Rondeaktual.com – Pelatih senior asalSemarang, Jawa Tengah, Muhar Sutan harus menghadapi kenyataan yang sulit saat menghadapi Pekan Olahraga Provinsi [Porprov] XVII Jawa Tengah. Porprov akan berlangsung di GOR Manunggal Jati, Jalan Taman Majapahit Selatan Nomor 1, Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, 25 hingga 29 Oktober 2026.
“Terus terang, saya agak pesimis dalam menghadapi Porprov Jateng. Bisa dibilang saat ini tanpa petinju andalan, kata Muhar Sutan. “Anak-anak Kota Semarang sudah malas latihan tinju. Sudah dilatih bagus-bagus, eh pindah ke cabor lain. Tinju sepi.”
Meski “tinju sepi”, Muhar Sutan tetap memberikan hati dan waktunya untuk menangani petinju-petinju baru. Semarang tetap menurunkan tim barunya dan berharap mencapai target medali pda Ponprov XVII, yang menandingkan 18 nomor. Diikuti 159 petinju [116 putra dan 43 putri], dan 41 pelatih.
Baca Juga
Advertisement
Pelatih Muhar Sutan semangat menangani petinju baru menuju Porprov XVII Jawa Tengah.
Baca Juga
Advertisement
Latihan tanpa ring, Muhar Sutan dan petinjunya tidak patah semangat. “Kami latihan di belakang rumah, di garasi mobil. Petinjunya kita bagi-bagi. Kita tidak memberlakukan pemusatan latihan,” kata Muhar Sutan, yang juga tercatat sebagai wasit/hakim bersertifikat.
Tidak ada pemusatan latihan karena sulit mengumpulkan petinju, karena alasan lokasi jauh, sekolah, kuliah, dan kerja.
“Atlet kami berlatih dengan pelatih yang dekat dengan tempat dia tinggal,” kata pelatih Agus Triyono. “Hari Selasa dan Kamis, kami latihan bersama di Lapangan Tri Lomba Juang, selebihnya berlatih di sasana.”
Baca Juga
Advertisement
“Sangat sulit untuk mengumpulkan mereka. Tetapi Kota Semarang tetap menurunkan petinju terbaiknya. Petinju baru biasanya sering menghasilkan kejutan,” katanya. [Sumber gambar tangkapan layar]