JBL Tinggal 8 Hari: Terbuka untuk Tinju Profesional dan Influencer

JBL COVER 16 MEI LOGO

Rondeaktual.com – Liga Tinju Jakarta [JBL] yang pertama akan berlangsung di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut rencana, lonceng pertama tanda dimulainya pertandingan akan terdengar dari meja time keeper pada pukul dua siang dan diteruskan malam. Tergantung berapa banyak peserta yang mendaftar.

JBL akan memberikan kesempatan bertanding yang seluas-luasnya bagi petinju amatir yang ada di Jakarta dan yang datang dari daerah lain. Pertandingan berada dalam pengawasan Pengurus Besar Tinju Indonesia [Perbati].

Advertisement

“Ring tinju JBL tidak hanya petinju amatir non pelatnas dan petinju pelatnas yang boleh bertanding. Siapa saja silahkan, termasuk kemungkinan petinju profesional dan para  influencer,” kata Sekretaris Jenderal [Sekjen] Perbati, Hengky Silatang, SH.

JBL COVER

HENGKY SILATANG 16 mei 2026

Advertisement

Kemungkinan petinju pro ikut bertanding pada hari Minggu, 24 Mei 2026, mulai terindikasi ketika dua tokoh tinju porofesional berada dalam promosi yang diterbitkan Perbati.

Kedua tokoh tersebut adalah promotor Martin Daniel dan petinju Daud Yordan. Martin cukup sering menggelar pertandingan Kejuaraan Indonesia termasuk perebutan gelar internasional seperti WBO Asia dan IBF Asia. Sementara, Daud Yordan di usianya yang sudah 38 tahun, terakhir naik ring dan memukul KO pada ronde 8 petinju Argentina, Hernan Carrizo, yang berlangsung dalam perebutan gelar IBA World kelas welter yunior di Pontianak, September 2024.

Hengky Silatang menjelaskan, Liga Tinju Jakarta lahir dari percakapan pengurus Perbati. “Ada Ketua Ray Zulham dan pengurus lain. Kalau tinjunya mau tertampung dengan bagus, baik amatir maupun profesional, harus ada liga. Kalau ada liga tinju, kita bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh cabang olaharaga lain seperti bulu tangkis maupun sepak bola.”

Advertisement

“Kita maunya ada liga tinju. Kalau liga tinju ada, maka bakat tinju yang ada bisa tersalurkan mulai petinju pemula sampai nanti muncul bibit calon juara untuk membela Merah Putih. Itu tujuannya,” kata Hengky Silatang, mantan petinju amatir. JBL ditangani oleh panitia dari Jakarta.

Sekjen Perbati itu menambahkan: “Nanti bukan hanya tinju ampro, tetapi influencer, DJ, artis, ikut bertanding bersama Perbati.”

Seperti diketahui, tahun terakhir banyak inflencer atau para pemengaruh dan artis ramai-ramai mengejar uang dan popularitas dengan cara mengikuti pertandingan tinju. Berlangsung dalam  pengawasan resmi dari berbagai komisi tinju yang ada di Indonesia.

Advertisement

Mereka dibayar berlipat-lipat dari petinju asli. Tak sebanding. Situasi seperti itu disebut sebagai hilangnya ketidakadilan dalam menghargai pekerjaan seorang petinju yang telah mempertaruhkan nyawanya. Semoga Perbati tidak begitu. *