Cedera Otak Traumatis, Heather Hardy Memohon Bantuan Keuangan

HARDY COVER BOXING

Rondeaktual.com – Mantan juara dunia WBO wanita kelas bulu Heather “The Heat” Hardy, sekarang dalam kondisi menyedihkan. Ia mengalami cedera otak traumatis akibat pukulan yang mendarat di kepala dan tubuhnya. Setelah dipaksa pensiun akibat cedera otak yang dideritanya di atas ring, wanita berusia 44 tahun ini berusaha tegar dan memohon bantuan keuangan.

Hardy merebut gelar juara tinju wanita WBO kelas bulu yang sedang kosong setelah menang angka sepuluh ronde atas Shelly Vincent diHulu Theater, New York City, pada Oktober 2018.

Hardy gagal mempertahankan gelar yang pertama, ketika Amanda Serrano datang mengalahkannya dengan angka sepuluh ronde di Hulu Theater, New York City, pada September 2019.

Advertisement

HARDYHeather “The Heat” Hardy saat masih menjadi juara dunia WBO kelas bulu pada tahun 2018.

Empat tahun kemudian, Hardy menantang Serrano yang menyandang gelar juara dunia undiputed [WBA, WBC, IBF, WBO]kelas bulu di American Airlines Center, Dallas, Texas, pada Agustus 2023. Hardy kalah angka sepuluh ronde.

Itu merupakan pertandingan terakhirnya. Sejak saat itu, Hardy mulai menghadapi berbagai masalah. Penglihatan mulai terganggu. Ia harus menghadapi tunggakan sewa tempat tinggal.

Advertisement

Hardy lahir di Brooklyn, New York, 25 Januari 1982. Selain tinju, ia aktif MMA. Rekor tinju pronya ditutup dengan menang-kalah 24-3 [4 dengan KO].

Hardy saat ini sangat membutuhkan bantuan uang untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, untuk dirinya dan putrinya.

“Nama saya Heather “The Heat” Hardy, dan saya telah mencurahkan segalanya untuk dunia tinju,” ujar Hardy dalam kampanye GoFundMe-nya. “Sebagai petinju asal Brooklyn, saya ibu tunggal, pernah juara WBC International, dan mantan juara dunia WBO kelas bulu. Saya membangun karier dengan kerja keras. Dari ronde ke ronde. Pertarungan demi pertarungan, sering kali sembari bekerja dan membesarkan putri saya. Saya bertarung di era ketika perempuan harus berjuang keras untuk membuka jalan. Saya selalu berusaha menyuguhkan momen-momen perebutan gelar yang tak terlupakan bagi para penggemar.”

Advertisement

Saat masih menjadi ibu tunggal dan bekerja di usia akhir 20-an, Hardy mulai berlatih tinju di Gleason’s Gym yang terkenal di Brooklyn. Ia melewati pertarungan amatir pertamanya pada tahun 2011. Pada usia 29 tahun, ia memenangkan gelar juara nasional kelas bulu wanita USA Boxing hanya dua bulan kemudian dan beralih ke dunia profesional pada Agustus 2012.

Perjalanan karier tinju sangat panjang. Selalu bertarung tidak mengenal lelah. Tidak disadari telah membuat kerusakan pada bagian otak dan penglihatan. Atas saran dokter, Hardy pensiun pada Mei 2024.

“Kini saya menghadapi pertarungan terberat dalam hidup saya di luar ring,” ujar Hardy. “Setelah bertahun-tahun menerima pukulan demi olahraga yang saya cintai, saya mengalami cedera otak traumatis. Dampak cedera ini memengaruhi kesehatan, penglihatan, serta kemampuan saya untuk bekerja secara konsisten guna memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan sehari-hari.”

Advertisement

“Jika pertarungan saya pernah menginspirasi Anda, jika Anda pernah mendukung saya saat meraih gelar juara, atau jika Anda pernah mencurahkan segalanya untuk pekerjaan namun pekerjaan itu justru merenggut kesehatan Anda dan membuat Anda tanpa bantuan, mohon pertimbangkan untuk berdonasi dan menyebarluaskan penggalangan dana ini. Setiap kontribusi sangat membantu saya memenuhi kebutuhan hidup mendesak sembari saya berfokus pada kesehatan, stabilitas, dan babak baru kehidupan saya setelah dunia tinju.”

Hardy tidak mengetahui berapa penghasilannya. Sebagai juara dunia pun tidak cukup untuk menghidupinya hingga masa pensiun. Uang terbesar yang pernah diperolehnya dari ring tinju tidak lebih dari $100.000, saat menghadapi Serrano, yang mengalahkannya dalam pertandingan terakhirnya pada tahun 2023. Beda dengan bayaran tinju wanita sekarang, untuk nama besar seperti Serrano, Claressa Shields, Katie Taylor, sudah tujuh digit.

Seorang ahli neurologi mendiagnosisnya menderita cedera otak traumatis setelah menjalani 32 pertandingan tinju yang diwarnai terlalu banyak pukulan ke kepala, gegar otak, dan kerusakan lainnya.

Advertisement

Dua tahun terakhir Hardy mengalami perilaku yang tidak menentu. Perubahan suasana hati yang tidak tetap, naik-turun. Terkadang ia sampai lupa makan.

Masalah penglihatan dan keseimbangan membatasi kemampuannya untuk bergerak, bahkan saat menyeberang jalan yang ramai.

Menurut Hardy, ganja dan alkohol membantu meredakan gejala, meskipun komunitas medis terus-menerus memperingatkan tentang efek negatif alkohol pada orang yang mengalami cedera otak traumatis.

Advertisement

Hardy mengatakan dokter menyarankan istirahat untuk membantu otaknya pulih. Pekerja sosialnya menyarankan untuk mengambil banyak foto setiap hari untuk membantu daya ingat jangka pendeknya.

Hardy tidak memiliki asuransi kesehatan saat pensiun dari tinju. Baru pada bulan September seorang ahli neurologi mendiagnosis gejalanya. Dengan sedikit pilihan pekerjaan, ia mencari nafkah dengan melatih klien dan petarung di Gleason’s.

Kampanye penggalangan dana Hardy telah berjalan sejak bulan Juli. Sejauh ini telah mengumpulkan dana sebesar $34.874 dari target $100.000. [Sumber: Boxing Scene, Facebook]

Advertisement