Rondeaktual.com – Wasit Mark Lyson dari Inggris tiba-tiba saja menghentikan pertandingan pada ronde ketiga yang sudah berjalan 2 menit dan 36 detik, dalam pertandingan juara WBC interim kelas berat Agit Kabayel [Jerman] melawan penantang jauh di bawah nomor urut 20 Damian Knyba [Polandia]. Berlangsung di Rudolf Weber Arena, Oberhausen, Nordrhein-Westfalen, Jerman, Sabtu malam, 10 Januari 2026, atau Minggu pagi WIB.
Wasit adalah orang ketiga, yang sangat berkuasa di dalam ring. Wasit dapat menghentikan pertandingan kapan saja, tanpa harus menunggu satu atau dua detik ke depan.
Itulah yang diperlihatkan wasit Mark Lyson, yang tiba-tiba saja menghentikan pertandingan tanpa harus menunggu Knyba ambruk ke atas kanvas ring.
Baca Juga
Advertisement
Dari hasil rekaman video yang beredar, peristiwa penghentian yang mendadak itu bermula dari long hook kanan Kabayel mendarat di samping wajah Knyba, petinju tinggi asal Polandia. Pada detik berikutnya, Kabayel kembali melepaskan pukulan yang sama, tetapi kali ini jauh lebih cepat dan mendarat lebih telak membuat Knyba goyah. Sang penantang yang hebat dan pemberani dan telah melukai alias sang juara, seolah hilang keseimbangan.
Saat itu wasit datang dan melambai sebagai tanpa tidak ada lagi pertandingan. Ia segera mendekati tubuh Knyba yang tersandar di tali ring. Kynba mencoba melakukan protes. Tidak menerima kepusan mendadak tadi. Namun semuanya sudah selesai. Wasit sudah melambai, kemudian mengantarnya ke sudut merah, sudut Knyba.
Pada era tinju yang terus mengalami perubahan demi keselamatan seorang petinju, penonton hampir tidak pernah lagi melihat petinju dibantai kemudian ambruk total dan wasit mulai menghitung.
Baca Juga
Advertisement
Era sekarang, wasit hanya memberikan hitungan bila tiba-tiba saja petinju ambruk kena pukulan. Bila wasit menganggap petinju goya dengan dua pukulan saja, seperti dua long hook maut Kabayel mendarat telak di muka Kynba, maka dia tidak harus menunggu detik berikutnya untuk mengambil tindakan.
Tinju era sekarang sudah tidak berlaku lagi “taktik menguras tenaga lawan” dengan cara membiarkan tubuhnya dipukuli. Enam pukulan tanpa balas, atau bahkan empat pukulan telak, wasit sudah dapat menghentikan pertandingan.
Keputusan wasit Mark Lyson menghentuikan pertandingan hanya dengan dua pukulan mungkin dianggap terlalu pagi. Keputusan Sabtu malam terburu-buru, ya. Tetapi, demi keselamatan petinju, wasit bertindak tepat. [Finon Manullang]
Baca Juga
Advertisement