Perjalanan Tinju Indonesia [33] – Makawimbang versus Wuritimur Rusuh

5 BOY BOLANG

Rondeaktual.com – Berikut adalah kisah liputan hampir 28 tahun yang lampau. So pasti cukup lama, tapi ini dijamin seru.

Malam itu adalah malam minggu, Sabtu, 29 Agustus 1998, telah terjadi rusuh dalam pertandingan tinju profesional Indonesia di dalam studio stasiun televisi kawasan Kebon Jeruk, Jakarta. Penulis menjalankan liputan olahraga untuk sebuah harian pagi edisi Jakarta.

Itu merupakan hari terburuk untuk ukuran liputan tinju. Penulis sebut “hari terburuk” lantaran pertandingan Herry Makawimbang (Benteng AMI/ASMI Jakarta) versus Christ Wuritimur (Gemindo Jakarta) berakhir rusuh. Pendukung Wuritimur marah dan nekad menerobos penjagaan masuk ke dalam ring. Orang itu nyaris berkelahi dengan cara tangan kosong melawan pendukung Makawimbang, yang jumlahnya lebih sedikit tetapi tetap siap dan telah mengatur kuda-kuda yang kuat dan kokoh.

Advertisement

Malam itu, suasana di ruang studio tinju pro tidak kondusif. Mantan raja kelas menengah Indonesia, Polly Pasireron, naik ke atas ring dan berdiri menghadap penonton. Tanpa senyum dan tidak ada lagi orang yang berani masuk ke dalam ring untuk memanas-manasi para supporter tidak resmi. Keadaan sudah dapat dikuasai.

1 HERRYSouthpaw Herry Makawimbang.

1 CHRISChris Wuritimur, Gemindo BC.

Laga Makawimbang-Wuritimur dibuka tanpa greget. Jab-jab dari tangan kanan disusul straight kiri, yang dilepaskan Makawimbang dari jarak jauh tidak menghasilkan apa-apa. Wuritimur, karena kalah tinggi, mencoba masuk dengan cara menunduk. Tangan kanannya yang kekar seperti melayang agak ke atas mengincer rahang Makawimbang yang tipis, tetapi hanya mengenai sarung tinju lawan.

Singkat cerita, jalannya pertandingan kurang sedap ditonton. Pukulan Wuritimur menjadi tidak mematikan ketika menghadapi petinju kidal yang lincah seperti Kawimbang. Pada detik-detik terakhir ronde keempat, tiba-tiba suasana berubah. Makawimbang melepaskan pukulan kidal mendarat di tubuh Wuritimur dan nyaris jatuh. Bunyi bel menyelematkan Wuritimur dari kemungkinan mencium kanvas ring.

Pada ronde kelima, Wuritimur jatuh di tengah ring dan KO. Cepat sekali kejadiannya. Tiga pendukung Wuritimur berwajah pemberani, serentak melompat ke dalam ring. Wasit Johnny Alwie dianggap berpihak dan dikepung. Perwira menengah dua melati itu dituding-tuding. Wasit dianggap salah memberikan KO untuk Makawimbang. Seharusnya wasit memberikan diskualifkasi karena pukulan yang menjatuhkan Wuritimur akibat low blow. Pukulan terlarang, menurut versi mereka.

Wasit tidak goyah dan tetap dengan keputusannya. Herry Makawimbang menang KO dan menjadi juara baru kelas bulu yunior.

Advertisement

Suatu hari dalam pertemuan mantan petinju di Pahlawan Revolusi, Jakarta Timur, penulis bertemu lalu bertanya kepada Chris Wuritimur, mengapa permainan tidak berkembang saat berhadapan dengan Herry Makawimbang.

Inilah pengakuan Chris Wuritimur. “Jujur saja, kelemahan saya memang melawan petinju kidal. Saya tidak pernah menang dari tiga kali bertanding melawan kidal Herry Makawimbang. Saya ingin sekali mengalahkan dia, tapi melawan kidal adalah kelemahan saya.”

Menurut cerita Chris Wuritimur, setahun setelah pertandingan rusuh di Studio RCTI, Makawimbang datang seorang diri ke pesta pernikahan Christ Wuritimur dengan Sisca Susanti di Jakarta, memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru. Persahabatan yang luar biasa.

Advertisement

Chris Wuritimur sekarang menetap di Jakarta, bersama Sisca. Sedangkan Herry Makawimbang, sarjana perkantoran AMI/ASMI Jakarta, menetap di daerah Malalayang, berbatasan dengan Kota Manado. [Sumber dari buku “Perjaanan Tinju Indonesia”, Finon Manullang menulis untuk tinju]