Rondeaktual.com – Filip Hrgovic, 34 tahun, adalah mantan juara tinju amatir Kroasia yang hebat. Telah memenangkan medali emas dari berbagai pertandingan besar di luar Kroasia. Menyimpan pengalaman yang luar biasa ketika mengikuti Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Karier amatir yang hebat telah mendorong langkah Hrgovic menekuni tinju profesional. Sekarang tercatat sebagai harapan bagi Kroasia, negara yang terletak di Eropa Tenggara bagian barat Semenanjung Balkan.
Bisa jadi, Hrgovic adalah kelas berat yang berbeda dengan kelas berat lainnya. Hrgovic yang memiliki perjalanan panjang sebagai petinju amatir, tidak memiliki promotor dan harus mencari pertandingan dari satu negara ke negara lain.
Baca Juga
Advertisement
Hrgovic telah melewati berbagai pertandingan profesional dengan hasil gemilang, kecuali ternoda satu hasil paling buruk saat berhadapan dengan “Si Dagu Kaca” Daniel Dubois.
Hrgovic harus pergi dari Kroasia untuk mendapatkan pertandingan di Lavtia, Jerman, Amerika Serikat, Denmark, Arab Saudi, Austria, dan Inggris, yang empat hari lagi di sana ia akan menghadapi bintang kelas berat Moses Itauma.
“Saya kelas berat yang berbeda dengan kelas berat lainnya di dunia,” ujar Hrgovic dalam wawancara dengan awak media menjelang pertandingan besarnya melawan Itauma di London, Minggu pagi WIB, 30 Agustus 2026.
Baca Juga
Advertisement
Sementara, kelas berat lainnya bisa bertanding di negaranya sendiri karena memiliki promotor. Petinju yang memiliki promotor bisa mencari lawan sendiri. Mendatangkan lawan yang hampir 100% dapat dihabisi dengan cepat.
Tinju pro memang begitu. Promotor yang kuat bermitra dengan jaringan televis akan berhasil melahirkan juara dunia. Promotor bisa mencari lawan “rongsokan” alias petinju yang tidak mungkin memiliki peluang menang.
Meski tidak memiliki promotor, Hrgovic tetap jalan. Dia tidak pernah memilih lawan. Siapa saja dibabat habis. Rekornya sudah menang-kalah 20-1, 15 dengan KO.
Baca Juga
Advertisement
Satu-satunya kekalahan Hrgovic datang ketika menghadapi Daniel Dubois untuk perebutan gelar kosong IBF interim kelas berat di Arab Saudi, pada tahun 2024.
Hrgovic TKO pada ronde kedelapan, yang mengantar Dubois menjadi juara dunia. Setelah pertandingan, Hrgovic dan timnya mengakui kesalahan terbesar ketika membiarkan Dubois melepaskan jab berkali-kali sehingga melukai bagian mata. Luka tersebut menghapus impian Hrgovic menjadi orang Kroasia pertama merebut gelar juara tinju dunia, yang sudah di depan mata.
Baca Juga
Advertisement
Kelas berat Kroasia.
Prestasi Tinju Amatir Filip Hrgovic
Hrgovic, 34 tahun [kelahiran Zagreb, Kroasia, 4 Juni 1992], merupakan harapan kelas berat Kroasia.
“Sekarang perjuangan saya untuk memenangkan sabuk juara dunia. Ini tidak mudah. Tetapi, saya ingin Kroasia memiliki juara dunia kelas berat,” kata Hrgovic.
Baca Juga
Advertisement
Hrgovic adalah putra dari pasangan Petar dan Iva Hrgovic. Ayahnya, yang lahir di Livno, Bosnia dan Herzegovina, bekerja untuk perusahaan jalan tol Kroasia. Sementara, ibunya berasal dari Zagreb, adalah lulusan kinesiologi dan berfokus mengurus Filip serta keempat saudaranya yang lain, menurut Wikipedia.
Peran sang ibu sangat besar ketika Hrgovic menekuni tinju amatir. Di Olimpiade Rio 2016, Hrgovic mengalahkan andalan Turki, Ali Eren Demirezen melalui keputusan mutlak. Hrgovic melangkah ke perempat final dan menghadang langkah besar orang Kuba, kidal Lenier Pero. Di semifinal, cita-cita Hrgovic sirna di tangan petinju Prancis, Tony Yoka, yang akhirnya merebut medali emas setelah dalam final mengalahkan petinju Inggris, Joe Joyce.
Di luar olimpiade, Hrgovic adalah peraih medali emas kelas berat super pada Kejuaraan Eropa yang berlangsung di Samokov, Bulgaria, tahun 2015.
Baca Juga
Advertisement
Hrgovic merebut medali emas dari Kejuaraan Dunia kategori remaja [youth] di Baku, Azerbaijan, tahun 2010.
“Saya sudah mencapai karier amatir yang tinggi, melalui berbagai rintangan tingkat tinggi. Saya datang [ke London] untuk menjadi juara dunia.” Kalimat sederhana yang mencerminkan impian besar.
Kroasia bukan hanya dikenal lewat olahraga tinju. Negara berpenduduk 3.820.000 [berdasarkan data tahun 2026] ini telah lama dikenal dengan kemajuan sepak bola yang sangat fenomenal.
Baca Juga
Advertisement
Mungkin penggemar masih ingat bagaimana debut Kroasia di Piala Dunia 1998, yang berlangsung di Prancis. Bersama pelatih Miroslav Blazevic, Kroasia yang dipimpin oleh Davor Suker dan Zvonimir Boban, tampil sebagai juara ketiga. Debut paling fenomenal dalam catatan sejarah sepak bola.
Sekarang melalui kepalan yang sering menghasilkan KO, Hrgovic ingin membawa pulang sabuk juara dunia IBF kelas berat ke negaranya. Hrgovic yang memiliki rekam jejak impresif akan menjadi kelas berat paling fenomenal dalam sejarah tinju, jika ia berhasil mengalahkan Moses Itauma di tanah Inggris. [Finon Manullang, foto tangkapan layar]
Advertisement