Rondeaktual.com – Salam hangat dari kawasan “Southern Cone” (Amerika Selatan bagian selatan), tempat saya memulai kunjungan singkat yang akan membawa saya melintasi Uruguay dan Argentina. Saya disambut dengan hangat oleh Presiden CUBAP, Sergio Marquez dan jurnalis legendaris Pedro Bologna. Keduanya membantu saya mengumpulkan berbagai anggota komunitas tinju di Uruguay.
CUBAP memulai kegiatannya pada tahun 2015 dengan dukungan penuh tanpa syarat dari Sampson Lewkowicz, sosok yang sejatinya merupakan pahlawan lokal di negara asalnya ini.
Sejak awal berdirinya, World Boxing Council (WBC) telah mendukung penyelenggaraan Turnamen Mercosur, bahkan ketika negara ini hanya memiliki 80 petinju amatir. Saya hadir pada babak final tahun 2017, dan saya merasa sangat antusias melihat bagaimana setiap edisi turnamen ini mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga
Advertisement
Turnamen ini menyediakan wadah kegiatan yang krusial bagi para petinju muda berbakat yang belum beralih ke jenjang profesional, namun tak diragukan lagi akan menjadi bintang masa depan dalam olahraga kita. Para pemenang mendapatkan beasiswa untuk mengikuti pemusatan latihan di Meksiko, dan saat ini, sudah ada lebih dari 1.200 petinju yang terdaftar di seluruh negeri.
Sampson lahir di Uruguay dan kini telah menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia tinju global. Hanya sedikit individu yang mampu meninggalkan jejak begitu mendalam dalam dunia tinju modern seperti dirinya, yang bersinar sebagai promotor dan manajer berpengalaman. Selama beberapa dekade, ia membangun rekam jejak yang menjadikannya salah satu sosok paling berpengaruh dalam olahraga ini, berkat ketajaman matanya dalam menemukan bakat, mengembangkan karier, serta menegosiasikan sejumlah pertarungan terbesar di kancah internasional.
Sampson Lewkowicz yang kita hormati telah membimbing puluhan juara dunia dan petinju elite. Kiprahnya tidak terbatas hanya pada upaya mendapatkan peluang bertanding; ia juga memantau secara cermat perkembangan kemampuan para petinjunya, serta senantiasa mengutamakan keputusan yang mendukung kemajuan jangka panjang mereka.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah dukungannya terhadap kakak-beradik Sebastian Fundora dan Gabriela Fundora. Sebastian merupakan juara dunia kelas menengah yunior (super welterweight) WBC saat ini dan salah satu petinju paling terkemuka masa kini, yang telah tampil gemilang dalam berbagai pertarungan yang tak terlupakan. Sementara itu, Gabriela mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia tak terbantahkan (undisputed champion) termuda sepanjang masa di kelas terbang putri.
Sampson juga berperan penting dalam perjalanan karier David Benavidez, juara dunia kelas berat ringan WBC dan juara gabungan cruiserweight saat ini. Di bawah bimbingannya, petinju berjuluk “Mexican Monster” ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petinju paling dominan dan ditakuti di dunia saat ini.
Kisah sukses lain yang melibatkan promotor asal Uruguay ini adalah perjalanan karier Sergio “Maravilla” Martinez dari Argentina. Sampson berperan besar mengubahnya menjadi bintang internasional selama masa-masa paling gemilang dalam karier sang petinju. Ia juga pernah bekerja sama dengan sejumlah petinju ternama lainnya, seperti Manny Pacquiao, Celestino “Pelenchin” Caballero, Donnie Nietes, Javier Fortuna, John Riel Casimero, Anselmo “Chemito” Moreno, Hanna Gabriels, Cecilia “Reina” Comunales, dan banyak lagi.
Namun, di luar pencapaian atletisnya, Lewkowicz telah mendapat pengakuan luas karena menempatkan kesejahteraan para petinjunya di atas kepentingan finansial apa pun. Itulah tepatnya yang kami lakukan di WBC, dan kami sangat bangga terhadap Sampson serta merasa bangga bisa berada di tanah kelahirannya ini.
Piala Dunia 2026 sedang berlangsung, dan kini giliran kami untuk merasakannya dari Amerika Selatan. Kami berkesempatan menyaksikan pertandingan yang menampilkan Argentina—tim yang mengalahkan Swiss untuk melaju lebih jauh dalam turnamen dan lolos ke semifinal—sebuah fenomena luar biasa, meskipun olahraga ini kian diwarnai oleh kontroversi berkelanjutan akibat VAR yang terus terjadi dari hari ke hari.
Memanfaatkan kunjungan saya ke wilayah selatan benua ini, saya akan menghabiskan waktu seminggu di Argentina. Di sana, saya telah menjadwalkan pertemuan-pertemuan sangat penting dengan komunitas tinju setempat: jajaran pengurus federasi, pelatih, promotor, dan para petinju. Saya juga akan berkesempatan mengunjungi gereja tempat Paus Fransiskus yang kita cintai biasa memimpin Misa saat beliau masih dikenal sebagai Pastor Bergoglio.
WBC dan saya senantiasa menjalin hubungan yang sangat baik dengan Paus Fransiskus. Argentina menyimpan kenangan indah bagi kami; pada tahun 1996, Konvensi Tahunan WBC diselenggarakan di ibu kotanya, Buenos Aires, di bawah pimpinan ayah saya, Don Jose. Kembalinya organisasi kami ke tanah Argentina sungguh memberikan kebahagiaan bagi saya. Perjalanan saya baru saja dimulai, dan sekembalinya nanti, saya akan berbagi semua pengalaman luar biasa yang akan saya alami selama hari-hari ini.
Tahukah Anda…?
Sampson Lewkowicz adalah sosok luar biasa dalam dunia tinju yang sangat kami kagumi. Ia mengawali kiprahnya sebagai penggemar berat olahraga ini dan bahkan sempat melakoni beberapa pertandingan amatir. Pada usia 20 tahun, ia pindah ke New York tanpa kemampuan berbahasa Inggris dan menjalani berbagai pekerjaan, hingga akhirnya menjadi manajer sebuah toko elektronik. Di sanalah ia bertemu dengan Don Jose Sulaimán—sebuah pertemuan yang mengubah hidupnya selamanya dan membawanya terjun sepenuhnya ke dunia tinju. Kini, ia dikenal sebagai salah satu promotor paling sukses sekaligus sosok yang luar biasa dalam olahraga kita.
Kisah Hari Ini
Seperti yang selalu dilakukannya di setiap konvensi, ayah saya dikelilingi oleh para juara hebat serta berbagai tokoh penting dari negara tuan rumah yang menyambut kami dengan tangan terbuka. Pada tahun 1996, saat Konvensi Tahunan dimulai, acara tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden negara itu kala itu, Carlos Saul Menem. Hari itu menandai dimulainya pekan yang luar biasa, di mana topik-topik krusial bagi olahraga dibahas bersama tamu kehormatan. (Mauricio Sulaiman adalah putra Jose Sulaiman, Presiden WBC)
Baca Juga
Advertisement