Rondeaktual.com – Tragedi tinju kembali terulang. Arturo “Lobito” Torres (Meksiko, 26 tahun, rekor 15-6-3, 6 KO), meninggal dunia setelah ambruk di dalam ring saat bertanding melawan Gilberto “Torito” Garcia (Meksiko, 21 tahun, rekor 7-3, 6 KO). Diselenggarakan Cachanilla Promotions dalam kelas welter 8 x 3 di Parque Vicente Guerrero, Mexicali, Baja California, Meksiko, Sabtu, 19 September 2026.
Torres dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat, 25 September 2026, setelah menjalani perawatan serius di rumah sakit selama enam hari. Torres ambruk menyedihkan, setelah mendapat pukulan bertubi-tubi di bagian kepala. Sebelum ambruk, Torres mencoba bertahan dengan cara bersandar di tali ring sambil menjepit kepala lawan yang masuk di bawah ketiak. Wasit Jaime Ortiz yang terlihat bertubuh agak gemuk berada di tengah untuk memisahkan rangkulan. Seorang pria membuang handuk sebagai tanda menyerah. Beberapa detik kemudian wasit menghentikan pertandingan dan itu terjadi pada ronde ketujuh yang sangat menyedihkan.
Wasit Jaime Ortiz berusaha menahan tubuh Torres namun ambruk dan terlentang di pinggir ring. Wasit dan orang-orang yang melihat tragedi menyedihkan ini masuk ke dalam ring untuk memberikan pertolongan.
Baca Juga
Advertisement
Torres yang sudah tidak berdaya mendapatkan penanganan medis kemudian dilarikan ke Rumah Sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Torres sempat menjalani operasi untuk menangani gumpalan darah di otaknya dan berada dalam kondisi koma yang diinduksi secara medis selama beberapa hari, sementara para penggemar dan keluarga menanti kabar terbaru dengan penuh kecemasan.
Kematian Torres kembali memicu perdebatan mengenai standar keselamatan bagi petinju profesional di Meksiko, khususnya terkait ketersediaan ambulans dan cakupan asuransi kesehatan.
Baca Juga
Advertisement
Kontrak Tidak Menjamin Biaya Pengobatan
Sebelumnya, ayah sekaligus pelatih Torres sempat meminta dukungan publik untuk menutupi biaya dan kebutuhan pengobatan, mengingat pihak promotor menyatakan bahwa kontrak yang ditandatangani petinju membebankan tanggung jawab pribadi kepada mereka atas segala risiko yang mengancam jiwa, baik yang muncul selama maupun setelah pertandingan. Turut berduka cita yang mendalam. [Sumber fightnews, facebook]