Rondeaktual.com – Claressa Shields [Amerika Serikat], sekali lagi, mengalahkan musuh besarnya Franchon Crews-Dezurn [Amerika Serikat]. Shields menang angka melalui pertandingan 10 ronde durasi 2 menit di Little Caesar’s Arena, Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Minggu malam, 22 Februari 2026, atau Senin WIB.
2 Pertemuan Shields-Crews-Dezurn
- 19 November 2016, T-Mobile Arena, Las Vegas, Shields memenangkan pertandingan 4 ronde durasi 2 menit. Ini merupakan debut pro bagi kedua petinju.
- 22 Februari 2026, Little Caesar’s Arena, Detroit, Shields memenangkan pertandingan 10 ronde durasi 2 menit sekaligus mempertahankan gelar juara dunia kelas berat WBA, WBC, IBF, WBO, WBF.
Shields-Crews-Dezurn II ditandai dengan serangan mengebu-gebu. Kedua petinju sama-sama maju dengan strategi memukul dan terus memukul. Sangat menghibur.
Baca Juga
Advertisement
Pada dua ronde terakhir, Crews-Dezurn masih terus menyerang habis-habisan. Keberaniannya patut dihargai. Tetapi “bensin” menjadi penyebab kekalahannya. Serangan mulai berkurang. Pertahanan semakin terbuka dan harus menerima pukulan kiri-kanan lawan secara terus-menerus. Di usia 38, kekuatan dan daya serangan Crews-Dezurn sangat terbatas. Hanya keberanian luar biasa yang membuatnya mampu berdiri tegar sampai lonceng terakhir terdengar dari meja timekeeper.
Kemenangan Shields selain strategi dan kesiapan jauh lebih baik juga ditentukan ketersediaan “isi tengki”.
Tiga hakim serentak memberikan nilai yang cukup jauh 100-90 untuk Shields. Ini sama saja Crews-Dezurn kalah di setiap ronde. Padahal ada ronde yang dimenangkannya.
Baca Juga
Advertisement
Tapi itulah tinju, kadangkala suka-sukanya orang yang memberikan nilai. Terkesan sangat sukjebtif.
Crews-Dezurn sekarang berusia 38 tahun, dengan rekor menang-kalah 10-3 [2 KO].
Shields berusia 30 tahun, dengan rekor belum terkalahkan 18-0 [3 KO]. Shields menjadi juara dunia di kelas menengah yunior, kelas menengah, kelas menengah super, dan sekarang kelas berat.
Baca Juga
Advertisement
Shields memenangkan medali emas kelas menengah Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, menyebut dirinya GWOAT [Greatest Woman of All Time atau Wanita Terhebat Sepanjang Masa]. Shields memang yang terhebat, belum terkalahkan di amatir maupun pro.
Shields-Crews-Dezurn II sempat mengkhawatirkan apakah pertandingan bisa dilaksanakan atau Crews-Dezurn menarik diri, menyusul perkelahian di penimbangan.
Ketika keduanya saling tatap muka untuk keperluan publikasi, tiba-tiba Shields melepaskan tangan kanannya yang panjang ke dada Crews-Dezurn dan terdorong jauh. Ketika orang-orang berlarian, Crews-Dezurn terjatuh parah. Dinding promosi [backdrop] roboh.
Baca Juga
Advertisement
Ada dugaan Crews-Dezur terluka. Namun ia tetap datang ke dalam ring untuk menyelesaikan dendamnya. Kalaupun kalah, orang bilang itu merupakan kemenangan yang tertunda. [Finon Manullang]