Rondeaktual.com – Situasi yang semakin memanas akibat perang memunculkan rumor penundaan pertandingan juara dunia WBC kelas menengah super Christian Mbilli [Prancis, kelahiran Kamerun] melawan penantang Saul “Canelo” Alvarez [Meksiko]. Dalam situasi seperti sekarang tidak tepat menyelenggarakan pertandingan di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ketua Otoritas Hiburan Umum (GEA) Arab Saudi, Turki Alalshikh yang mendanai pertandingan, mengonfirmasi bahwa Canelo secara pribadi telah menghubunginya dan menyatakan siap naik ring.
“Canelo mungkin akan terbang dengan jet pribadi menuju bandara pribadi. Kami tidak,” ujar seseorang yang terlibat dalam acara tersebut, yang berbicara dengan syarat anonimitas karena adanya implikasi finansial terkait keputusan untuk berpartisipasi atau tidak, menurut BoxingScene.
Baca Juga
Advertisement
“Bodo amatlah. Kami semua punya keluarga.”
Rencana pertandingan 31 Oktober menjadi laga yang sangat krusial bagi Mbilli dan Canelo. Mbilli ingin membuktikan dirinya sebagai juara terbaik. Sedangkan Canelo ingin merebut kembali gelarnya yang hilang, setelah Terence Crawford datang melucuti empat gelar juara dunia miliknya tahun lalu.
Desakan publik menunda laga semakin meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Serangkaian serangan rudal dan drone oleh milisi Houthi yang menargetkan Terminal Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, dikabarkan telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan lainnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran logistik dan keselamatan, terutama setelah beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris memperketat peringatan perjalanan [travel advisory] mereka ke Arab Saudi, akibat meningkatnya ancaman pesawat nirawak [drone] dan rudal dari Iran serta kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran, konflik bersenjata, terorisme, dan pembatasan hukum setempat.
Baca Juga
Advertisement
Sejauh ini pihak penyelenggara bersikeras agar tinju dunia itu tetap berjalan sesuai rencana, yang diperkuat pernyataan kubu Canelo memastikan datang ke Arab Saudi.
Pertandingan itu terikat dengan kontrak empat laga senilai $400 juta di bawah bendera Riyadh Season, di mana Canelo dijamin menerima bayaran menggiurkan sebesar $100 juta.
Sebelumnya ada kabar yang menginginkan pertandingan 31 Oktober digeser ke 21 November dengan lokasi Las Vegas.
Baca Juga
Advertisement
Turki Alalshikh menanggapi situasi terkini dengan memastikan bahwa pertandingan akan tetap berlangsung seperti rencana awal.
Menurut BoxingScene, diperoleh informasi bahwa setidaknya satu promotor telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan Turki Alalshikh mengenai penundaan pertarungan tersebut akibat konflik yang sedang berlangsung. Mbilli dinaungi oleh Top Rank dan Eye of the Tiger asal Kanada. Sementara, dua petinju di partai tambahan [juara dunia WBC kelas bulu Rafael Espinoza dan petinju kelas welter yunior Lindolfo Delgado, berafiliasi dengan Top Rank dan Zanfer Boxing asal Meksiko.
“Tidak ada yang mau pergi ke bandara itu. Situasinya terlalu berbahaya,” ujar salah satu pejabat yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan tersebut.
Pihak lain yang menangani situasi: “Risiko bahayanya berada di tingkat tertinggi. Lokasi pertandingan sudah dipublikasikan sebagai tempat laga akan berlangsung, jadi sekarang rudal bisa diarahkan ke arena tersebut. Mereka memiliki sasaran yang sangat jelas. Ini bukan lagi sekadar urusan tinju.”
“Semua pihak bertindak sangat tidak bertanggung jawab. Saya yakin [pihak Saudi] merasa sangat terpukul karena ini adalah pertandingan terakhir mereka tahun ini, dan kemungkinan besar menjadi pertandingan terakhir di Arab Saudi untuk waktu yang panjang,” kata seorang pejabat yang meminta namanya dirahasiakan karena alasan finansial. “Namun, posisi Arab Saudi saat ini berbeda dibandingkan sebulan lalu, saat Riyadh belum menjadi sasaran serangan.”
“Tidak ada orang yang datang ke sana ingin mempertaruhkan nyawa demi situasi buruk seperti ini. Seperti itulah dunia tempat kita hidup sekarang.”
Beberapa pihak yang telah meninjau kontrak pertandingan menyebutkan bahwa meskipun para petinju berpotensi menerima bayaran dengan nilai rekor tertinggi, mereka tidak akan dibayar jika gagal hadir dalam jadwal pertandingan yang telah ditetapkan.
Pejabat lain menambahkan, “Hingga [Selasa], pertandingan tetap berjalan. Setiap petinju beserta timnya bebas mengambil keputusan sendiri [untuk berpartisipasi atau tidak]. Tidak ada tekanan [dari pihak Saudi] selain fakta bahwa acara tetap dilangsungkan meskipun ada korban jiwa akibat ledakan di bandara.”
Sejumlah pengamat tinju merasa heran karena para petinju, termasuk sang bintang utama Canelo, tidak diizinkan pindah ke lokasi yang lebih aman setelah serangan tersebut, padahal mereka terancam kehilangan bayaran jika tidak hadir.
“Gagasan bahwa Canelo harus berada di sana dalam waktu [kurang dari] dua minggu, sungguh tidak masuk akal,” ujar seorang pejabat yang pernah mewakili petinju di Arab Saudi.
Penutupan bandara tersebut mungkin memaksa pihak Arab Saudi untuk mengambil langkah tertentu, mengingat adanya jadwal acara WWE di Riyadh pada 7 November serta turnamen tenis “Six Kings Slam” yang menampilkan Novak Djokovic, Carlos Alcaraz, dan pemain lainnya pada 21–24 Oktober.
Seorang pejabat tinju asal Amerika Serikat mengatakan: “Mustahil mereka bisa menggelar acara itu di sana pada akhir Oktober,” seraya menegaskan bahwa kontrak pertandingan biasanya memuat klausul pengecualian jika terjadi perang.
“Acara itu harus ditunda. Anda tidak mungkin bisa mendapatkan lokasi lain dalam waktu sesingkat itu.” [Sumber gambar tangkapan layar]
Baca Juga
Advertisement