Handuk Putih Mengakhiri Dendam: Dubois Kembali Menang TKO

DUBOIS VS WARDLEY HANDUK PUTIH
Contoh sekondan yang cerdas, membuang handuk putih ke dalam ring sebagai tanda menyerah sekaligus menyelamatakan Fabio Wardley menderita jauh lebih buruk di tangan juara dunia WBO kelas berat Daniel Dubois. Terjadi di O2 Arena, London, Sabtu malam, 17 Oktober 2026, atau Minggu pagi WIB. [Tangkapan layar]

Rondeaktual.com – Juara dunia WBO kelas berat yang selama ini dianggap “dagu kaca” Daniel Dubois [Inggris] menyerang secara brutal. Langsung in fight. Dubois hanya memerlukan dua ronde untuk menutup dendam melawan juara terdahulu Fabio Wardley [Inggris]. Pertandingan yang sangat dramatis selesai ketika sekondan Wardley membuang handuk putih ke dalam ring, demi keselamatan petinjunya. Wasit Steve Gray yang berada di belakang petinju [seharusnya konsisten dalam posisi segitiga] datang dan menghenti pembantaian ala Dubois pada ronde kedua yang sudah berjalan 2 menit dan 21 detik. Pertandingan balas dendam terjadi di dalam The O2 Arena, London, Inggris, Sabtu malam, 17 Oktober 2026, atau Minggu pagi WIB.

DUBOIS VS WARDLEY DALAM PAKE INIMendengar aba-aba wasit; kalau saya bilang “stap” jangan memukul, kalau saya bilang “break” mundur satu langkah baru boleh memukul.

DUBOIS VS WARDLEY JATUH copySudah berlutut masih juga dihajar. Begitulah tinju pro .

Advertisement

DUBOIS VS WARDLEY DIPISAHKAN

DUBOIS VS WARDLEY COVER DALAMDetik-detik yang menghancurkan, wasit berada di belakang petinju. Seharusnya segitiga.

Sebelum tragedi “lempar handuk”, Dubois melepaskan long hook kanan menjatuhkan Wardlye sampai berlutut dan bersyarat untuk mendapat hitungan dari wasit. Tetapi wasit mungkin saja tidak melihat karena posisinya terlalu jauh [tidak segitiga]. Dubois terus melancarkan pukulan dan Wardley secara luar biasa mampu berdiri. Wasit yang berada terlalu jauh datang dan memberikan hitungan. Wardley menyatajan siap meneruskan ronde.

Advertisement

Dubois sukses pertama mempertahankan gelar, yang direbutnya dari orang yang sama, Fabio Wardley pada ronde kesebelas yang sangat dramatis di sudut ring di Co-op Live, Manchester, Inggris. 8 Mei 2026.

“Ini adalah waktuku. Ini adalah eraku,” kata Dubois setelah kemenangannya, yang disaksikan juara dunia IBF kelas berat Filip Hrgovic [Kroasia], yang masuk ke dalam ring. Dubois pernah menghentikan Hrgovic pada ronde ke delapan di Kingdom Arena, Riyadh, Arab Saudi, 1 Juni 2024, dalam perebutan gelar kosong IBF interim kelas berat. Hrgovic yang merebut gelar IBF dengan menghabisi Moses Itauma, mengingkan pertandingan ulang melawan Dubois.

Meski kalah dan dendam itu terlalu cepat berlalu, Wardley juara “dunia 173 hari” tetap semangat dan mengakui kehebatan musuh besarnya Dubois. “Tidak ada rasa malu, saat kalah melawan yang terbaik,” kata Wardley penuh semangat.

Advertisement

Wardley yang berjanji tidak akan mengulang kesalahan lama, sepertinya tidak terpenuhi. Ia tidak bisa mengatasi luka lama. Cepat lelah dan terlkalu sering membiarkan Dubois memukulinya,  karena tidak memiliki pertahanan yang tangguh.

Pada pertandingan pertama mereka, Wardley dua kali menjatuhkan Dubois di ronde yang berbeda. Tetapi Dubois mampu mengontol diri untuk bangkit perlahan-lahan sampai akhirnya mendapat momen penting mendaratkan jab-straight disusul long hook dan upper cut.

Serangan bertubi-tubi itu melukai hidung Wardlley. Darah menetes dan itu terjadi pada ronde kesepuluh yang sangat menyedihkan.

Advertisement

Pada saat memasuki ronde kesebelas, Wardley sudah mudah goyah. Ia berbalik arah kanan dan bertahan di tali ring agar tidak ambruk, setelah Dubois melepaskan tiga bukulan kemudian dihentikan wasit. [Sumber gambar tangkapan layar].