient Theatre, East London, 23 September 2007.
- Rebut gelar dunia IBF kelas bantam yunior yang sedang kosong: Menang UD-12 atas Teiru Kinoshit [Jepang] di Kobe, Jepang, 18 Juli 2014.
- Rebut gelar dunia WBO interim kelas bantam: Menang UD-12 atas Arthur Villanueva [Filipina] di Leicester, Inggris, 22 April 2017.
- Kehilangan gelar dunia WBO kelas bantam: TKO-3 atas John Riel Casimero [Filipina] di Birmingham, Inggris, 30 November 2019. [Finon Manullang, foto dok, tangkapan layar]