Rondeaktual.com – Sanel Hasanovic [menang-kalah-seri 10-1-1, 8 KO], mulai dikenal sebagai raksasa kelas berat Serbia paling berbahaya. Ia telah bergabung dengan Sullivan Management, melengkapi jajaran petinju kelas berat di bawah naungan manajemen tersebut, yang juga mencakup Kristian Prenga asal Albania [21-2, 20 KO] dan petinju prospek tak terkalahkan asal Brooklyn, Pryce Taylor [13-0, 8 KO].
Hasanovic dan Joshua.
Baca Juga
Advertisement
Sanel Hasanovic
- Usia: 27 tahun [kelahiran Novi Pazar, Serbia, 1 Januari 1999].
- Tinggi badan: 204 sentimeter.
- Berat badan mencapai 118 kilogram.
- Pertarungan terakhir: Menghentikan perlawanan Zoran Paunovic pada ronde kedua di Serbia, 2 Agustus 2026.
“Saya bertemu dengan Keith Sullivan dan kami berbincang dengan baik,” kata Hasanovic, dikutip Fightnews. “Kami membahas soal tinju, karier saya, dan arah tujuan saya di masa depan. Saya yakin kami bisa meraih banyak hal. Saya juga percaya kami akan menjalin hubungan yang baik secara profesional maupun pribadi.”
“Sanel Hasanovic adalah tambahan besar bagi Sullivan Management,” kata manajer Hasanovic, Keith Sullivan, yang juga pendiri Sullivan Management.
Baca Juga
Advertisement
Hasanovic membawa postur tubuh yang mengintimidasi dan daya pukul yang dahsyat bagi kelas berat. Tidak lama lagi ia akan mendapat panggung besar dalam tinju.
“Postur tubuh saya jelas sebuah keuntungan,” katanya. Tetapi, latihan keras, disiplin, dan kemampuan menghadapi situasi sulit, jauh lebih penting.
Raksasa kelas berat Serbia ini mendapat pengalaman besar ketika latih tanding bersama sejumlah petinju kelas berat top dunia seperti; Anthony Joshua, Oleksandr Usyk, juara IBF Filip Hrgovic, juara WBA Murat Gassiev, juara WBC Agit Kabayel.
“Masing-masing dari mereka memiliki karakteristik yang berbeda. Namun semuanya tetap memiliki disiplin, dedikasi, dan sikap serius terhadap profesi,” ujar Hasanovic. “Saya telah terlibat dalam tujuh kamp pelatihan bersama Usyk. Saya juga menjadi bagian dari persiapan Hrgovic di Big Bear Lake, California, bersama pelatih Abel Sanchez.
“Khususnya dari kamp pelatihan Usyk, saya belajar banyak mengenai persiapan, disiplin, dan aspek mental dalam tinju. Diajarkan bahwa Anda tidak boleh takut terkena pukulan. Di saat yang sama, Anda harus tetap mewaspadai pukulan lawan dan menjaga naluri pertahanan Anda. Dalam tinju, pasti ada saatnya Anda akan terkena pukulan. Anda harus meresponsnya, seberapa baik Anda mengatasi situasi sulit, dan apakah Anda mampu terus melangkah maju.” [Foto tangkapan layar]
Baca Juga
Advertisement