Rondeaktual.com – Seorang juara dunia baru mengguncang dunia tinju pada hari Sabtu lewat penampilan yang penuh keberanian, ketangguhan, dan tekad baja. William “El Camaron” Zepeda merebut gelar juara dunia kelas ringan WBC di Virgin Hotel, Las Vegas, dalam pertarungan sengit melawan mantan juara dunia berpengalaman, Lamont Roach Jr, yang sebelumnya dijagokan oleh para ahli. Roach datang dengan bekal dua pertarungan tingkat tinggi: hasil imbang melawan salah satu petinju terbaik dunia, Gervonta Davis, serta hasil imbang kontra juara interim kelas welter yunior WBC yang hebat, Isaac “Pitbull” Cruz.
“El Camaron” tampil bak badai sejak ronde pertama, bertarung dengan tempo yang tampaknya mustahil untuk dipertahankan sepanjang laga. Namun, di hadapan penonton yang memadati arena, ia menyuguhkan penampilan kelas dunia yang penuh disiplin dan mendominasi petinju Amerika tersebut, hingga akhirnya meraih kemenangan melalui keputusan mutlak (unanimous decision).
Komisi Atletik Negara Bagian Nevada (Nevada State Athletic Commission) sepakat untuk pertama kalinya menerapkan aturan yang telah terbukti sukses di banyak negara: aturan “Open Scoring” (penilaian terbuka). Aturan ini mengumumkan skor resmi dari para juri pada akhir ronde keempat dan kedelapan. Dengan demikian, petinju dan tim sudut mereka mengetahui persis bagaimana penilaian juri berjalan, tanpa harus menunggu hingga akhir pertarungan untuk mengetahui apakah performa mereka cukup untuk memenangkan angka. Pada akhir ronde keempat, skor menunjukkan angka 38-38 pada kartu penilaian satu juri, sementara dua juri lainnya memberikan skor 39-37 untuk keunggulan Zepeda. Menjelang akhir ronde kedelapan, skor tercatat 77-75 pada dua kartu penilaian dan 78-74 pada satu kartu lainnya—semuanya memenangkan petinju asal Meksiko tersebut. Baik penggemar di arena maupun penonton di rumah menikmati empat ronde terakhir dengan penuh antusiasme, karena mereka tahu bahwa pertarungan masih berlangsung sengit dan kompetitif.
Baca Juga
Advertisement
“El Camaron” terus memberikan tekanan tanpa henti dan meredam serangan Roach, lalu menutup pertarungan dengan penampilan spektakuler untuk akhirnya memastikan kemenangan angka mutlak; 117-111 pada dua kartu penilaian dan 118-110 pada kartu ketiga.
Meksiko kini memiliki juara dunia baru, dan ia adalah petinju kelas elite. Pelatih ternama “Panda” berhasil mengantarkan anak didiknya menjadi juara WBC sejati untuk pertama kalinya; air mata haru yang ia tumpahkan di atas ring menandai momen-momen penuh kedekatan bersama tim dan sang juara baru yang hebat itu.
Sekali lagi, World Boxing Council (WBC) terbukti telah mengambil keputusan yang tepat. Sebelumnya, Jaider Herrera memenangkan gelar juara interim, dan ketika gelar tersebut lowong menyusul keputusan Shakur Stevenson melepas sabuk juaranya, WBC memutuskan untuk memerintahkan pertarungan Zepeda melawan Roach demi memperebutkan gelar juara sejati, alih-alih langsung menaikkan status Herrera secara otomatis. Pertarungan berikutnya akan mempertemukan Zepeda dengan juara interim Jaider Herrera—petinju asal Kuba yang berbasis di Dubai dan dipromotori oleh Queensberry.
