Willem Lojor Menulis: Betapa Susahnya Menembus BoxRec

WILLEM LOJOR MENULIS

Rondeaktual.com – Setiap petinju pro yang bertanding di seluruh penjuru dunia, sudah selayaknya masuk BoxRec. Nama dan hasil pertandingan yang diraihnya masuk dalam halaman BoxRec merupakan sesuatu yang dapat menyemangati setiap petinju. Apa pun hasilnya –menang-kalah-seri—masuk BoxRec adalah kehormatan. Tetapi kenyataannya, betapa susahnya menembus BoxRec.

Dalam beberapa bulan terakhir ini dan seperti yang telah kita lewati bersama, gegap gempita pagelaran pertandingan tinju pro di Studio TVRI, yang disiarkan secarah langsung, sangat luar biasa hebohnya. Entah mengapa, tidak ada yang masuk BoxRec.

Para petarung yang naik ring begitu antusias. Bahkan tim panitia begitu semangat. Tengok saja di event yang berlangsung pada awal tahun ini. Menampilkan partai utama antara Linus Logo melawan Carlos Obisuru dari King Lembata Boxing Camp Jakarta. Carlos Obisuru yang kurang diunggulkan, ternyata mampu membalikkan prediksi pasar. Carlos Obisuru memenangkan pertandingan.

Advertisement

Setelah itu, berlanjut dengan pertandingan berikutnya, juga di Studio TVRI Pusat, Jakarta. Menampilkan berbagai sabuk emas, yang menyemangati para petinju, pelatih, dan pembina camp atau sasana tinju pro.

Pada pertandingan terakhir di Studio TVRI, petinju Indonesia, Sunan Amoragam berhadapan dengan petinju Thailand. Partai pendukung Noldi Manakane juga berhadapan dengan petinju Thailand.

Amoragam dan Manakane memenangkan pertandingan internasional dan itu sangat bagus bagi kelanjutan pembinaan tinju pro yang belakangan ini terus mengalami kemunduran.

Advertisement

Tentu kita senang dengan munculnya sejumlah promotor baru yang bersedia menggelar pertandingan di Studio TVRI.

Tidak lama lagi atau menunggu besok, Jumat, 11 September 2026, tinju pro di Studio TVRI Jakarta, kembali digelar. Hari ini akan memasuki penimbangan dan sehari kemudian akan menjalani pertandingan. Kita semua berharap jangan sampai ada yang kelebihan berat badan [over weight], yang dapat mengurangi aksinya saat bertanding.

Dari daftar petinju yang sudah beredar luas, terbaca nama Tinus Logo yang akan menghadapi petinju lembek Raihan Afatar dari Adria Boxing Camp Jakarta. Raihan Afatar jelas kurang diunggulkan. Tetapi harus pula diingat bahwa tinju pro sering menghasilkan kejutan. Jumat malam, bukan tidak mungkin Raihan Afatar mampu menghapus prediksi pasar.

Advertisement

Para pembina tinju seperti pelatih dan manajer, tentu sangat senang dengan adanya penyelenggaraan pertandingan tinju. Ini membuat para pemilik camp bersemangat bahwa harapan untuk meraih prestasi mulai terbuka. Tapi ada satu hal yang sangat penting yaitu BoxRec. Dari dua pertandingan terakhir, tidak ada yang masuk BoxRec. Mungkin sengaja tidak diurus.

Bayangkan saja untuk badan tinju pro Indonesia saat ini ada enam organisasi dan tidak satu pun yang mau mengeluarkan peringkat. Tinju pro Indonesia sekarang berjalan tanpa peringkat dan ini dibiarkan selama bertahun-tahun. Maka dengan BoxRec ini yang diharapkan para petinju untuk tujuan promosi ke luar.

Jika ada promotor luar yang ingin mendatangkan petinju Indonesia, maka yang ditanyakan adalah Boxrec, apakah hasil pertandingan terakhir merah atau hijau.

Advertisement

Jika merah, berarti menderita kekalahan dan itu akan mempersulit dia untuk bisa bertanding di luar negeri.

Jika hijau, berarti memenangkan pertandingan dan membuka peluangnya untuk bisa menembus pasar internasional.

Sekarang yang menjadi pertanyaan mendasar adalah siapa sebenarnya yang berkewajiban untuk mengurus data petinju bisa masuk Boxrec. Apakah promotor, co-promotor, atau penata tanding? [Willem Lojor adalah manajer tinju profesional dan promotor berlisensi B di Jakarta]

Advertisement