Rondeaktual.com – Pertandingan unifikasi kelas menengah yunior sudah dekat. Tinggal tiga hari lagi. Juara WBO Xander Zayas [Puerto Rico] berhadapan dengan juara WBA Abas Baraou [Jerman] di San Juan, Puerto Rico, Sabtu malam, 31 Januari 2026, atau Minggu pagi WIB.
Siapa yang favorit untuk memenangkan pertandingan? Keduanya memiliki percaya diri untuk menyatukan gelar WBO dan WBA.
Zayas adalah permata yang sedang naik daun. Sedangkan Baraou dianggap lawan berbahaya.
Baca Juga
Advertisement
Untuk memahami siapa yang lebih mungkin angkat tangan, berikut adalah empat kunci taktis yang akan menentukan pertarungan, menurut Fightnews.
- Pertempuran Jab: Kedua petarung memiliki pukulan jab yang elit, tetapi tujuan mereka sangat berbeda. Pukulan Baraou (16-1, 9 KO) adalah palu yang mantap, digunakan untuk mengontrol jarak dan menguras mental lawannya seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, jab Zayas (20-0, 12 KO) adalah cambuk—tajam yang dirancang untuk mengganggu penglihatan dan mengatur kombinasi kekuatan ledakannya. Siapa pun yang mendominasi jab di tiga ronde pertama akan menentukan tempo pertarungan.
- Volume vs Presisi: Baraou dikenal karena tingkat kerjanya yang tiada henti. Memiliki pukulan dengan kecepatan yang jauh di atas rata-rata divisi, bertujuan untuk membuat lawan kewalahan dengan tekanan yang berkelanjutan. Zayas beroperasi seperti seorang ahli bedah. Dia tidak menyia-nyiakan apa pun; setiap pukulan dilancarkan dengan maksud yang jelas untuk menyakiti. Pertanyaan kuncinya adalah apakah Zayas dapat menghukum Baraou hingga memaksanya memutar kembali volume itu.
3. Mengelola Permainan Dalam: Saat pertarungan memasuki babak tengah, pertukaran jarak dekat tidak dapat dihindari. Di sinilah pengalaman Baraou akan dia menggunakan. Zayas telah menunjukkan peningkatan yang nyata di bagian dalam, namun ia harus menghindari terjebak di tali, di mana pemain Jerman ini menjadi sangat berbahaya dengan hook pendek. 4. Kedewasaan di Babak Kejuaraan: Ini akan menjadi ujian akhir bagi ketahanan Zayas. Baraou telah membuktikan bahwa dia mampu mempertahankan kecepatannya selama 12 ronde, terutama dalam kemenangannya atas Sam Eggington. Namun Zayas, masih perlu menunjukkan bahwa sifat atletisnya dapat bertahan di bawah tekanan terus-menerus dari lawan yang menolak untuk mundur. [Sumber foto: FB/Top Rank]
Baca Juga
Advertisement