Rondeaktual.com – Dendam besar membungkus “Perang Meksiko” antara juara WBO kelas ringan yunior Emanuel Navarrete [Meksiko] dengan juara IBF kelas ringan yunior Eduardo Nunez [Meksiko]. Setelah menyelesaikan 10 ronde dalam apa yang disebut “in fight” habis-habisan, Navarrete berhasil menyatukan dua sabuk juara dunia di Desert Diamond Arena, Glendale, Arizona, Amerika Serikat, Sabtu malam, 28 Februari 2026.
Sebelum pertandingan dihentikan Benjamin Rodriguez [orang ketiga di dalam ring], Navarrete dan Nunez telah memberikan apa yang ada pada diri masing-masing. Pertarungan paling brutal, meski pukulan telak yang menggetarkan jantung penonton hampir tidak pernah terlihat.
Secara kasatmata, Navarrete lebih banyak mengumpulkan poin. Ia berhasil memanfaatkan kelebihan jangkauannya dengan serangan kiri dan kanan. Hook dan upper cut Navarrete beberapa kali mendarat di bagian rahang dan rusuk. Upper cut Navarrete sering mengenai bagian dagu lawan.
Baca Juga
Advertisement
Pada dua ronde terakhir, Nunez seoakan menyadari bahwa peluang untuk mengalahkan Navarrete hanya dengan satu cara; serang dan habisi sampai jatuh.
Usaha keras Nunez tidak pernah menjadi kenyataan. Serangnnya sudah terasa drop akibat “isi tengki” sudah pas-pasan.
Tidak itu saja. Muka Nunez penuh darah, akibat luka pada bagian mata kanan, juga bengkak.
Baca Juga
Advertisement
Ketika memulai ronde 10, wasit sudah memberikan perhatian lebih pada luka Nunez. Bagaimanapun derasnya tekanan penonton, wasit tetap menomorsatukan keselamatan petinju.
Dokter Datang Menggelengkan Kapala dan Selesai
Ronde 11, Nunez meninggalkan sudut merah menuju tengah-tengah ring. Navarrete melakukan hal yang sama. Sebelum permainan dimulai, wasit menghentikan pertandingan dan menyuruh Nunez ke sudut netral.
Dokter pertandingan segera naik dan memeriksa luka Nunez dengan cara menyentuh luka [bukan mengobati]. Dokter menggeleng sebagai tanda ketidaksetujuannya untuk meneruskan sisa ronde. Wasit langsung melambai sebagai tanda tidak ada lagi pertandingan.
Baca Juga
Advertisement
Peristiwa itu sangat cepat dan memang harus begitu. Dalam durasi lima detik, dokter sudah dapat mengambil keputusan lanjut atau tidak.
Kalah, Nunez tidak puas dan sempat debat dengan wasit. Nunez akhirnya dengan jiwa besar dapat menerima kekalahan dan kembali ke sudutnya.
Navarrete menang TKO pada ronde 11 dan mungkin tak sampai 10 detik. Keputusan itu sangat taat waktu.
Baca Juga
Advertisement
Setelah pertandingan, Navarrete dan Nunez berdiri di sudut ring dalam suasanya sangat bersahabat. Selama wawancara yang dibantu penerjemah, Nunez meletakkan tangan kirinya di atas bahu Navarrete. Seperti dua sahabat lama yang baru saja bertemu kembali.
Tidak ada dendam. Nunez mengambil topi Navarrete dan meletakkannya di atas kepalanya sendiri.
Sampai wawancara selesai, Nunez tidak pernah mengembalikan topi mahal itu sampai akhirnya seorang pria dari kubu Navarrete datang mengambil topi comboy dari kepala Nunez. [Finon Manullang]
Baca Juga
Advertisement