Abass Baraou Berjanji Bangkit Setelah Kehilangan Gelar WBA

BARAOU TAPOLOGY
Mantan juara dunia WBA kelas menengah yunior Abass Baraou melepaskan jab di pertandingan yang lalu. [Sumber foto Tapology]

Rondeaktual.com – Kelas menengah yunior [super welterweight] Abass Baraou [Jerman-Prancis] akan berusaha bangkit setelah kehilangan gelar World Boxing Association [WBA].

Baraou merebut sabuk WBA interim melalui kemenangan angka mutlak [unanimous decision] dua belas ronde melawan juara interim Yoeni Tellez [Kuba] di Caribe Royale, Orlando, Florida, 23 Agustus 2025.

Pada bulan September 2025, WBA mendorong Baraou menjadi juara penuh, setelah Terence Crawford melepas gelarnya.

Advertisement

Baraou kehilangan sabuk WBA, setelah kalah angka melalui putusan terpisah [split decision] 12 ronde melawan Xander Zayas [Puerto Rico], yang berlangsung di Coliseo Jose Miguel Agrelot, San Juan, Puerto Rico, 31 Januari 2026. Ini membuat Baraou dijuluki “juara dunia empat bulan”.

Sabuk WBA kelas menengah yunior sekarang berada di tangan kidal Jaron Ennis [Amerika Serikat], yang merebutnya melalui TKO pada ronde ketujuh melawan juara Zayas di Barclyas Center, Brooklyn, New York City, 27 Juni 2026.

Sejak kehilangan gelar WBA, Baraou akan menjalani pertandingan perdananya melawan kidal Giovanni Santillan. Laga telah dipromosikan untuk partai utama [main event] tayangan langsung ProBoxTV dari Frontwave Arena, Oceanside, California, Selasa, 11 September 2026.

Advertisement

Pertandingan nanti menjadi pertandingan di kampung halaman Santillan, di San Diego, California. Baraou memiliki rekor menang-kalah 17-2 [9 menang KO]. Rekor Santillan 35-1 [18 dengan KO]. Baraou berjanji untuk bangkit sekaligus mengalahkan Santillan.

“Saya ingin menang,” kata Baraou. “Ini tidak mudah. Santillan bertanding di hadapan penggemarnya dan ini menjadi tantangan besar bagi saya.”

Baraou, 31 tahun, kelahiran Aalen, Jerman, 28 Oktober 1994. Setelah kelahirannya, keluarganya kembali ke tanah air mereka di Togo, Afrika Barat. Baraou akhirnya kembali ke Jerman. Ia terlahir dari orangtua berdarah Togo dan Prancis. Baraou memiliki kewarganegaraan Togo sekaligus Prancis yang diwarisinya dari orangtuanya.

Advertisement

Baraou sempat menjalani karier amatir. Ia merebut medali emas kelas welter Kejuaraan Eropa di Kharkiv 2017. Merebut medali perunggu kelas welter Kejuaraan Dunia di Hamburg 2017. [Sumber ProBoxTV]