Rondeaktual.com – Banyak spekulasi liar menjelang pertarungan gelar WBC kelas berat 12 ronde antara kidal Oleksandr Usyk [Ukraina] melawan jago kickboxing dunia Rico Verhoeven [Belanda]. Pertandingan dijadwalkan 12 ronde durasi 3 menit di Piramida, Giza, Mesir, Sabtu, 23 Mei 2026.
Nama-nama terkenal seperti juara WBC interim kelas berat asal Jerman, Agit Kabayel, promotor top Eddie Hearn, menempatkan Usyk sebagai favorit besar untuk memenangkan pertandingan.
Kelas berat Kroasia, Filip Hrgovic yang pekan lalu mengalahkan Dave Allen, juga menjagokan Usyk. Dengan mudah Usyk akan mempertahankan gelarnya.
Baca Juga
Advertisement
Usyk [kiri} dan Verhoeven.
Intinya, hampir semua orang mendukung Usyk memenangkan pertandingan. Sementara, Verhoeven yang ditempatkan sebagai underdog besar mengatakan: “Saya datang membawa sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya.” Verhoeven menambahkan bahwa selama ini Usyk hanya pernah bertanding melawan petinju. “Mereka sudah bertinju sepanjang hidup mereka, saya belum,” kata Verhoeven. “Jadi ini sama sekali berbeda. Ini kehendak Tuhan.”
“Bagaimana kita akan menang?” Verhoeven bertanya. “Kita lihat saja nanti. Jika menang KO, ya menang KO. Jika menang angka, ya menang angka. Jika sampai pada keputusan dan saya menang… wow.”
Baca Juga
Advertisement
Eddie Hearn mengatakan, kickboxer asal Belanda itu mampu menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah tinju akhir pekan ini. “Alasan dia melakukan apa yang telah dia lakukan adalah karena dia bukan orang biasa”.
Usyk juga menyebut Verhoeven bukan orang biasa. “Dia seorang kickboxer legendaris,” puji Usyk.
Bukan tidak mungkin Verhoeven membuat sejarah besar seperti pernah diperlihatkan James Buster Douglas, yang secara tidak disangka-sangka bangkit dari knockdown buruk pada ronde kedelapan untuk memukul KO pada ronde 10 Mike Tyson sang saja kelas berat yang sebelumnya tidak tersentuh.
Baca Juga
Advertisement
Douglas yang dicap sebagai kelas berat malas dari Columbus, Ohio, Amerika Serikat, memukul KO ronde 10 Tyson di Tokyo Dome, Tokyo, Jepang, siang hari, 11 Februari 1990.
Douglas datang ke Tokyo sebagai underdog besar. Kemenangan yang luar bias mengantarnya sebagai orang pertama menyingkirkan “Si Leher Beton” Mike Tyson. Douglas menjadi juara dunia kelas berat sejati [WBA/WBC/IBF].
Peristiwa 36 tahun silam tersimpan sebagai salah satu kejuaraan dunia terbesar sepanjang sejarah kelas berat. Douglas underdog besar 42/1 memanfaatkan tubuhnya yang besar untuk meredam semua pukulan maut Tyson, yang terkenal paling mamatikan.
Baca Juga
Advertisement
Douglas juga berhasil menerapkan jab-jab disusul straight yang menghantam kepala Tyson.
Pada ronde 8, tiba-tiba pukulan Tyson paling mematikan menjatuhkan Douglas. Wasit dituding sengaja menghilangkan dua deit membuat Douglas pulih dan bangkit untuk meneruskan sisa ronde. Seandainya wasit tidak membuang hitungan dua detik, bisa dipastikan Tyson menang KO.
Pada ronde 10 dan di tengah-tengah ring, straight Douglas menghantam Tyson dan jatuh. Tyson mencoba mengambil gumshield yang jatuh di depannya dan terus berusaha berdiri. Sampai hitungan sepuluh selesai, Tyson masih limbung di atas kanvas ring.
Baca Juga
Advertisement
Kemenangan Dougklas adalah kemenangan yang sangat bersejarah dalam hidupnya. Terlepas dari kegagalannya mempertahankan gelar melawan Evander Holyfield, tetapi dia sudah membuat sejarah sekaligus memenuhi janjinya kepada ibunya yang meninggal menjelang pertandingan di Tokyo Dome.
Verhoeven mengalami hal yang sama dengan Douglas. Ia dalam suasana sedih ketika ibunya meninggal dunia menjelang pertandingannya melawan Usyk. Dia berjanji untuk menjadi juara tinju dunia, seperti Douglas berjanji menjelang kematian ibunya.
Sekuat apa janji Verhoeven kepada mendiang ibunya, kita lihat saja akhir pekan ini. Bagaimanapun Usyk tidak akan pernah sama dengan kondisi mental Tyson. *
Baca Juga
Advertisement