4 Hari Sebelum Pelantikan Pertina, Laurens Tirajoh Tiba di Jakarta

LAURENS DALAM
Promotor "Nyiur Melambai" Laurens Tirajoh bergabung dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia.

Rondeaktual.com – Promotor internasional paling setia tinju asal Manado, Sulawesi Utara, Laurens Tirajoh telah tiba di Jakarta. Ia sengaja datang empat hari sebelum pelantikan Pengurus Pusat [PP] Persatuan Tinju Amatir Indonesia [Pertina]. “Saya sudah di Jakarta, sejak Kamis,” katanya.

Menurut rencana, KONI Pusat akan melantik kepengurusan PP Pertina untuk masa bakti 2025-2029 di The Ritz Carlton Pasifik Place Hotel, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025, pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Pertina empat tahun ke depan dipimpin oleh Dr. Hillary Brigitta Lasut, SH, L.LM, 29 tahun. Hillary terpilih aklamasi melalui Musyawarah Nasional [Munas] Luar Biasa Pertina di Jakarta, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Advertisement

Ketua Umum baru PP Pertina memberikan kepercayaan penuh kepada Laurens Tirajoh untuk menduduki posisi Ketua Bidang Kemitraan dan Marketing.

LAURENS TIRAJOH DOK 29 AGU 25Laurens Tirajoh.

Advertisement

Laurens Tirajoh, 64 tahun, telah memberikan lebih dari setengah hidupnya untuk olahraga tinju. Ia memulainya sebagai petinju amatir di Manado.

Pada tahun 1984 ia merantau ke Jakarta untuk tujuan menjadi petinju profesional di Arseto Boxing Camp Jakarta. Ia hampir saja bertanding di Gelora Pantjasila Surabaya dengan kontrak Rp 40.000 untuk empat ronde. Uang panjar 30% dari nilai kontrak telah diterimanya. Ia mengurus dirinya sendiri alias tanpa manajer tanpa pelatih.

Tiba-tiba Laurens Tirajoh menghapus rencana pertandingannya secara sepihak. Ia kembali ke Manado untuk memulai karier sebagai promotor.

Advertisement

Sejak tahun 1985, Laurens Tirajoh menggelar pertandingan kelas daerah [Lisensi C], kemudian naik ke kelas nasional [lisensi B], dan akhirnya menggelar pertandingan internasional [Lisensi A].

Laurens Tirajoh tercatat sebagai promotor tinju satu-satunya dan tertua di daerah “Nyiur Melambai”. Pada tahun terakhir era kepromotorannya menampikan pertandingan tinju amatir dan profesional, yang populer dengan sebutan tinju ampro.

“Tidak sedikit petinju amatir Sulawesi Utara yang pernah saya mainkan ketika saya menjadi promotor,” katanya. Ia pernah mendatangkan petinju Rusia bertanding di GOR Arie Lasut, yang terletak di Kairagi Dua, Mapanget, Manado.

Advertisement

Ia juga menggelar Sabuk Emas Menpora, menandingkan petinju Waldo Sabu [Kabupaten Bogor, Indonesia] melawan petinju Thailand.

“Sulawesi Utara gudangnya tinju,” ujar Laurens Tirajoh. “Sejarah mencatat lahirnya sejumlah nama besar seperti Adrianus Taroeh, Ilham Lahia, Bonyx Saweho, dan masih banyak juara. Daerah lain juga melahirkan bintang tinju seperti Wiem Gommies dan Ellyas Pical dari Maluku. Pino Bahari dari Bali. Mari kita melangkah bersama-sama untuk melahirkan petinju yang berprestasi.”

Semoga tinju amatir Indonesia kembali berjaya di pertandingan besar seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade.

Advertisement

[Foto: Istimewa]