Rondeaktual.com – Juara World Boxing Organization (WBO) kelas welter Devin Haney dijadwalkan mempertahankan gelar melawan penantang pertama mantan juara dunia kelas ringan Keyshawn Davis. Sayangnya, Haney dan Davis gagal lelang bayaran. Davis tolak bayaran $2 juta melawan Haney.
Presiden WBO, Gustavo Olivieri, merilis pernyataan resmi organisasinya terkait proses lelang bayaran (purse bid) yang sudah berlangsung di kantor pusat WBO di San Juan, Puerto Rico, 30 Juli 2026.
Davis yang dijuluki “The Businessman” dan memiliki rekor 15-0 (10 KO), menolak nilai $2 juta yang ditetapkan untuknya. Bayaran ini dianggap terlalu rendah. David cukup berani menolak dan memilih lebihbaik melepas status penantang wajib dalam peringkat dan membatalkan rencana pertarungan kejuaraan dunia.
Baca Juga
Advertisement
Melalui perwakilan hukumnya, Davis (27 tahun) yang berasal dari Norfolk, Virginia, secara tertulis memberi tahu WBO bahwa pertarungan tidak akan terlaksana. Bayaran terlalu rendah.
“World Boxing Organization dengan ini mengonfirmasi penerimaan pemberitahuan tertulis dari kuasa hukum yang mewakili Saudara Keyshawn Davis,” tulis Olivieri, “yang menyatakan bahwa ia tidak akan menerima pembagian bayaran sebesar 25% sebagaimana ditetapkan dalam proses lelang bayaran resmi WBO,” menurut Boxing Scene.
Kegagalan lelang memastikan tidak ada pertandingan wajib kelas welter antara juara WBO Devin Haney dengan Keyshawn Davis.
Penawaran pemenang senilai USD $8,55 juta dimenangkan oleh Top Rank, yang memberikan mereka hak promosi eksklusif untuk menggelar pertarungan tersebut. Sang juara, Haney, dijadwalkan menerima USD $6,4125 juta (atau 75 persen) seandainya Davis menerima tawaran itu.
Mengacu pada peraturannya, WBO menyatakan negosiasi antara kedua kubu telah berakhir tanpa hasil.
Masalah ini akan diserahkan kepada Komite Kejuaraan dan Komite Peringkat WBO, yang akan bersidang dan mengeluarkan keputusan yang tepat.
Situasi ini membuat juara dunia tiga kelas, Devin “The Dream” Haney (rekor 33-0, 15 KO), serta ayah dan pelatih kepala, dan manajernya, Bill Haney, berada dalam ketidakpastian. *
Baca Juga
Advertisement