Sungguh memuaskan melihat para promotor bekerja sama demi kemajuan dunia tinju. Promotor utamanya adalah Golden Boy Promotions milik Oscar De La Hoya, yang bekerja sama dengan TGB, Top Rank, dan ProBox. Jaringan televisi juga turut berkontribusi dengan berkolaborasi; mereka menggunakan platform DAZN sebagai saluran siaran utama, serta menyiarkannya melalui televisi *free-to-air* di AS lewat saluran TNT dan ESPN KnockOut untuk wilayah Amerika Latin.
Bulan Agustus akan terus menyuguhkan aksi tinju dunia yang menarik. Upacara pelantikan anggota Hall of Fame akan digelar di Las Vegas, tepatnya di Orleans Hotel, di bawah pimpinan Michelle Corrales—istri mendiang juara hebat Diego Corrales—dalam sebuah acara yang menjanjikan daya tarik luar biasa.
Masih di California, idola asal Guatemala, Lester Martínez, akan mempertahankan gelarnya melawan petinju tangguh asal Kroasia, Luka Plantic. Lester merupakan juara pertama dari negaranya dan telah menjadi sosok yang sangat diidolakan. Promotornya, Garry Jonas dari ProBox, akan menjalankan sebuah eksperimen menarik yang dikoordinasikan oleh WBC; eksperimen ini melibatkan juri yang memberikan penilaian dari studio, mengikuti tren pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas olahraga tanpa menghilangkan faktor manusia.
Selain itu, pada bulan Agustus, sebuah penghormatan besar akan diberikan kepada Salvador Sanchez bertepatan dengan peringatan hari wafatnya. Rangkaian acara ini akan mencakup upacara di Dewan Perwakilan Rakyat (Chamber of Deputies), diikuti oleh perayaan tradisional di Santiago Tianguistenco yang meliputi misa, prosesi menuju pemakaman untuk mengunjungi makam Sal Sánchez, pertandingan tinju, serta jamuan makan tradisional lokal yang megah bagi seluruh hadirin.
Tahukah Anda?
Salvador Sanchez dikenang sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju Meksiko. Sebagai Juara Dunia Kelas Bulu WBC, ia mendominasi kelas tersebut berkat teknik yang sempurna, kecerdasan luar biasa, dan stamina yang tak ada habisnya.
Di puncak kariernya, ia mengalahkan para rival yang menjadi ikon pada masa itu: ia mengukir namanya dalam sejarah setelah memukul KO legenda asal Puerto Riko, Wilfredo Gómez; mengalahkan petinju tangguh Puerto Riko, Juan Laporte, dalam pertarungan sengit 15 ronde; meredam keganasan Azumah Nelson sebelum menghentikannya di ronde terakhir; serta dua kali mengalahkan Danny “Little Red” López.
Kehidupan dan karier gemilangnya berakhir tragis pada 12 Agustus 1982, saat ia meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di usia yang baru menginjak 23 tahun. Meski kepergiannya terjadi begitu dini, dampaknya tetap membekas kuat, dan warisannya abadi di Hall of Fame sebagai salah satu juara terbesar dalam sejarah.
Anekdot Hari Ini
Tanggal 12 Agustus 1982 itu merupakan hari yang memilukan bagi Meksiko. Setiap saluran berita memberitakan kematian tragis sang juara, Salvador Sánchez, setelah mobil Porsche miliknya mengalami kecelakaan. Berita itu sangat memukul perasaan ayah saya, karena salah satu juara hebatnya telah kehilangan nyawa. Segera setelah itu, seperti yang selalu ia lakukan, ayah menghubungi keluarga Salvador untuk memberikan dukungan dalam segala bentuk yang memungkinkan. Upacara pemakamannya berlangsung sangat besar: para juara—termasuk Wilfredo Gomez dari Puerto Riko—serta keluarga, sahabat, dan masyarakat umum datang ke Santiago Tianguistenco untuk memberikan penghormatan terakhir bagi seorang juara yang baru berusia 23 tahun. [Mauricio Sulaiman adalah putra Jose Sulaiman, Presiden WBC, menantikan tanggapan Anda di [email protected]]