Underdog Sergio Mendoza Menangisi Kemenangannya yang Luar Biasa

MENDOZA
Kidal Meksiko, Sergio Mendoza, 26 tahun, menangis di atas ring, setelah menghentikan langkah juara dunia WBC dan WBA kelas terbang Ricardo Sandoval di Chicago, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. [Tangkapan layar]

Rondeaktual.com – Seandainya juara dunia WBO dan WBA Super kelas terbang mini Oscar Collazo [Puerto Rico] tidak mengalamai masalah sehingga dikeluarkan, bisa jadi kidal Sergio Mendoza [Meksiko] belum tentu menjadi juara dunia.

Mendoza, lelaki muda 26 tahun [kelahiran Hermosillo, Sonora, Meksiko, 28 Maret 2000], maju sebagai lawan pengganti bagi juara dunia WBC dan WBA kelas terbang Ricardo Sandoval [Amerika Serikat]. Mendoza berada di dalam ring sebagai underdog, tampil luar biasa. Serangan kidalnya menjatuhkan sang juara sampai tiga kali [dua kali pada ronde kedua dan sekali pada ronde kelima]. Mendoza memenangkan pertandingan setelah wasit Mark Nelson [Amerika Serikat] intervensi menghentikan serangan besar Mendoza yang membuat tubuh Sandoval tertahan di tali ring. Saat itulah wasit datang dan melambai sebagai tanda tidak ada lagi pertandingan. Dalam pelukan wasit, Sandoval terlihat sempat tidak terima. Keputusan itu, baginya, bisa jdi keputusan yang terburu-buru.

MENDOZA READY TO FIGHTRicardo Sandoval menunduk, wasit Mark Nelson [yang juga wasit Usyk-Fury I], dan underdog kidal Sergio Mendoza.

Secara resmi dan berdasarkan laporan dari meja time keeper, Mendoza tercatat menang TKO pada ronde kelima dari dua belas ronde yang direncanakan di Wintrust Arena, Universitas DePaul, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, Sabtu malam, 10 Oktober 2026, atau Minggu WIB.

Pasar taruhan dan menurut DraftKings, Sandavol diunggulkan 7-1. Mendoza underdog, sebab tawaran kejuaraan dunia datang hanya dalam tiga minggu sebelum pertandingan.

DAZN Boxing menyiarkan kemenangan luar biasa Mendoza, dalam partai tambahan Floyd Schofield Jr melawan Lucas Bahdi, yang dimenangkan dengan angka oleh Schofield untuk menjadi juara dunia WBA kelas ringan gelar kosong.

“Saya akan mendedikasikan kemenangan luar biasa ini untuk saudara laki-laki saya yang baru saja meninggal dunia,” ujar Mendoza sambil menangis kepada komentator DAZN, Chris Mannix dan Sergio Mora, dalam wawancara pasca-pertarungan. “Emosi yang saya rasakan sungguh luar biasa. Semua kerja keras akhirnya terbayar.”

Atas kemenangan yang luar biasa ini, rekor Mendoza naik menjadi menang-kalah 28-1, dengan 24 KO. Satu-satunya kekalahan Mendoza datang ketika berhadapan dengan petinju Thailabnd, Thanongsak Simsri, yang terjadi pada ronde kedua kejuaraan dunia IBF kelas terbang ringan [light flyweight] di Tokyo, pada April 2026.

“Sebenarnya bukan petinju kelas kelas terbang ringan,” kata Mendoza mengenai kekalahannya dari Simsri. “Kelas terbang adalah kelas alami saya. Ketika saya harus turun kelas, di situlah awal kekalahan saya.” [Sumber DAZN, The Sporting Tribune, gambar tangkapan layar video DAZN Boxing]

Advertisement